• Home
  • News
  • Meriah: Marga HUTATORUAN Berangkatkan JTP FRENDS
KSP Makmur Mandiri
Selasa, 19 Juni 2018 16:37:00

Meriah: Marga HUTATORUAN Berangkatkan JTP FRENDS

Diberangkatkan dengan Kepala Kerbau Sipitu Dai
BAGIKAN:
Jeje Tobing
Acara pemberangkatan
Oleh: Jeje Tobing

Marga Hutatoruan dalam keseharian Orang Batak mungkin tidak begitu familiar karena memang marga ini jarang dipakai atau digunakan bersebab kedua marga turunannya atau anaknya lebih suka menggunakan marga pecahannya yaitu Hutapea dan Lumban Tobing.

Marga Hutatoruan adalah anak terbungsu atau anak ke-empat dari Guru Mangaloksa Hasibuan. 
Sebagaimana kita ketahui Anak dari Guru Mangaloksa ada Empat yaitu : 1. Hutabarat, 2. Panggabean (yang juga menurunkan marga Simorangkir): 3. Hutagalung dan 4. Hutatoruan (Hutapea dan Lamban Tobing) dan keempat Marga induk inilah yang disebut dengan "Siopat Pusoran" yang dikenal juga sebagai "Sipungka Huta" di daerah yang dulu dinamai sebagai Rura Silindung ( Lembah Silindung) atau yang sekarang lebih populer dengan nama Tarutung ibukota Tapanuli Utara. 

Dalam rangka hajatan Pilkada Tapanuli Utara tahun 2018 dan meskipun ada Marga Lumban Tobing yang mencalonkan Bupati, tapi ternyata tokoh-tokoh penting dari Marga Hutatoruan itu nyatanya lebih memilih memberikan dukungan kepada Calon Bupati JTP yang nota bene adalah keturunan dari marga Abang  Hutatoruan dari garis keturunan Guru Mangaloksa Hasibuan.

Acara yang murni digagas dan didanai oleh Marga Hutatoruan itu,  dilangsungkan di jalan DR Gerhard Lbn Tobing, Tarutung  Senin,  18 Juni 2018 dan dihadiri oleh sekitar seribuan orang utusan atau perwakilan dari Kota Tarutung dan sekitarnya.

Dalam sambutannya, Frengki P Simanjuntak SE.  M. Si menyampaikan terimakasih yang tulus atas dukungan dan doa restu khususnya dari marga Hutatoruan yang ada di Taput.

"Saya sungguh terharu atas acara ini dan ijinkan saya mengucapkan terimakasih tulus dan yang sebesar besarnya atas dukungan yang begitu besar dan fenomenal kepada kami,  Jtp Frends. Tanpa bermaksud mengecilkan arti dan nilai Borhat-borhat yang telah begitu banyak kami terima dari warga Taput, saya mau sampaikan bahwa inilah Borhat-borhat yang paling unik dan sangat akbar serta bernuansa: karena baru kali ini kami disuguhi 'Kepala Kerbau' yang dalam Adat dan Bahasa Batak dinamai 'Sipitu Dai' yang sarat dengan makna dan filosofi khususnya dalam Tradisi kita sebagai Bangso Batak. Angka Tujuh adalah sebuah simbol yang oleh banyak orang diyakini sebagai angka Tuhan," terang Frengki dengan suara agak parau dan penuh makna. 

Di tempat yang sama,  JTP dalam sambutannya menyampaikan bahwa Taput ke depan harus mengoptimalkan segala potensi dan sumber daya yang ada, kreatif memberdayakan, melakukan inovasi,  pengawasan dan efisiensi. Mantan Kapolres Taput itu mencontohkan bagaimana supaya Kacang Sihobuk yang telah mendunia itu dapat dikemas lebih apik dan menarik dalam beragam kemasan.

"Kalau saya tanya: apa oleh-oleh yang khas dan menjadi andalan dari Taput ini?" tanya JTP dalam nada yang prihatin.

"... Taput banyak menyimpan potensi tapi tak pernah digali menjadi sumber ekonomi dan PAD. Pembangunan berjalan stagnan, pengawasan amburadul dan aparatur tidak memiliki mental melayani, visi misi selama ini memang bagus tapi hanya judulnya saja," terang JTP dan langsung disambut tepuk tangan dan suara riuh.

"Kemajuan sebuah daerah akan banyak ditentukan oleh pimpinannya. Seorang pemimpin haruslah paham tentang fungsi fungsi Managemen, Pengorganisasian, Pengendalian, Pengawasan dan sebagainya."

Lebih jauh dan tegas JTP menyampaikan:

"Ketika seorang Pemimpin sudah gagal menjalankan visi misinya untuk membawa Taput kearah yang lebih baik maka sebaiknya lempar handuk karena sudah ada orang yang tepat untuk memperbaiki keadaan itu" 
(kembali tepuk tangan membahana)

"Kami datang ke Taput bukan untuk mencari pekerjaan karena untuk pencalonan Bupati ini,  kami telah meninggalkan pekerjaan.  Kami datang bukan pula untuk mencuri uang rakyat melainkan untuk mewujudnyatakan  perubahan yang sesungguhnya dan membawa kesejahteraan ditengah masyarakat Tapanuli Utara. Kami memiliki kemampuan untuk mewujudkan hal itu. 
Hidup hanyalah sekali oleh karenanya kami  harus mendatangkan manfaat bagi masyarakat Taput. Hidup kami sebagai pemimpin harus menjadi berkat bagi orang banyak," tutup JTP dengan lancar dan meyakinkan. 

Untuk sesaat gemuruh tepuk tangan dan sorak sorai yel-yel Jtp Frends menggelegar dan riuh gempita sebelum akhirnya hadirin larut dalam lagu: "O Yerusalem / Kota Mulia /Hatiku rindu/ ke sana).
  BeritaTerkait
  • Masyarakat Lobu Siregar I & II, Berangkatkan JTP PRENDS

    tahun lalu

    Laporan Jeje TobingAcara "Borhat borhat" kepada JTP Frends terus menerus dilaksanakan oleh beragam komunitas baik warga yang mengatasnamakan Marga, Desa, Luat dan atau Daerah yang ada di wilayah Tapan

  • Komunitas JTP FRENDS Se-LUAT PAHAE Dikukuhkan

    tahun lalu

    Laporan Jeje Tobing Sebuah gedung pertemuan yang dipadati oleh ratusan warga di Nahornop Marsada, Sarulla- Pahae Jae menjadi saksi betapa warga Luat Pahae merindukan pemimpin yang baru di Tapanuli Ut

  • Meriah dan Membludak: JTP FRENDS Diberangkatkan di Bona Pasogitnya

    tahun lalu

    Laporan Jeje TobingKemarin, Kamis 29 Maret 2018: telah berlangsung acara doa bersama, syukuran sekaligus acara adat pemberian ulos dan "Dengke Simudur-udur" kepada paslon nomor dua, Calon Bupati dan W

  • Doa Pemberangkatan Kepada JTP FRENDS, Spektakuler

    tahun lalu

    Laporan Jeje TobingRabu 23 Mei 2018, telah berlangsung acara borhat-borhat dari Keluarga Besar Simanjuntak, Boru, Bere, Ibebere se- Kecamatan Tarutung dan sekitarnya kepada Pasangan Calon nomor Dua, J

  • Toga Manalu Boru Bere Ibebere Se-Sumatera Utara Berangkatkan JTP FRENDS

    tahun lalu

    Laporan Jeje TobingAcara "borhat-borhat" atau pemberangkatan dalam budaya dan tradisi Suku Batak adalah merupakan sebuah bentuk dukungan sekaligus simbol doa restu atau urapan dan biasanya akan disert

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2019 Pelita Batak Online. All Rights Reserved. Design by. heriweb