• Home
  • News
  • Melanchton Siregar Almarhum Ikut Memperjuangkan Palestina dan Sikap PGI Tentang Status Yerusalem
Jumat, 08 Desember 2017 10:52:00

Melanchton Siregar Almarhum Ikut Memperjuangkan Palestina dan Sikap PGI Tentang Status Yerusalem

BAGIKAN:
Ist
Djalan Sihombing SH bersama Dubes Palestina untuk Indonesia
Oleh: Djalan Sihombing, (Ketua Komisi Hukum PIKI, Sekjen DPP FBBI)

Sebagai akibat pernyataan Presiden Amerika Serikat, Donald J. Trump tentang Yerusalem ibukota Israel, membuat dunia heboh. Presiden RI Joko Widodo juga ikut bicara dan menyatakan sikap pemerintah tentang Yerusalem tersebut. Tidak ketinggalan, PGI ikut menyatakan sikap.

Tidak bisa dipungkiri bahwa, Yerusalem merupakan bagian dari sejarah agama Yahudi, Kristen, dan Islam (agama Samawi). Kita tidak tau sampai kapan permasalahan Israel Palestina berakhir. Hanya Tuhan Pencipta semesta, yang tau pasti. Manusia hanya berusaha agar permasalahan itu selesai dengan jalan  damai.

Dalam buku Melanchton Siregar Mempertahankan NKRI, yang disusun Aco Manafe, Sabam Sirait mencatat, bahwa  Melanchton Siregar,  tiga kali mengadakan diskusi mengenai kemerdekaan Palestina di Sekolah Tinggi Teologi Jakarta. Sikapnya, ikut memperjuangkan negara Palestina.

Menurut saya, kita perlu membedakan Israel sebagai negara, Yahudi sebagai orang dan Yahudi sebagai agama, serta tak kalah pentingnya tentang Luciferist. Orang Yahudi sendiri ada yang beragama Yahudi, Kristen, dan Islam. Di negara Israel tentu ada 3 agama tersebut. Yang menjadi masalah dunia saat ini adalah aliran Lusiferist. Aliran ini, bisa saja orang Yahudi dan bukan Yahudi. Lucifer ada dimana-mana mau menghancurkan peradaban dunia.

Bila dari sisi sejarah, khusus untuk Kristen, peninggalan sejarah Kristen lebih banyak di Palestina daripada di Israel. Dan Palestina ikut menjaga peninggalan tersebut dengan baik. Walikota Betlehem selalu beragama Kristen sampai saat ini.

Tapi saya sebagai pribadi dan sebagai Kristen tidak boleh mengutuk Yahudi. Yesus sendiri sebagai manusia adalah Yahudi. Rasul Paulus juga orang Yahudi.

Yang Mulia Fariz N. Mehdawi ketika masih Duta Besar Palestina di Indonesia, selalu bicara bahwa antara Israel dan Palestina bukan masalah agama, tapi masalah politik (negara) dan tanah. Jangan ada yang menganggap itu masalah agama. Yang Mulia, juga mengutip pandangan sejumlah tokoh perjuangan nasional Palestina, pemeluk agama Kristen, seperti, Philip Habib, George Habash, Hawatmeh, dan tokoh wanita Hanan Ashrawi, yang konsisten memperjuangkan kemerdekaan dan hak-hak bangsa Palestina.

Ketika Yang Mulia di Palestina, sudah terbiasa ikut perayaan hari besar Kristen, Katolik, Kristen Ortodok, Islam dan Yahudi. Itu pengakuan beliau, ketika kami (Enderson Tambunan, Bachtiar Sitanggang, Cs.) beberapa kali diskusi di Kedutaan Palestina  dan ketika kami (Aco Manafe alm., Drs. Supardan, MA, ibu Titi Juliasih, Iriani, Ronald M. Sihombing, Sahat M. Doloksaribu dan Abadi P. Hutagalung) mendampingi Yang Mulia dan wakilnya Taher Hamad selama 5 hari di Sumatera Utara 05-09 September 2012.

Menurut saya, PGI sudah tepat dengan pernyataan sikapnya terkait Status Yerusalem tertanggal 07 Desember 2017. Sikap PGI yang menghimbau pemerintah RI,  agar memperhatikan skema jalan damai dimana Israel dan Palestina diletakkan sebagai dua negara yang sejajar. Biarlah kasih dan damai di Timur Tengah.(*)
  BeritaTerkait
  • Pemerintah Diharapkan Anugerahkan Gelar Pahlawan Nasional Untuk Melanchton Siregar

    tahun lalu

    Jakarta (Pelita Batak): Pemerintah Indonesia diharapkan mengabulkan permohonan berbagai elemen masyarakat di Tanah Air untuk menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional kepada Melanchton Siregar (1912&

  • Menunggu Gelar Pahlawan Nasional untuk Melanchton Siregar

    tahun lalu

    Jakarta (Pelita Batak) : Pemerintah Indonesia diharapkan mengabulkan permohonan berbagai elemen masyarakat di Tanah Air untuk menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional kepada Melanchton Siregar

  • Masjid Taqwa Polonia Mau Dijual dan Diruntuhkan, Itu Kabar Hoax

    2 bulan lalu

    Medan (Pelita Batak):Polemik kepalsuan dari isi akte ikrar wakaf lahan seluas 1.841 meter persegi, yang diatasnya berdiri Masjid Taqwa  Jalan Polonia Gang A Kelurahan Polonia, Kecamatan Medan Pol

  • Rencana Pembangunan Kawasan Danau Toba dan Peluang Masyarakat Adat Diseminarkan di Parapat

    tahun lalu

    Parapat (Pelita Batak): KSPPM, BAKUMSU, CAPPA dan Sajogyo Institute bekerjasama dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Kemen LHK) dan Kantor Staf Presiden (KSP) menyelenggarakan seminar

  • Tulisan Kedua: Menyambut Seminar Ekklesiologi HKBP - Komisi Teologi HKBP Menuju Sebuah Gereja Pendeta?

    9 bulan lalu

    Oleh: Ephorus Emeritus HKBP Pdt. Dr.  J.R. Hutauruk   Paparan ini merupakan lanjutan dari paparan terdahulu yang telah terkirim kepada Komisi Teologi HKBP via email, 17 April lalu

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2018 Pelita Batak Online. All Rights Reserved. Design by. ariewebnet