• Home
  • News
  • Mentan Optimis Sumut Kembali Lima Besar Produksi Padi
Selasa, 26 Juli 2016 11:06:00

Mentan Optimis Sumut Kembali Lima Besar Produksi Padi

BAGIKAN:
Pelita Batak/TAp
Gubernur Sumut Tengku Erry Nuradi dan Mentan Andi Amran Sulaiman menyanksikan penandatangan perjanjian kesanggupan pencapaian serapan gabah (sergab) antara Kepala Sub Divre I Bulog dengan Kodim 0203/LKT dan Kodim 0209/LB dalam acara Rapat Koordinasi (Rako

Medan (Pelita Batak)
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mendorong Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut untuk mengejar target produksi pertanian padi, jagung dan kedelai (Pajale) di tahun 2016. Dengan demikian, Sumut dapat kembali menempati urutan lima besar nasional sebagai provinsi penghasil produksi pertanian.

Hal itu disampaikan Andi Amran Sulaiman dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Pangan Sumut sekaligus acara penandatanganan Perjanjian Kesepakatan Kesanggupan Luas Tambah Tanam (LTT) dan Kesanggupan Capaian Serapan Gabah antara Dinas Pertanian Kabupaten/Kota dengan Kodim seSumut, Senin (25/7/2016).

Dalam kesempatan itu, Mentan mengatakan, Sumut memiliki potensi luar biasa dalam bidang pengembangan produk pertanian karena didukung oleh ketersediaan lahan yang memncukupi dan kesuburan tanah serta aspek lainnya.

“Jujur kami katakan, hari ini selama berkunjung getarannya terasa, roh nya menyatu dengan fisik, kami yakin Sumut akan kembali ke posisi nomor lima atau empat. Kalau LTT ini dilaksanakan saya yakin,” ujar Andi.

Mentan juga mengatakan, pihaknya berupaya untuk meningkatkan produksi padi di Indonesia dengan mengubah pola masa tanam. Pasalnya pada bulan Juli-Agustus-September merupakan waktu yang harus dijaga ketat dan merupakan kritikal poin, lintasan kritis untuk masa tanam.

“Dalam bulan tersebut selama negara ini ada selalu jadi bulan luas tambah tanamnya defisit sehingg dampaknya terjadi bulan paceklik pada bulan Desember- Januari-Februari,” sebut Andi.

Tahun lalu lanjut Mentan, produksi padi dalam setahun hanya 500 ribu, makanya tahun ini ditarget harus mencapai dua kali lipat produksi yakni 1 juta hingga 1,2 juta sehingga bulan paceklik yakni Desember-Februari sudah tidak ada lagi.

“Makanya kita ubah masa tanam, biasanya bulan Juli hingga September itu kita tidur, sekarang kita bangunkan. Petani yang tidur, traktor tidur dan lahan tidur kita bangunkan. Sehingga sekarang selesai panen maka langsung kita kembali tanam, termasuk kita juga membenahi irigasi kita,” jelas Andi.

Mentan juga memaparkan perkembangan peningkatan produksi pertanian di Indonesia. Dimana Indonesia saat ini sudah melakukan penurunan impor secara ekstrim yakni sebesar 47 persen, selain itu berdasarkan survey indeks Global Food Security Indeks, skor perubahan lompatan ketahanan pangan Indonesia berada pada urutan ke 66 dari 113 negara.

“Ini merupakan lompatan yang luar biasa dan merupakan perubahan terbesar yang telah kita lakukan,” paparnya.

Pencapaian yang telah dilakukan ini merupakan hasil dari kerja keras besama, sehingga ke depan Indonesia tidak mewariskan impor pangan kepada generasi selanjutnya.

“Di sisi lain indeks persentase kepuasan petani kepada pendamping untuk TNI juga luar biasa mencapai 89, 5 persen, ini menunjukkan bahwa sudah ada sinergitas yang baik dan menyatu antara pemerintah, masyarakat juga TNI,” jelas Andi.

Perjanjian kesepakatan untuk kesanggupan luas tambah tanam dilakukan antara Kodim 0203/LKT Langkat dengan kabupaten Langkat dan Kota Binjai, selain itu juga penandatanganan kesepakatan perjanjian kesanggupan luas tambah tanam antara Kodim 0209/LB dengan Pemprov Sumut, Pemkab Labuhan Batu, Labuhanbatu Utara (Labura) dan pemkab Labuhanbatu Selatan (Labusel). Begitu juga perjanjian kesanggupan pencapaian serapan gabah (sergab) antara Kepala Sub Divre I Bulog dengan Kodim 0203/LKT dan Kodim 0209/LB.

Sementara Gubernur Sumut Tengku Erry Nuradi mengajak semua pihak yang terlibat bisa bekerja keras untuk memenuhi target tanam agar Sumut kembali sebagai posisi lima besar produksi padi. Swasembada pangan merupakan salah satu program prioritas dalam pembangunan pertanian di Sumut, di mana hal ini sesuai dengan arahan Presiden bahwa Indonesia harus mampu mencapai swasembada pangan berkelanjutan.

“Sumut sebagai lumbung pangan nasional yang saat ini berada di peringkat 6. Saat ini Sumut mendapatkan alokasi pelaksanaan berbagai program dan kegiatan terkait upaya pencapaian peningkatan produksi komoditi tananaman padi, jagung dan kedelai/pajale yang bersumber dari dana APBN. Namun tidak kalah pentingnya dukungan yang dilakukan oleh pemprovsu melalui APBD mendukung pelaksanaan program pajale hortikultura,” ujar Erry.

Pada priode masa tanam bulan Oktober 2015-Sept 2016, Sumut menargetkan tanam padi sebesar 830.700 hektar dimana pada target Oktober 2015-Maret 2016 sebesar 418.496 hektar, kita telah mencapai realisasi sebesar 446.480 Ha (106,68 persen).

Untuk rencana tanam bulan April-Sept, kata Erry, Sumut harus mampu merealisasikan target tanam seluas 412.204 ha, dimana sebagian dari target tersebut mendapat dukungan dari pemerintah pusat melalui kementerian pertanian berupa bantuan benih padi jagung dan kedelai.

”Saat ini kita telah mencapai realisasi tanam padi sebesar 164.590 ha atau 39,93 persen dari target April-September,” jelas Erry.

Saat ini produktivitas padi Sumut sebesar 51,75 Kw/Ha yang mana potensi ini masih dapat ditingkatkan dengan adanya dukungan sarana dan prasarana serta penggunaan teknologi pertanian yang ada saat ini sehingga peluang untuk meningkatkan produksi padi, jangung dan kedelai masih berpeluang bagi Sumut.

Isu-isu strategis di Sumut terkait dengan pembangunan pertanian antara lain, sangat sempitnya kepemilikan lahan petani dengan rata-rata 0,5 hektar/KK sehingga sulit diusahakan untuk mencapai skala ekonomis.

“Selain itu masih terjadinya alih fungsi lahan pertanian sawah ke non sawah sebesar 2,7 persen per tahun. Walaupun sudah terbit Perda No 3 tahun 2015 tentang perlindungan lahan pertanian pangan berkelanutan tapi alih fungsi ini masih terjadi. Untuk itu, saya harapkan kepada kabupaten dan kota untuk segera menerbitkan peraturan bupati dan walikota terkait hal tersebut,” papar Erry.

Begitu juga dengan permasalahan kemampuan petani dalam memanfaatkan teknologi di beberapa daerah umumnya masih rendah dan menurunnya minat generasi muda untuk terjun di bidang pertanian yang masih rendah yakni baru 96,97 persen.

Dalam kesempatan itu, Erry menegaskan sebagaimana disampaikan Mentan tentu ada penilaian reward dan punishment yang telah berjanji kalau produksi meningkat maka anggaran akan ditambah, tapi kalau menurun akan dikurangi.

“Jadi kepada kabupaten dan kota kita minta jangan hanya meminta tambahan anggaran tapi juga harus meningkatkan laporan produksi sehingga Sumut bisa menjadi swasembada pangan,” tambah Erry.

Pangdam I BB Mayjen TNI Lodewijk Pusung mengharapkan kesepakatan yang telah dilakukan harusnya jangan hanya di atas kertas tapi mari bersama-sama untuk turun ke lapangan agar Sumut tidak telat terus dalam peningkatan produksi pertanian.

“Ini jangan hanya di atas kertas, tapi mari kita sama-sama di lapangan, agar kita tidak telat, malu juga kita Sumut telat terus,” Ujar Lodewijk.

Sebelumnya, Mentan Andi Amran Sulaiman bersama Gubernur Sumut Tengku Erry Nuradi melakukan acara panen, tanam serta penyerahan benih dan alsintan di desa Cinta Damai kecamatan Percut Sei Tuan, Deli Serdang.

Dalam kesempatan itu, Erry juga mengatakan untuk tahun 2015 berdasarkan angka sementara, provinsi Sumut berada di peringkat enam nasional untuk produksi padi sebsar 4 juta ton, produksi jagung peringkat empat nasional sebesar 1,5 juta ton, produksi kacang hijau peringkat 7 nasional sebesar 3 ribu ton, produksi ubi kayu peringkat 5 nasional sebesar 1,6 juta ton dan ubi jalardi peringkat 6 nasional sebesar 122 ribu ton.(TAp)

  BeritaTerkait
  • Menelusuri Liku-liku Jalan di Bonapasogit dan Merajut Semangat Leluhur

    4 bulan lalu

    Pulang ke kampung saya, Sigolang di lereng pebukitan Bukit Barisan di deretan Tapanuli Selatan sangat berkesan. Keberangkatan kali ini, diawali dihari Kamis, tanggal 27 April 2017 dengan bangun san

  • Dua Penyuluh Pertanian Sumut Terbaik Nasional

    5 hari lalu

    Medan (Pelita Batak) :Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Tengku Erry Nuradi bangga dan memberikan apresiasi khusus kepada Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) Serdang Bedagai Rudi Effendi Hasibuan dan Cerdas

  • Produksi Padi Sumut Naik Jadi Keempat Nasional

    10 bulan lalu

    Deliserdang (Pelita Batak) :Gubernur Sumut (Gubsu) HT Erry Nuradi mengatakan posisi Sumatera Utara sudah naik peringkat sebagai penghasil padi ke empat secara nasional dari posisi ke enam pada tahun 2015.

  • Menteri Eko Sebut Desa Harus Fokus Komoditi Tertentu

    8 bulan lalu

    Medan (Pelita Batak) :Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT) dan Transmigrasi, Eko Putro Sandjojo menyebutkan setiap desa harus fokus pada komoditi tertentu dengan membuat model gerakan One Village One Product.

  • Gubernur Optimis Pertanian dan Perikanan Sumut Bertumbuh

    7 bulan lalu

    Medan (Pelita Batak):Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) HT Erry Nuradi menegaskan dan membulatkan tekad untuk memajukan

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2017 Pelita Batak Online