• Home
  • News
  • Liber Simbolon : Perbedaan Untuk Saling Melengkapi, Pilkada Amanat UU
Kamis, 11 Januari 2018 20:38:00

Liber Simbolon : Perbedaan Untuk Saling Melengkapi, Pilkada Amanat UU

BAGIKAN:
Ist
Liber Simbolon bersama Solahuddin Wahid
Jakarta(Pelita Batak): Perbedaan adalah saling melengkapi dan sudah menjadi kodrat Tuhan untuk diciptakan berbeda yakni bunga warna warni , bintang warna warni ada bulan yang berbeda dengan matahari , mahluk yang berbagai jenis dan lainnya. 

Demikian dikatakan Liber Simbolon menyikapi kondisi Pilkada saat ini, Kamis 11 Januari 2018. Menurutnya, hanya perusak yang tak menyukai perbedaan, mungkin memandangnya sebagai musibah bukan rahmat dan anugerah. Coba bayangkan bila nama manusia di dunia semua sama, berarti itu mustahil dan tak akan pernah sama.

Perbedaan, kata Liber Simbolon, jangan dipertentangkan , tapi harus diambil hikmah dan manfaatnya serta artinya. Di dalam perbedaan bisa saling mengisi dan melengkapi keterbatasan masing-masing menjadi sesuatu yang sempurna dan indah bagi kebersamaan , bukan malah jadi bencana. 

"Pemilihan kepala daerah adalah sebagai jalan demokrasi yang diamanatkan undang-undang. Mari lepaskan ego yang sering jadi penghambat kebersamaan dan kedamaian serta pembawa musibah dalam hidup," katanya.

Indonesia adalah salah satu negara yang memiliki sumber daya alam melimpah, sehingga menjadi salah satu daya tarik buat investor asing bahkan sebuah negara untuk menguasai.

Pilkada harus melahirkan pemimpin yang bertanggung jawab  dalam pembangunan dan kesejahteraan masyarakat. Kalau tidak maju signifikan berarti ada yang salah dan harus menyadari adanya perubahan. Masyarakat harus memilih dan berjiwa rela menjadi peserta dalam proses pemilihan kepala daerah.

 Hal ini adalah semata untuk memilih pemimpin yang bersih, melayani masyarakat sehingga relawan membantu agar saat proses pemilihan kepala daerah tidak dicurangi dan ditelikung.

"Kita yang menciptakan perubahan itu dan kita yang mewujudkannya, Sumut pasti lebih baik," ujar Liber Simbolon, aktivis dan Tokoh Muda Batak.(ril)
  BeritaTerkait
  • Ephorus HKBP dan Wakil Presiden Jusuf Kalla :"Keberagaman Bukan Ancaman Melainkan Karunia, Kekuatan, dan Kekayaan"

    6 bulan lalu

    Laporan: Pdt. Alter Pernando Siahaan, Sekretaris Khusus Ephorus HKBPEphorus HKBP Pdt. Dr. Darwin Lumbantobing melayani Ibadah Raya (Pesta Bolon) Marga Simbolon, Sabtu 8 Juli 2017,  di Gelanggang

  • Satpol PP Kedepankan Langkah Preventif dan Peka Terhadap Perkembangan Sosial Masyarakat

    8 bulan lalu

    Binjai (Pelita Batak) :Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Tengku Erry Nuradi meminta dan menekankan kepada seluruh jajaran personil di Sumut untuk mengedepankan langkah preventif dan peka terhadap perkem

  • Jargon Minoritas-Mayoritas Keagamaan Belum Hilang

    tahun lalu

    Jakarta (Pelita Batak) : Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Persatuan Inteligensia Kristen Indonesia (PIKI) Masa Bakti 2015 – 2020, Baktinendra Prawiro,MSc,MH mengatakan persoalan politik di I

  • DKI Jakarta : Rumah Kita Bersama

    10 bulan lalu

    PILKADA serentak tahun 2017 telah terselenggara secara langsung, demokratis, aman, selamat, dan sukses. Penyelenggaraan tahun 2017 ini melanjutkan kesuksesan dan semakin melengkapi keberhasila

  • Tulisan Kedua: Menyambut Seminar Ekklesiologi HKBP - Komisi Teologi HKBP Menuju Sebuah Gereja Pendeta?

    9 bulan lalu

    Oleh: Ephorus Emeritus HKBP Pdt. Dr.  J.R. Hutauruk   Paparan ini merupakan lanjutan dari paparan terdahulu yang telah terkirim kepada Komisi Teologi HKBP via email, 17 April lalu

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2018 Pelita Batak Online. All Rights Reserved. Design by. ariewebnet