• Home
  • News
  • Kuat Dugaan, Bantuan Mobiler untuk Warga Korban Bencana Ledakan Bom di Sibolga Diselewengkan
KSP Makmur Mandiri
Senin, 02 September 2019 15:26:00

Kuat Dugaan, Bantuan Mobiler untuk Warga Korban Bencana Ledakan Bom di Sibolga Diselewengkan

BAGIKAN:
Ist|PelitaBatak
Satria Chairan Andika Napitupulu, ketua Aliansi Pergerakan Mahasiswa Sibolga-Tapanuli Tengah
Medan (Pelita Batak):
Bantuan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara yang disalurkan terhadap masyarakat korban bom yang terjadi di kota Sibolga, 12-13 Maret 2019, masih menyisakan pertanyaan di masyarakat. Bantuan yang diterima warga, diduga nyaris jauh dari kualitas yang ditentukan.

Tindakan para oknum yang dipercayakan mengerjakan penyaluran bantuan tersebut  dinlai telah melanggar UU No 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana pasal 78 yang berbunyi "Setiap orang yang dengan sengaja menyalahgunakan pengelolaan sumber daya bantuan bencana sebagaimana dimaksud dalam Pasal 65, dipidana dengan pidana penjara dengan penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 4 (empat) tahun atau paling lama 20 (dua puluh) tahun dan denda paling sedikit Rp6.000.000.000,00 (enam miliar rupiah) atau denda paling banyak Rp12.000.000.000,00 (dua belas miliar rupiah)". 

Sesuai SK Gubernur Nomor 188.44/354/KPTS/2019 Tentang Penggunaan Belanja Barang Tidak Terduga Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Provinsi Sumatera Utara Tahun Anggaran 2019 Untuk Penanganan Tanggap Darurat Korban Ledakan Bom di Kota Sibolga, total jumlah bantuan secara keseluruhan adalah sebesar Rp 1.751.000.000,-. Adapun komponen dari anggaran sebesar Rp 1.751.000.000,- ini adalah Rp 363.000.000,- untuk bantuan stimulan renovasi rumah terhadap 121 rumah masyarakat yang terkena dampak bom dengan pembagian sebesar Rp 3.000.000,-/rumah, Rp 392.000.000,- untuk biaya operasional darurat dalam rangka penanganan tanggap darurat bencana ledakan bom di Kota Sibolga, Rp 87.000.000,- untuk bantuan renovasi Masjid, Gereja, Madrasah dan PAUD yang terkena dampak ledakan bom, dan Rp 909.000.000,- bantuan mobiler untuk korban ledakan bom yang dibagikan sebanyak 303 KK.

Perihal bantuan mobiler, bantuan yang dibagikan kepada masyarakat berupa barang sebanyak 15 item/KK diantaranya 1 buah kompor gas 2 tungku merk Cosmos, 1 buah kipas angin merk Saga, 1 buah setrika merk Maspion, 1 buah dispenser merk Natsuper, 1 buah galon air, 2 buah baskom dengan ukuran jumbo, 2 buah wajan, 2 buah baskom dengan ukuran menengah, 1 buah blender merk Jumbo, 2 buah kursi plastik dan 1 buah meja plastik. Dari hasil audiensi kami kepada BPBD Provinsi Sumatera Utara yang diterima oleh bendahara dan kasubbag keuangan, menjelaskan dana bantuan untuk mobiler sebesar Rp 909.000.000,- dibagikan sebanyak 303 KK.

Yang menjadi dugaan di masyarakat korban bencana ledakan bom adalah, apakah barang yang diterima masyarakat sudah sesuai perealisasiannya dari harga satuan yang sudah diadakan oleh BPBD Provinsi Sumatera Utara. Masyarakat menduga, bantuan mobiler yang diterima mereka berupa 15 item tersebut tidak sampai berjumlah Rp 909.000.000,-/303 KK sesuai harga satuan pasar.

Dari harga satuan pasar yang ditelusuri oleh masyarakat dan mahasiswa, diantaranya untuk 1 buah kompor gas 2 tungku merk Cosmos dengan harga satuan pasar sebesar Rp 300.000,00, 1 buah kipas angin merk Saga dengan harga satuan pasar Rp 250.000,00, 1 buah Setrika merk Maspion dengan harga satuan pasar sebesar Rp 150.000,00, 1 buah Dispenser merk Natsuper dengan harga satuan pasar Rp 100.000,00, 1 buah Blender merk Jumbo dengan harga satuan pasar Rp 250.000,00, 1 buah galon air dengan harga satuan pasar Rp 50.000,00, 2 buah wajan dengan harga satuan pasar Rp 100.000,00/wajan menjadi Rp 200.000,00, 2 buah baskom dengan ukuran besar dengan harga satuan pasar Rp 100.000,00/baskom menjadi Rp 200.000,00, 2 buah baskom dengan ukuran menengah dengan harga satuan pasar Rp 75.000,00 menjadi Rp 150.000,00, 2 buah bangku plastik dengan harga satuan pasar Rp 60.000,00 menjadi Rp 120.000,00, dan 1 buah meja plastik dengan harga satuan pasar sebesar Rp 80.000,00. 

Diduga total nilai keseluruhan item barang berkisar sejumlah Rp 1.850.000,-/KK dan apabila ditambah pajak 10% sebesar Rp 185.000,- maka akumulasi nilai barang yang diterima masyarakat sebesar Rp 2.035.000,-/KK. Maka akumulasi 303 KK dikali Rp 2.035.000,-/KK adalah sebesar Rp 616.605.000 ,-.

"Kami meminta kejujuran dari kepala BPBD Provinsi Sumatera Utara, apakah benar bantuan yang kami terima sudah sesuai dengan peruntukan kepada kami seperti yang diamanatkan oleh bapak Gubernur dan Wakil Gubernur. Kami meminta transparansi bapak dalam permasalahan ini. Jangan lah sampai pak, kami yang sudah tertimpa musibah ini dengan kerusakan rumah dan gangguan psikologis terhadap kami, ditambah lagi dengan situasi bantuan terhadap kami pun menimbulkan dugaan-dugaan diantara kami masyarakat korban bencana ledakan bom. Itu saja nya pak. Kalau memang hak kami ada, berikan lah pak. Dan kami juga berterimakasih kepada bapak gubernur Sumatera Utara bapak Edy Rahmayadi dan Bapak Wakil gubernur Sumatera Utara Bapak Musa Rajeckshah yang telah memberikan bantuan terhadap kami," disampaikan oleh Nur Sarida, Kordinator masyarakat korban Bom kepada wartawan, Senin (2/9/2019).

Senada dengan itu, oleh Satria Chairan Andika Napitupulu, ketua Aliansi Pergerakan Mahasiswa Sibolga-Tapanuli Tengah, "Kami sudah melakukan proses advokasi terhadap masyarakat korban bencana ledakan bom ini selama 4 bulan. Memang, sudah ada beberapa bantuan yang selama ini menjadi hak masyarakat diturunkan, namun itupun melalui proses yang lama dan panjang. Terhitung bersama masyarakat, kami sudah melakukan audiensi sebanyak 3 kali kepada DPRD kota Sibolga serta melakukan demonstrasi sebanyak 2 kali. Bahkan kemarin, tanggal 22 Agustus 2019 bertempat di Masjid Agung Kota Medan, Alhamdulillah Pak Wakil Gubernur mau menerima dengan baik aspirasi masyarakat korban dalam hal ini kami yang mewakili.

Kami juga berharap, apa yang menjadi hak dari masyarakat korban bencana ledakan bom di kota Sibolga tertunaikan sebagaimana mestinya dengan prinsip transparansi dan berkeadilan. Sehingga bisa membantu memulihkan kondisi masyarakat baik secara materil maupun secara moril."

Ditakakannya, dirinya bersama kawan-kawan yang tergabung dalam Aliansi Pergerakan Mahasiswa Sibolga-Tapanuli Tengah hanya mengawal masyarakat dalam proses advokasi terhadap hak-hak masyarakat korban bencana ledakan bom ini. (TAp)
  BeritaTerkait
  • GMKI Wilayah I Sumut-NAD Aksi Solidaritas untuk Korban Banjir Padangsidempuan

    3 tahun lalu

    Medan (Pelita Batak) : Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Wilayah I Sumut-NAD menggelar aksi solidaritas untuk membantu korban bencana banjir di Padangsidempuan. Aksi solidaritas dilakuka

  • Gunung Sinabung Kembali Bergejolak, Warga Dihimbau Jauhi Zona Merah

    3 tahun lalu

    Warga seputaran Gunung Sinabung diimbau waspada dan menjauhi kawasan gunung. Pasalnya gunung tersebut kembali bergejolak dengan  menunjukkan peningkatan aktivitas yang sangat signifikan.

  • Wakili Pemko Medan, Kepala BPBD Serahkan Bantuan Korban Kebakaran

    3 tahun lalu

    Medan (Pelita Batak) : Walikota Medan Drs. H. T. Dzulmi Eldin S. M.Si diwakili Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Medan, Arjuna Sembiring, S.Sos, M. AP, menyerahkan bantuan ke

  • Korban Banjir Bandang di Desa Batunagodang Kecamatan Onan Ganjang Harapkan Bantuan Pemkab Humbahas.

    2 tahun lalu

    Onanganjang,Humbanghasundutan (Pelita Batak): Banjir bandang yang terjadi di Desa Batunagodang Kecamatan Onan Ganjang menyisakan peresaan pilu bagi korban yang lahan pertaniannya tersapu akibat han

  • Anggota DPRD dan Wali Kota Tinjau Korban Kebakaran Kelurahan Sei Kera II

    2 tahun lalu

    Medan (Pelita Batak) :Wali Kota Medan, Drs H T Dzulmi Eldin S Msi bersama Anggota DPRD Medan Anton Panggabean SE MSi meninjau lokasi kebakaran di Jalan M Yakub, Lingkungan VIII dan IX, Kelurahan Sei K

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2019 Pelita Batak Online. All Rights Reserved. Design by. heriweb