• Home
  • News
  • Luhut Binsar Panjaitan: TPL Harus Patuhi Masalah Lingkungan
KSP Makmur Mandiri
Selasa, 26 Juli 2016 10:40:00

Luhut Binsar Panjaitan: TPL Harus Patuhi Masalah Lingkungan

BAGIKAN:
Pelita Batak/TAp
Menko Polhukam Luhut Binsar Panjaitan bersama Gubernur Sumut Tengku Erry Nuradi dan 7 Bupati di kawasan Danau Toba bergandengan tangan melambangkan komitmen yang kuat usai menandatangani nota kesepakatan Rencana Aksi Terpadu Penanganan Kawasan Danau Toba

Medan (Pelita Batak)
Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Jenderal TNI (Purn) Luhut Binsar Panjaitan mengatakan, penyelamatan kawasan Danau Toba dari kerusakan lingkungan sudah harus dilakukan secara holistik. Pasalnya, kerusakan dan pencemaran Danau Toba sudah sangat membahayakan.

Demikian ditegaskan Luhut saat memberikan ceramah pada acara Dialog Nasional Kebangsaan dan penandatanganan Rencana Aksi Terpadu Penanganan Kawasan Danau Toba oleh Gubernur Sumut dan 7 Kabupaten Kawasan Danau Toba di Grand Aston Hotel Medan, Senin (25/6/2016).
“Tingkat pencemaran Danau Toba itu sudah pada tingkat sangat membahayakan,” ujarnya.


Dikhawatirkan, akan terjadi paradoks, bagaimana turis mau datang kalau gara-gara kerusakan lingkungan ini sudah mengakibatkan manusia terganggu. “Kemarin ada cerita, ada orang barat berenang di sana tiba-tiba hidungnya berdarah, ternyata saat diperiksa lintah ada dihidungnya. Ini fakta,” katanya.


Untuk itulah, lanjutnya, sebelumnya Luhut telah menyampaikan kepada Bupati Simalungun JR Saragih untuk lebih serius menertibkan Keramba Jaring Apung (KJA) di Danau Toba.

Luhut bahkan menekankan, bahwa tidak ada seorang pun yang bisa mengatur pemerintah. “Tidak ada yang tidak bisa kita sentuh. Kau lihatlah. Pengen tahu saya. Sepanjang itu melanggar perundangan dan membuat ketidaknyamanan kepada rakyat kita, pasti kita tindak sesuai aturan. Jadi saya tidak suka dibilang tidak bisa menyentuh, emangnya dia itu siapa? Emangnya dia siapa? Tentu prosesnya ada, kita juga harus mentaati peraturan,” katanya.

Ia pun menegaskan bahwa seluruh perusahaan yang ada saat ini di kawasan Danau Toba ada indikasi merusak lingkungan. Untuk itu, seperti TPL misalnya diminta untuk melakukan audit terhadap mesin yang sudah tua, harus ramah lingkungan jangan sampai bau, dan harus memiliki HTI sendiri yang cukup untuk kebutuhannya.

“Saya tidak bilang soal TPL ditutup, tapi TPL harus mematuhi masalah lingkungan. Dia harus mengaudit mesinnya sendiri, karena sudah mesin tua, dia harus ramah lingkungan jangan sampai bau, dan dia harus memiliki HTI nya sendiri, yang cukup memenuhi kebutuhannya. Jangan sampai pohon hutan lagi dipotong untuk memenuhi kebutuhan dia,” jelasnya.

Ia juga mengaku telah menyampaikan hal tersebut kepada pihak TPL, agar segera berbenah. “Jadi jangan ada yang merasa kami tidak terlibat. Saya sudah bilang sama yang punya, malah Luhut Panjaitan diisukan punya saham. Pala kau punya saham. Nggak bisa pak. Saya jengkel betul itu. Jangan bikin isu-isu lah, nggak lah. Saya tidak sekaya mereka, tapi saya tidak melacurkan harga diri saya, nggak akan. Jadi kalau ada yang merasa tidak bisa disentuh, pengen tahu saya apa dia nggak bisa disentuh,” kesal nya.

Sementara itu, Bupati Tapanuli Utara Nikson Nababan mengatakn pihaknya saat ini juga tengah melakukan penertiban KJA di kawasan Muara. Ada sekitar 50 KJA yang ada di kawasan ini, namun seluruhnya milik warga bukan corporate besar.

Nikson menargetkan KJA di kawasan Tapanuli Utara akan tuntas pada Desember 2016. Sementara untuk warga yang harus beralih dari petani KJA, akan diberikan perhatian oleh pemerintah. “Bisa nanti kita berdayakan, apakah rumah mereka kita jadikan rumah singgah dengan bantuan perbaikan, atau dengan memberikan subsidi menjadikan mereka pedagang yang bagus atau mensubsidi sektor pertanian mereka,” kata Nikson.(TAp)
 

  BeritaTerkait
  • Ketua Umum PGI dan Marim Purba Bahas Natal Nasional Doloksanggul di Radio Pelita Batak

    2 tahun lalu

    Doloksanggul(Pelita Batak): Beberapa jam menjelang Perayaan Natal Nasional di Doloksanggul, Kabupaten Humbahas, Sumatera Utara, Ketua Umum Persekutuan Gereja-gereja Indonesia (PGI) Pdt Dr Henriette

  • Liber Simbolon : Bandara Silangit Sumatera Utara Dibangun Saat Pendudukan Jepang

    8 bulan lalu

    Pangururan(Pelita Batak): Upaya pemerintah untuk membenahi berbagai sektoral infrastruktur antara lain pariwisata, perkebunan, pelabuhan, pertanian, jalan tol, lapangan udara  di Sumatera Utara m

  • Menko Luhut Panjaitan Tegaskan Sapu Bersih KJA di Danau Toba

    2 tahun lalu

    Keramba ikan tidak boleh ada lagi di Danau Toba. Karena itu bisa merusak kualitas air. Begitu juga Toba Pulf jangan sampai merusak lingkungan di sekitar Danau Toba. Karena itu, masyarakat juga kita harapkan meningkatkan kesadaran akan pentingnya perlindun

  • Rony Situmorang Dukung Zero Tolerance Polusi Danau Toba

    2 tahun lalu

    Walaupun mereka melakukan replanting, sambungnya, bagaimanapun juga penebangan pohon yang sudah berumur ratusan tahun pasti berdampak negatif pada keasrian dan keindahan jajaran perbukitan bukit seribu yang 10 tahun lalu masih tampak "hijau".

  • Luhut B Panjaitan : Pengembangan Pariwisata Indonesia Tak Cukup Andalkan Kecantikan Alam

    2 tahun lalu

    Kayong Utara (Pelita Batak) : Pengembangan pariwisata nusantara tidak cukup hanya mengandalkan kecantikan alam. Masyarakat harus ikut berperan serta untuk mencapau tujuan percepatan pembangunan pariwisata.

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2018 Pelita Batak Online. All Rights Reserved. Design by. ariewebnet