• Home
  • News
  • Ngurus e KTP Di Kota Padangsidimpuan Sudah Seperti "Tahanan Luar"
KSP Makmur Mandiri
Kamis, 10 Januari 2019 17:49:00

Ngurus e KTP Di Kota Padangsidimpuan Sudah Seperti "Tahanan Luar"

BAGIKAN:
saut togi ritonga
Padangsidimpuan (Pelita Batak) :
Pelaksanaan Program Gerakan Indonesia Sadar Adminduk (GISA) bertujuan untuk menyadarkan masyarakat untuk melengkapi dokumen administrasi kependudukan dan dapat diperoleh dengan mudah serta bertujuan untuk mensukseskan Pemilu Legislatif dan Pilpres 2019 tampaknya tidak menyelesaikan kesulitan masyarakat Kota Padangsidimpuan untuk memperoleh Kartu Tanda Penduduk elektronik (e-ktp).

Sebab, walau Program GISA tersebut dicanangkan di Provinsi Sumatera Utara pada Desember 2018 yang lalu, namun kini alasan ketiadaan blanko e KTP tetap saja disuguhkan kepada masyarakat oleh pihak Dinas Kependudukan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Padangsidimpuan.

Seperti hal yang dialami Anita warga Kecamatan Padangsidimpuan Selatan kepada wartawan di Padangsidimpuan, Kamis 10 Januari 2019 mengatakan beberapa hari yang lalu mendatangi kantor Disdukcapil Kota Padnagsidimpuan untuk memperoleh KTP elektronik untuk anaknya karenas Surat Keterangan (suket) sudah berakhir masa berlakunya.

Namun betapa kecewanya ia dan anaknya karena e-KTP yang diharapkan tidak selesai dengan alasan blanko kosong, walau pegawai yang bertugas dikantor itu mengaku bulan Desember lalu ada blanko untuk kegiatan namun yang sudah direkam tidak disentuh.

"Paling parahnya, malah disuruh datang tiap bulan mana tahu ada blanko, itu kan sudah tidak benar lagi. Masa pelayanan kayak begini, harusnya kan yang sudah direkam itu didahulu kan ketika ada blanko," ujarnya seraya mengatakan anaknya bekerja luar kota jadi tidak mungkin datang tiap bulan hanya untuk mencek blanko e-ktp.

Menanggapi hal tersebut, Aktifis Sutan Maruli Ritonga menilai pelayanan administrasi penduduk di Kota Padangsidimpuan harusnya maksimal dengan adanya program GISA yang baru saja di canangkan di Provinsi Sumatera Utara.

"Masyarakat sadar akan pentingnya administrasi kependudukan, harusnya aparaturnya juga harus sadar sehingga pencanangan program GISA tidak hanya menjadi seremoni belaka. Kalau tidak sanggup memberikan pelayanan, pejabatnya silahkan mundur saja," pungkasnya. (Saut Togi Ritonga)
  BeritaTerkait
  • Keluarga Belum Yakin Rizal Bunuh Diri di Tahanan Polsek Batangtoru

    tahun lalu

    Tapsel (Pelita Batak) : Begitu dinyatakan meninggal, jenazah Rifzal Ariandi Siregar ternyata tidak langsung dibawa keluarga pulang. Jenazah almarhum sempat tertahan beberapa jam di RSUD Kota Padangsid

  • Gempa Susulan Mengguncang Padangsidimpuan Hingga malam

    2 tahun lalu

    Padangsimpuan (Pelita Batak) : Pasca gempa yang mengguncang kota Padangsidimpuan dan Kabupaten Tapanuli Selatan dengan kekuatan 5,5 SR, Jumat 14 Juli 2017 pagi, masih disambung dengan gempa susulan se

  • Peristiwa Kematian Tahanan Polsek Batangtoru Masih Tanda Tanya Keluarga

    tahun lalu

    Tapsel (Pelita Batak) : Beberapa kejanggalan dalam kasus kematian Rifzal Riandi Siregar (25), Tahanan Polsek Batangtoru, Kabupaten Tapanuli Selatan dalam kasus penganiayaan Oknum Anggota Polisi itu di

  • Air Ngadat, PDAM Tirtanadi Cab Tapsel Didatangi Pelanggan

    7 bulan lalu

    Padangsidimpuan ( Pelita Batak) : Puluhan Ibu-Ibu rumah tangga warga Jl. Sutan M Arif, Gg.Pendidikan, Kelurahan Batang Ayumi Julu, Kecamatan Padangsidimpuan Utara Pelanggan PDAM TIRTANADI mendatangi K

  • Kampanye Pilkada Pada Anak Anak, Ketua Tim Pemenangan Rusydi - Rosad Terancam Pidana

    7 bulan lalu

    Padangsidimpuan (Pelita Batak) : Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kota Padangsidimpuan, Friska Harahap menegaskan, calon Wali Kota Rusydi Nasution dan Ketua Tim pemenangan Erwin Nasution, te

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2019 Pelita Batak Online. All Rights Reserved. Design by. heriweb