• Home
  • News
  • Kerjasama Berakhir, LPTK akan Tetap Lanjutkan Program USAID PRIORITAS
Senin, 27 Februari 2017 19:11:00

Kerjasama Berakhir, LPTK akan Tetap Lanjutkan Program USAID PRIORITAS

BAGIKAN:
Usaid Prioritas
Lynn Hill, Teaching and Learning Adviser USAID PRIORITAS menyerahkan piagam penghargaan kepada sekolah mitra mengakhir program USAID PRIORITAS yang telah berlangsung kurang lebih lima tahun, Senin 27 February 2017
Makassar(Pelita Batak): Setelah hampir lima tahun mengadakan kerjasama,  program USAID PRIORITAS dan LPTK (Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan) berakhir pada bulan February 2017. Program ini telah berhasil melatih kurang lebih 1000 dosen dan 450 pendidik terdiri dari guru, kepala sekolah, komite sekolah mitra. 
 
"Kita berharap program baik ini tetap dilanjutkan," kata Lynn Hill, Teaching and Learning Adviser USAID PRIORITAS saat membuka pertemuan enam universitas mitra dan konsorsia USAID PRIORITAS di hotel Swiss Bel In Panakukkang, Senin 27 Februari 2017.
 
LPTK yang terlibat dalam kerjasama tersebut adalah UIN Alauddin dan Universitas Negeri Makassar beserta konsosianya yaitu Universitas Muhammadiyah Parepare, Universitas Muhammadiyah Makassar, Universitas Cokroaminoto Palopo dan IAIN Palopo. Dalam kerjasama tersebut, USAID PRIORITAS juga melatih para pendidik yang  berasal dari 18 sekolah mitra atau lab dua LPTK mitra yaitu UIN Alauddin dan UNM.  
 
Selama lima tahun para dosen telah dilatih pembelajaran aktif, pendalaman konten terhadap berbagai mata kuliah seperti IPA, Matematika, bahasa Indonesia,  bahasa Inggris dan IPS, dan manajemen berbasis sekolah, penelitian tindakan kelas, peningkatan kolaborasi dosen, guru pamong dan mahasiswa PPL dan lain-lain. 
 
Demikian juga para pendidik sekolah, mereka mendapatkan pelatihan metode pembelajaran aktif, manajemen berbasis sekolah, peningkatan partisipasi masyarakat dan budaya baca. Program USAID PRIORITAS berbasis menyeluruh, artinya semua pihak yang terlibat di sekolah yaitu kepala sekolah, guru dan komite semua mendapatkan pelatihan, sehingga satu sama lainnya bisa saling memahami program yang dicanangkan sekolah. 
 
Banyak keberhasilan selama program ini berlangsung. "Sekolah kami menjadi lebih maju lebih berkembang dengan pembelajaran aktif yang dilakukan. Siswa menjadi lebih percaya diri dan bersemangat mengikuti pembelajaran karena metode ini," ujar Harmia Tannang kepala Madrasah AL Abrar Makassar, yang merupakan salah satu madrasah mitra UIN Alauddin Makassar, LPTK mitra USAID PRIORITAS. 
 
Pembelajaran aktif yang telah dilatihkan memang banyak mengubah cara guru mengajar, terutama bagaimana menstimulasi anak-anak menjadi lebih menggunakan nalarnya berpikir, bukan semata-mata menerima pengetahuan. "Dengan segala keterbatasan  madrasah kecil dan swasta, kami mampu juara 1 Se-provinsi pada lomba Kompetensi Science Madrasah. Pembelajaran aktif yang kami terapkan sangat berperan dalam hal ini," ujar Harmia Tannang. 
 
Dalam sesi pertemuan akhir LPTK dengan USAID PRIORITAS, para petinggi dari enam LPTK sepakat untuk melanjutkan progam-program USAID PRIORITAS. 
 
Tiga hal utama yang akan mereka lakukan; secara internal mereka akan mengadopsi model PPL yang selama ini telah dilatihkan oleh USAID PRIORITAS. Model PPL dengan melibatkan guru pamong berkolaborasi mengajar dengan mahasiswa calon guru PPL dirasa efektif untuk membuat mahasiswa memiliki ketrampilan dan memiliki pengetahuan mengajar yang baik. Apalagi selama proses-proses mengajar tersebut, dosen pembimbing juga mengamati. 
 
Yang kedua: model konsorsia antar LPTK yang sudah ada akan dilanjutkan dan mereka akan bekerjasama dalam publikasi penulisan penulisan ilmiah, yang salah satu pokok penelitiannya adalah praktik-praktik baik USAID PRIORITAS. Yang ketiga melanjutkan kerjasama yang baik antara LPTK dengan sekolah yang selama ini penguatannya sudah difasilitasi oleh USAID PRIORITAS.
 
USAID PRIORITAS adalah program lima tahun (2012-2017) bantuan USAID, untuk meningkatkan akses  pendidikan dasar yang berkualitas di Indonesia. Program ini bermitra dengan 17 LPTK dan 31 LPTK Konsorsium yang tersebar di 9 provinsi. Program ini telah melatih lebih dari 29.000 SD/MI dan SMP/MTs di hampir 100 kabupaten/kota di 9 provinsi untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, manajemen berbasis sekolah, dan budaya baca yang menjangkau lebih dari 171.000 guru dan kepala sekolah, dan diharapkan memberi manfaat untuk lebih dari 6,9 juta siswa.(R2/Usaid)
  BeritaTerkait
  • Modul USAID PRIORITAS Membuat Madrasah ini Berkembang Pesat

    12 bulan lalu

    Makassar(Pelita Batak): Harmia Tannang, kepala Madrasah Ibtidaiyah  al Abrar Makassar,  benar-benar merasa bahwa program pendidikan USAID PRIORITAS yang telah berlangsung hampir lima tahu

  • Mewujudkan Pembangunan Rendah Karbon di Indonesia

    tahun lalu

    1. Manusia modern sekarang ini, mengonsumsi energi 135 kali lebih banyak dari manusia primitif, 46 kali lebih banyak dari manusia pemburu, 19 kali lebih banyak dari dari petani sangat, sangat awal,

  • Bertukar Novel, Cara Mahasiswa Universitas Negeri Makassar Tumbuhkan Minat Baca dan Mengurangi Kekerasan

    2 tahun lalu

    Makassar (Pelita Batak): Minat membaca mahasiswa masih sangat kurang, dan hal tersebut membuat Nensilianti, dosen Bahasa Indonesia UNM merasa sangat prihatin. "Mahasiswa calon guru di UNM, ter

  • Inilah Lima Cara Perbanyak Buku Menarik di Sekolah Tanpa Gunakan Dana BOS

    2 tahun lalu

    Makassar (Pelita Batak): Banyak sekolah saat ini  aktif menggerakkan budaya literasi. Mereka membuat taman baca, sudut baca dan memperindah perpustakaan agar menarik siswa mengunjunginya. Mere

  • Dalam Gerakan Literasi, Tentara Miliki Posisi yang Sangat Strategis

    tahun lalu

    Sidrap(Pelita Batak): Masih rendahnya tingkat literasi di Indonesia, akan sangat berpengaruh terhadap masa depan Indonesia, terutama dalam mempersiapkan sumber daya manusia. Seluruh pihak dibutuhka

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2018 Pelita Batak Online. All Rights Reserved. Design by. ariewebnet