• Home
  • News
  • Menguat Dalam Diskusi : Toga Aritonang Harus Bersatu Untuk Membangun Peradaban
KSP Makmur Mandiri
Jumat, 09 Agustus 2019 14:54:00

Menguat Dalam Diskusi : Toga Aritonang Harus Bersatu Untuk Membangun Peradaban

BAGIKAN:
ist|pelitabatak
Tuan Guru Batak H. Dr. Ahmad Sabban Rajagukguk, MA foto bersama dengan para pemuka Toga Aritonang, Ir. Radjoki Aritonang, M.STr, Manohom Aritonang, SE, dan yang lainnya di Persulukan Serambi Babussalam Jawa Tongah Simalungun
Medan (Pelita Batak):
Kita sebagai pomparan (keturunan) Toga Aritonang tanpa melihat latar belakang agama dan sosial ekonomi harus bersatu, kompak, dan punya visi yang sama mengenai Toga Aritonang ini agar kita bisa saling menolong, berbagi, demi kemajuan Toga Aritonang sekaligus berkontribusi untuk bangsa dalam rangka membangun peradaban.

Hal itu ditegaskan oleh salah satu cendikiawan Toga Aritonang Ir. Radjoki Aritonang Rajagukguk, M.STr, pemuka Toga Aritonang Manohom Aritonang, SE, Notaris muda Redy Aritonang, SH, SpN, Dosen FISIP Universitas HKBP Nommensen Medan Jonson Rajagukguk, S.Sos, MAP, dan anggota DPRD Simalungun Bona Uli Rajagukguk, SH  saat melakukan diskusi terbatas sekaligus silaturahmi dengan salah satu tokoh nasional Tuan Guru Batak Dr. Ahmad Sabban Rajagukguk, MA yang juga salah satu intelektual Muslim di Persulukan Serambi Babussalam Desa Jawa Tongah, Kecamatan Hatonduhan Kabupaten Simalungun.

Kami sangat bangga bisa melakukan silaturahmi ini dengan Tuan Guru batak, tegas Ir. Radjoki yang juga mantan Direktur ATKP Medan dan pernah jadi Kepala Bandara di berbagai provinsi. Dalam sambutannya Tuan Guru Batak mengatakan mari kita bersyukur bahwa sesama satu garis keturunan dari nenek moyang kami Toga Aritonang bisa saling berkumpul, bersilaturrahim dan bertukar pikiran. Pertemuan ini mengingatkan kami dengan leluhur. Kami menyadari bahwa kami ini satu, meskipun kami berbeda agama, profesi dan strata kehidupan.

Kami juga menyadari bahwa kami memiliki potensi besar di negeri ini yang mungkin saat ini masih berserakan. Ada gagasan besar dan mulia bahwa Toga Aritonang Yang sudah terbentuk dan memiliki Tugu Aritonang yang indah di Bona Pasogit Muara - Taput sebagai simbol kebangkitan, persatuan dan persaudaraan dari tanah lelehur, sudah saatnya mulai berpikir untuk melakukan sesuatu yang lebih kongret untuk seluruh pomparan Aritonang di mana saja berada.

Sebab, jika ini tdk dipikirkan dan dipersiapkan untuk sesuatu yang lebih berarti dan bermanfaat untuk keberadaan generasi Aritonang tentu kita akan sulit berbicara apalagi berbuat yang lebih besar untuk bangsa dan negara. Ya, memang salah satu masukan dan nasehat dari saya yang oleh Bapak Tua Radjoki Aritonang, Bapak Tua Manohon Aritonang, SE dan Bapak Tua Redi Aritonang Notaris yang meminta saya sebagai "penasehat" bahwa Aritonang ini harus berpikir jauh lebih besar, lebih panjang dan melampui dirinya untuk generasi Aritonang sendiri dan untuk bangsa.

Untuk itu, harus ada spirit, gagasan besar, dedikasi [pengorbanan] dan kekompakan. Tentu semua itu dibangun atas dasar cinta dan persaudaraan. Jika ini terwujud, toga aritonang akan menyejarah. Pada upaya kongkritisasi inilah saya menyebut Toga Aritonang : dari paguyuban menuju paradaban. Ada-pun peradaban yang kita maksud bermanfaatan yang lebih luas dan panjang untuk seluruh pomporan Aritonang dan juga ada kontribusi untuk bangsa. Saya optimis ini bisa terwujud jika kita kompak dan saling menguatkan. Saat itulah kita layak mengatakan bahwa kami Toga Aritonang adalah generasi namarsahala, bermartabat, berkah dan hebat, tegas Tuan Guru Batak ini lagi.(TAp|*)
  BeritaTerkait
  • Pengukuhan Parsadaan Pomparan Raja Lontung di Desa Sabulan Kecamatan Sitio-tio

    12 bulan lalu

    Samosir (Pelita Batak): Tujuh 7 (tujuh) putra (anak) si Raja Lontung yaitu: Tuan Situmorang, Toga Sinaga, Toga Pandiangan, Toga Nainggolan, Toga Simatupang, Toga Aritonang, dan Toga Siregar. Serta 2 (

  • Mewujudkan Pembangunan Rendah Karbon di Indonesia

    3 tahun lalu

    1. Manusia modern sekarang ini, mengonsumsi energi 135 kali lebih banyak dari manusia primitif, 46 kali lebih banyak dari manusia pemburu, 19 kali lebih banyak dari dari petani sangat, sangat awal,

  • Jargon Minoritas-Mayoritas Keagamaan Belum Hilang

    3 tahun lalu

    Jakarta (Pelita Batak) : Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Persatuan Inteligensia Kristen Indonesia (PIKI) Masa Bakti 2015 – 2020, Baktinendra Prawiro,MSc,MH mengatakan persoalan politik di I

  • Toga Silitonga Orang Batak Warga Negara Jerman Berbagi Pengalaman di YPDT

    2 tahun lalu

    Jakarta(Pelita Batak): Membangun Sumberdaya Manusia (SDM) di Kawasan Danau Toba (KDT) mesti dimulai dengan membangun kesadaran. Hal tersebut adalah rekomendasi yang diungkap dan dikemas dalam Disku

  • DKI Jakarta : Rumah Kita Bersama

    2 tahun lalu

    PILKADA serentak tahun 2017 telah terselenggara secara langsung, demokratis, aman, selamat, dan sukses. Penyelenggaraan tahun 2017 ini melanjutkan kesuksesan dan semakin melengkapi keberhasila

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2019 Pelita Batak Online. All Rights Reserved. Design by. heriweb