• Home
  • News
  • Liber Simbolon : Bandara Silangit Sumatera Utara Dibangun Saat Pendudukan Jepang
KSP Makmur Mandiri
Jumat, 03 November 2017 11:17:00

Liber Simbolon : Bandara Silangit Sumatera Utara Dibangun Saat Pendudukan Jepang

BAGIKAN:
Ist
Dekan Fakultas Ekonomi Unita Joan Berlin Damanik SE, MM, Ir Erik Gultom, Martogi Sitohang (Musisi/Seruling Sang Guru), Suryani Harianja (Pimpinan Noma Pro Production), Dr (C) Liber Simbolon, M.Kom (Dosen Universitas Bung Karno Jakarta), Samosir, Senin 1
Pangururan(Pelita Batak): Upaya pemerintah untuk membenahi berbagai sektoral infrastruktur antara lain pariwisata, perkebunan, pelabuhan, pertanian, jalan tol, lapangan udara  di Sumatera Utara menimbulkan efek pertumbuhan ekonomi. Dimana pertumbuhan di tahun 2016 menurut data BPS Sumut 5,18 persen masih jauh dibawah daerah lainnya di Indonesia. Persesmian Bandar Udara Silangit yang punya sejarah kuat bahi bangsa Indonesia dibangun pada masa penjajahan Jepang,  tahun 1944 dan hingga akhirnya bisa didarati pesawat berbadan lebar.

Demikian dikatakan Liber Simbolon, Sekretaris Eksekutif DPP Forum Bangso Batak Indonesia (FBBI) saat Diskusi dengan tokoh-tokoh dan pimpinan masyarakat Kabupaten Samosir di Palito Coffe, Samosir, Danau Toba, Sumatera Utara, Senin 1 November 2017.

Kesejahteraan masyarakat sangat penting, kata Liber Simbolon, umumnya kita penuh gelombang politik sesuai selera masing-masing dan hal itu adalah sebuah dinamika demokrasi. Namun ketika berbicara upaya pembangunan daerah harus dirumuskan dengan konsep yang matang dan jangan asal jadi. 

"Semisal Kabupaten Samosir, prakiraan saya kalau tidak salah, seremonial promosi wisata diberbagai tempat tentu sangat lazim (Dibutuhkan dana yang begitu besar dengan biaya promo dan mendatangkan konsep adaptasi atau sekedar rutinitas kegiatan pemakaian anggaran) menjadi salah satu pertanyaan oleh masyarakat apakah pertumbuhan ada korelasi dengan kesejahteraan," ujarnya.

Namun hal ini perlu pembenahan yang signifikan di berbagai sektor baik pariwisata, pertanian, pendidikan, kesehatan, lingkungan dan seni budaya agar masyarakat penuh dengan hati ikut berdaya guna untuk pembangunan dengan memperhatikan dan menjaga kearifan lokal.

"Masyarakat saat ini sangat bermajemuk/beragam, dan butuh kepercayaan dari lembaga pemerintahan atau stake holder (Eksekutif, Legislatif,Yudikatif, Lembaga/Ormas Profit dan non profit baik tingkat pimpinan daerah, wilayah maupun pemerintah pusat.
Kebutuhan demokrasi bukan pragmatisme suatu generasi yang mau maju sendiri, puritanisme eksklusifisme atau mengistimewakan keagamaan yang tidak kredibel dengan cita-cita demokrasi antara lain good governence, pembangunan masyarakat, infrastruktur SDM dan SDA baik berupa pemeliharaan Sumber Daya Alam sesuai kebutuhan dan fungsinya," ujar Liber Simbolon.

Ditambahkan, baru-baru ini digelar berbagai pesta atau event di Danau Toba, baik sebagai promosi wisata yang hasilnya  adalah untuk pembangunan dan kesejahteraan masyarakat, salah satunya, Samosir Jazz Festival, yang juga dihadiri Bupati Samosir Rapidin Simbolon, MM. Kegiatan ini sangat apresiatif untuk mengebolarisasi ide dan praktek, namun harapannya harus di sinkronkan dengan kebutuhan masyarakat serta konsumsi peminatan wisatan lokal dan mancanegara. Jangan ada opsi atau pilihan lainnya dengan adanya banyak kegiatan yang menimbulkan daya serap anggaran yang tinggi tanpa memperhatikan seluruh lapisan kepentingan pembangunan kesejahteraan masyarakat.

"Setuju dan cukup menarik dengan kolaborasi ide dan praktik pada setiap program pemerintahan berdasarkan kebutuhan daerah, contoh promosi kawasan Danau Toba, dalam tanda petik sikap pimpinan dan anggota/staf pemerintahan jangan hanya membeo setiap keputusan oleh pemberi keputusan, solusi harus dipetakan agar eksploitasi segala sumber daya berdasarkan fungsi dan kelayakannya. Untuk kebaikan harus berani berbeda yang menghasilkan nilai kemajuan dan kesejahteraan masyarakat. Salah satu nya adalah teori ketergantungan (depensia) yaitu eksploitasi untuk menarik daya wisata untuk berkunjung ke Sumut, secara khusus ke Samosir dan daerah Kawasan Danau Toba lainnya tanpa memperhatikan nilai-nilai kearifan lokal baik seni budaya dan eksotisme pemandangan yang menjadi daya magnet wisatawan," ujar Liber Simbolon, anak Muda berusia 29 tahun yang juga Dosen Universitas Bung Karno Jakarta ini. 

Joan Berlin Damanik, Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Sisingamaraja XII Tapanuli (UNITA) mengatakan dengan dibukanya penerbangan ke Bandara Silangit merupakan potensi yang besar pertumbuhan ekonomi masyarakat dan pendapatan asli daerah. Bandara Silangit, Tarutung, sudah lama dicanangkan oleh tokoh-tokoh masyarakat Sumatera Utara dan bertujuan ingin meningkatkan pariwisata Kawasan Danau Toba sendiri, yang saat itu menjadi bandara perintis, yang pada akhirnya, saat ini di bulan Oktober menjadi bandara Internasional di Sumatera Utara sebagai alternatif penyangga bandara Internasional Kualanamu Medan.

Sejauh ini, berdasarkan data Angkasa Pura II sebagai operator pengelola bandara, mununjukkan pertumbuhan penumpang yakni di tahun 2016 jumlah penumpang 150.000 penumpang, sementara per September 2017 jumlah penumpang 193.390 penumpang.

"Per Oktober 2017 Bandara Silangit naik status  dari bandara perintis menjadi skala Internasional. Bandara Silangit menjadi gerbang perubahan Tapanuli raya, pada saat acara peresmian yang dihadiri oleh Menteri Perhubungan Budi Karya dan Menko Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan bersama pimpinan daerah Sumut diresmikan menjadi Bandara Internasional Silangit dan dilaporkan terjadi peningkatan sekira 50.000 ribu penumpang. Artinya per Desember Akhir 2017 diperkirakan bisa 300.000 penumpang, bertepatan dengan perayaan hari raya Natal dan pergantian tahun baru 2018," kata Joan Berlin Damanik.

Sementara Nasib Simbolon, anggota DPRD Samosir mengatakan pihak legislatif bersama pimpinan pemerintahan daerah bersinergi untuk mewujudkan pembangunan dengan mempertimbangkan berbagai kearifan lokal.

 "Demi kemajuan bersama, kepentingan masyarakat harus dijaga dan diberi penjelasan oleh pemerintah dalam konteks pembangunan agar tidak terjadi saling bersinggungan, karna semua untuk kepentingan umum tentu untuk menarik wisatawan lokal dan global agar antusiasme mengunjungi Danau Toba untuk nilai-nilai budaya, lingkungan dan lainnya agar menumbuhkan masyarakat Pendapatan Asli Daerah (PAD) meningkat demi kesejahteraan masyarakat," kata Nasib Simbolon.

Ketua SPSI Kabupaten Samosir, Paul Silalahi, sejauh untuk kepentingan bersama, kelancaran pembangunan infrastruktur di kawasan Danau Toba secara khusus Kabupaten Samosir perlu didukung dengan pola komunikasi yang aktif memberi masukan dan proses hasil agar sinergitas tetap terjaga. 
Rangkaian acara diskusi dihadiri Joan Berlin Damanik ( Dekan Fakultas Ekonomi Univ. Sisingamaraja XII Tapanuli (UNITA), Dr (C) Liber Simbolon, M.Kom, Martogi Sitohang, S.Sn (Musisi/Seruling Sang Guru), Suryani Harianja (Pemerhati Wisata Asal Bali/ Pimpinan NOMA PRO Production, Ir. Pahalatua Simbolon (Owner Palito Coffee Pangururan-Samosir), Nasib Simbolon (Anggota DPRD Samosir), Erick Gultom, ST, Paul Silalahi (Ketua SPSI Kab. Samosir), J. Sihotang,  Pio Marulitua S,  S, Sos. (*)
  BeritaTerkait
  • Liber Simbolon : Presiden RI Pertama Ir. Soekarno Pernah Berkunjung ke Bandara Internasional Silangit, Danau Toba Sumatera Utara

    8 bulan lalu

    Silangit (Pelita Batak): Pembantu Rektor II,  Artha Hutahaean, SP, MP menyampaikan rencana program kerja UNITA yaitu  akan melakukan ABDIMAS ke Kecamatan Muara, hal ini adalah untuk melaksan

  • Liber Simbolon : Presiden RI Pertama Ir Soekarno Pernah ke Bandara Internasional Silangit, Danau Toba

    8 bulan lalu

    Silangit(Pelita Batak): Bandara Internasional Silangit bisa menjadi ikon Batak Raya ataupun Promosi Kawasan Danau Toba. Presiden Joko Widodo meresmikan Bandara Internasional Silangit Jumat, 24 Novembe

  • Menpar dan Gubsu ke Hangzhou Jalin Kerjasama Kembangkan Wisata Danau Toba

    2 tahun lalu

    HANGZHOU CITY, CHINA (Pelita Batak) :Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya dan Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Tengku Erry Nuradi mengunjungi Kota Hangzhou di China guna menjalin sejumlah kerjasama untuk membangun dan mengembangkan wisata Danau Toba.

  • Jokowi Sebut Danau Toba Cantik dari Sudut Manapun

    9 bulan lalu

    Tapanuli Utara (Pelita Batak):Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengunjungi kawasan wisata Panatapan Huta Ginjang di Kabupaten Tapanuli Utara pada rangkaian kunjungan kerja di Sumatera Utara, Sabtu (14/10

  • Danau Toba Siap Sambut Presiden Jokowi pada Perayaan Natal Nasional di Humbahas

    2 tahun lalu

    Medan(Pelita Batak): Menjadi salah satu destinasi prioritas yang ditetapkan Presiden Joko Widodo dan Kementerian Pariwisata (Kemenpar), membuat Danau Toba semakin banjir acara. Jumlah wisatawan yan

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2018 Pelita Batak Online. All Rights Reserved. Design by. ariewebnet