• Home
  • News
  • Lake Toba Forum akan Dihadiri Puluhan Dubes ASEAN Dan Afrika
KSP Makmur Mandiri
Selasa, 14 November 2017 14:17:00

Lake Toba Forum akan Dihadiri Puluhan Dubes ASEAN Dan Afrika

BAGIKAN:
ist|Pelitabatak
Medan (Pelita Batak):
Pemerintah Provinsi Sumatera Utara bersama Forum of Small Medium Economic Africa Asean (FORSEAA) akan menggelar Lake Toba Forum yang akan dihadiri puluhan Dubes negara-negara Afrika dan Asean pada pertengahan Desember mendatang. 

Hal itu disampaikan Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Tengku Erry Nuradi didampingi Duta Besar Seychelles untuk Indonesia Nico Barito usai menggelar Rapat Persiapan bersama kabupaten/kota di kawasan Danau Toba di Museum Negeri Sumut, Senin (13/11/2017). 

Lake Toba Forum direncanakan akan digelar setiap tahun dalam rangka membahas pengembangan Usaha Kecil Menengah (UKM) di bidang industri kecil, pariwisata dan budaya, pertanian dan pengolahan pangan dan inovasi pengetahuan dan tekonologi di negara-negara Afrika dan Asean.

Tengku Erry mengatakan Lake Toba Forum merupakan salah satu upaya pihaknya untuk memajukan Kawasan Danau Toba. Dengan menggandeng Nico Barito, diharapkan Lake Toba Forum yang digelar sekaligus mampu mengangkat Danau Toba sebagai salaah satu destinasi andalan dunia.

"Beliau pernah bertugas di PBB dan pada tahun 2005, Sumut pernah menjadi tuan rumah Lake Toba Summit,  pertemuan gubernur seluruh dunia, dan beliau lah yang memprakarsai," jelas Tengku Erry.

Dalam rangka memajukan kawasan Danau Toba, lanjut Gubsu, Pak Nico akan membawa 25-30 Dubes negara-negara Afrika dan Asean untuk hadir pada Lake Toba Forum. "Ini adalah salah satu hal yang baik sekali, karenanya para kepala daerah diharapkan bisa menyampaikan peluang investasi di daerahnya. Ini tentu peluang yang harus dimanfaatkan dengan seaiknya. Forum ini diharapkan teragendakan setiap tahun," ujar Erry Nuradi.

Sementara itu Nico Barito menjelaskan tujuan dari penyelenggaraan Lake Toba Forum untuk mengangkat Danau Toba. "Mudah mudahan bisa digelar setiap tahun agar program tahuan bisa dievaluasi dan ada progress ke depan," katanya.

Menurut Nico hal paling utama dalam pengembangan kawasan Danau Toba adalah membangun kesertaan masyarakat. Menurutnya bicara pembangunan Danau Toba bukan hanya soal investasi dan kapitalis saja.

"Bagaimana Danau Toba bisa berkembang kalau masyarakat tidak siap, bagai mana Danau Toba bisa maju, kalau infrastruktur tapi air dan sanitasi buruk. Ada dua faktor yang mendongkrak Danau Toba yaitu alam dan budaya yang menawan ditambah dengan kearifan lokal," jelasnya.

Untuk itu masyarakat harus siap yang diantaranya bisa disiapkan melalui forum-forum kecil secara bertahap.  "Mudah-mudahan melalui forum yang dilaksanakan dengan mendatangkan duta besar, biro perjalanan, perusahaan penerbangan inbternasional, investor hotel, perusahaan penerbangan internasional, kita harapkan Danau Toba terjual, karena daya tarik ada," ujarnya.

Sementara itu Nico Barito menjelaskan FORSEAA adalah sebuah organisasi antar pemerintah dengan sekertariat tetap di Jakarta, Indonesia yang dikukuhkan oleh Keputusan Menteri Koperasi dan Usaha Kecil RI No 29/Kep/M.KUKN/IX/2014 tanggal 29 September 2014. Pendiri perdana adalah pemerintah Seychelles dan Indonesia dengan tujuan mengelola kelancaran dari usaha dan program kegiaan demi mewujudkan potensi ekonomi baru melalui kekuatan UKM.(TAp)
  BeritaTerkait
  • 50 Dubes Asia Afrika Ikuti Lake Toba Forum di Parapat

    7 bulan lalu

    Medan (Pelita Batak):Sebanyak 50 Duta Besar (Dubes) yang berasal dari Asia-Afrika mengikuti Lake Toba Forum dalam rangka Summit Pariwisata Berbasis Geopark di Parapat, Simalungun, Sabtu (16/12). Guber

  • Wapres Buka Musyawarah Masyarakat Adat Batak 2016

    2 tahun lalu

    Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla (JK) mengatakan, perbedaan suku, adat istiadat dan agama justeru membuat Indonesia kuat. Perbedaan tersebut juga merupakan kekayaan khazanah bangsa yang tidak dimiliki bangsa lain.

  • Ulos Warisan Budaya Bangso Batak Jadi Media Diplomasi Kebudayaan

    2 tahun lalu

    Jakarta (Pelita Batak) : Yayasan Pencinta Danau Toba (YPDT) memandang perlu dan penting untuk mengangkat kembali ulos menjadi warisan leluhur bangsa Batak untuk dilestarikan. Karena itu, di Sekretariat YPDT di Cawang, Jakarta Timur, YPDT mengadakan disku

  • Yayasan Pencinta Danau Toba (YPDT) Gelar Diskusi Kamisan: Dulu, Ada Doa Khusus untuk Tenun Ulos Batak

    2 tahun lalu

    Jakarta(Pelita Batak): Ulos adalah salah satu kekayaan warisan leluhur bangsa Batak. Kondisi warisan leluhur tersebut makin tergerus oleh minimnya minat kita mencintai ulos. Generasi muda makin tid

  • OJK Gelar ASEAN Insurance Regulators Meeting (AIRM) Ke-19 di Yogyakarta

    2 tahun lalu

    Yogyakarta(Pelita Batak): Otoritas Jasa Keuangan menjadi penyelenggara sekaligus pemimpin pertemuan ASEAN Insurance Regulators Meeting (AIRM) ke-19 yang digelar 21-25 November 2016 di Yogyakarta.

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2018 Pelita Batak Online. All Rights Reserved. Design by. ariewebnet