• Home
  • News
  • Kopi Sidikalang Dipamerkan di MICF 2016
KSP Makmur Mandiri
Jumat, 13 Mei 2016 15:42:00

Kopi Sidikalang Dipamerkan di MICF 2016

BAGIKAN:
Wakil Wali Kota Medan Akhyar Nasution saat pembukaan MICF 2016 di Hermes Place Medan, Jumat (13/5/2016).

Medan (Pelita Batak)
Wakil Wali Kota Medan, Akhyar Nasution membuka Medan International Coffe Festival  (MICF)  2016 di Atrium Hermes Palace Jalan Mongonsidi Medan, Jumat (13/5/2016). Selain menjadi ajang silaturahmi antar jejaring pelaku usaha kopi, even ini juga diharapkan dapat meningkatkan industri pariwisata Kota Medan melalui kopi.

Atas nama Pemko Medan, Akhyar menyambut baik dan mendukung penuh digelarnya MICF. Dia ingin event ini dijadikan momentum untuk pengembangan kopi nasional ke depan dengan dibangunnya kerjasama kemitraan strategis antara petani kopi, perusahaan industri pengolahan kopi serta pedagang maupun eksportiri kopi yang berasaskan saling menguntungkan, keseimbangan dan kesetaraan.

Diungkapkan Akhyar, Indonesia merupakan negara terbesar ketiga penghasil kopi di dunia setelah Brazil dan Vietnam dengan produksi rata-rata sebesar 685 ribu ton per-tahun (8,9 %) Dari produksi kopi dunia. Saat ini ada 11 kopi Indonesia yang telah mempunyai indikasi geografis, salah satu yang terkenal di dunia adalah Luwak Kopi.

Untuk Sumatera Utara bilang Akhyar, yang terkenal Kopi Sumatera Arabika dari Simalungun Utara. Kemudian, Kopi Sidikalang, Kopi Mandailing, Kopi Tarutung sampai Kopi Lintong. Keseluruhan kopi ini sangat diminati para penggemar kopi baik dalam negeri maupun luar negeri. Sebab, mereka mengetahi khasiat kopi bagi kesehatan dan kini menjadi gaya hidup masyarakat masa kini.

Oleh karenanya Akhyar berharap event yang berlangsung selama 3 hari ini, dapat mendorong seluruh stakeholders kepariwisataan, utamanya dalam memajukan industri kopi nasional, sehingga kopi asal Sumatera Utara lebih terkenal lagi dan mendapat tempat di hati para penikmat maupun pecinta kopi.

“Semoga event ini menjadi pendorong bagi para pengusahadi bidang industri pengolahan kopi untuk memeprkenalkan produk, kualitas dan citra merek mereka masing-masing, serta memperoleh berbagai masukan dari para pelanggannya,” kata Akhyar.

Selanjutnya Akhya berpesan, upaya pengembangan diversifikasi produk kopi olahan mempunyaki arti sangat penting dalam upaya meningkatkan konsumsi kopi yang saat ini terus meningkat sejalan dengan menjamurnya usaha Coffe Shop di Kota Medan. Di samping itu tuntutan konsumen kopi dunia yang menghhendaki produk-produk kopi back to nature,  seperti kopi organic dan kopi spesial dengan cita rasa tertentu  sesuai dengan indikasi geografis.

Pembukaan MICF 2016 turut dihadiri Kol. F.Y Suatan mewakili Pangdam I/BB,  Begawan Manajemen sekaligus Mantan menteri BUMN Pertama, Tanri Abeng, Ketua AEKI Sumut, Saidul Alam, Plt Kadis Kebudayaan dan Pariwisata Kota Medan, Hasan Basri, Kadis Koperasi dan UMKM Kota Medan, Arjuna Sembiring, serta para pelaku dan segenap stakeholder pariwisata maupun pecinta kopi.

Di kesempatan itu Akhyar dan Tanri sempat meracik dan menyedu kopi secara bersamaan disaksikan seluruh yang hadir. Selanjutnya, kopi  hasil gawean mereka dibagikan kepada sejumlah undangan untuk selanjutnya diserumput bersama-sama.  Setelah itu Akhyar dan Tanri meninjau stand yang ada di area MICF 2016.

Sementara itu  Aziza Fariza selaku  Ketua Panitia MICF 2016 mengatakan, event ini diikuti 30 peserta yang berasal sejumlah daerah di Indonesia seperti Palembang, Surabaya, Bekasi, Jakarta dan Makasar. Aziza berharap melalui MICF 2016, pemerintah  lebih perhatian lagi dengan  para pelaku kopi sehingga membangun industri kopi.

“Di tahun ini kami sengaja memilih tema, “Spirit of Sumatera Coffe” yang inti artinya semangat anak muda Indonesia diaman terkenal lugas, terbuka, keras,” jelas Aziza.

Menurut Aziza, kopi Indonesia, terutama  asal Sumut sudah terkenal sampai dunia. Namun ia mengaku miris, sebab usaha untuk meningkatkan para petani kopi masih sangat minim. “Semoga melalui event ini, perhatian terhadap para petani kopi semakin meningkat lagi. Dengan demikian bisnis kopi menjadi bisnis yang besar sehingga menjadi ikon baru di Sumut,” harapnya. (TAp)
 

  BeritaTerkait
  • Ini 10 Destinasi di Danau Toba Yang Oke Banget Buat Libur Lebaran

    3 bulan lalu

    Balige (Pelita Batak):Siapa yang berani meragukan keindahan Danau Toba? Danau yang ada di Sumatera Utara ini, menjadi salah satu objek wisata andalan Indonesia. Danau Toba juga lokasi tepat untuk meng

  • 'Aroma Toba Coffee' Tembus Pasar Korea Selatan

    2 tahun lalu

    Akhir-akhir ini, masyarakat seolah demam kopi. Khususnya di pusat kota, usaha kuliner yang menyajikan khusus kopi semakin menjamur. Tidak heran, slogan kopi terbaik masih disandang kopi hasil bumi Sumatera Utara khususnya tepian Danau Toba. Buktinya, seja

  • Gubsu Minta Gali dan Kembangkan Kearifan Lokal

    2 tahun lalu

    Sidikalang (Pelita Batak) : Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Ir H T Erry Nuradi MSi menutup Pesta Budaya Njuah-njuah Tahun 2016, Jumat (30/9/2016) di Stadion Panji Sidikalang Kabupaten Dari. Ribuan warga Dairi menyaksikan kemeriahan Penutupan Pesta Budaya

  • Didampingi Akhyar Nasution, Gubernur Ucapkan Selamat Kepada Rakyat Amerika

    2 tahun lalu

    Medan (Pelita Batak) : Atas nama Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dan masyarakat Sumatera Utara, Gubernur Sumatera Utara Tengku Erry Nuradi mengucapkan selamat kepada rakyat Amerika Serikat ata

  • Melalui MICF 2017 Medan Jadi Kota Kopi

    tahun lalu

    Medan (Pelita Batak) :Wali Kota Medan, Drs H T Dzulmi Eldin S Msi mendukung kembali digelarnya Medan Internasional Coffee Festival (MICF) 2017 di Hermes Polonia Jalan Monginsidi. Event yang berlangsun

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2018 Pelita Batak Online. All Rights Reserved. Design by. heriweb