• Home
  • News
  • Kementan : Susahnya Ubah Kebiasaan Petani Tinggalkan Bibit Umbi Bawang Merah Ke Biji
KSP Makmur Mandiri
Senin, 12 September 2016 07:23:00

Kementan : Susahnya Ubah Kebiasaan Petani Tinggalkan Bibit Umbi Bawang Merah Ke Biji

BAGIKAN:
Net
Bibit Umbi Bawang Merah

Jakarta (Pelita Batak) : Tingginya harga bawang merah terjadi lantaran mahalnya harga bibit bawang merah. Bibit bawang merah dijual di kisaran Rp 50.000/kg di sentra bawang merah seperti Brebes dan Jawa Tengah.
 
Direktur Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian (Kementan), Spudnik Sudjono mengungkapkan, pihaknya berupaya keras mengubah kebiasaan lama petani dengan mengganti bibit bawang merah dengan bibit benih biji, dari kebiasaan petani sejak dulu yang mengandalkan bibit umbi.

"Agar bibit bawang murah yah dengan pakai benih (biji). Memang perlu sosialisasi lama, karena sudah terbiasa pakai umbi. Tapi di beberapa daerah sudah mulai banyak, kayak di Nganjuk dan Grobogan," jelasnya, Minggu, 11 September 2016.

Spudnik bahkan menuding, sejumlah pihak yang selama ini diuntungkan dengan harga bibit yang mahal, menebar isu negatif terkait bibit bawang dari benih.

"Itu hanya orang-orang yang pengin harga bawang bibitnya tetap mahal. Ada pihak yang tidak suka, sebar isu negatif bahwa kalau pakai bibit benih capek peliharanya dan sebagainya. Kita masih perlu waktu sosialisasikan hal tersebut," kata Spudnik.

Diungkapkannya, meski periode tanamnya jadi lebih lama dan harus lewat penangkaran benih, bawang merah yang dihasilkan dari bibit benih menghasilkan hasil panen yang lebih baik.

Selain itu, bawang dari benih juga dianggap lebih tahan dari perubahan cuaca dan serangan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) atau hama.

"Memang jadi lebih lama, itu susahnya ubah kebiasaan petani. Sudah biasa cepat. Padahal kalau mau tinggalkan bibit umbi, hasilnya lebih bagus, tahan cuaca, lebih tahan dari serangan OPT," pungkas Spudnik. (R4/medanbisnis)

  BeritaTerkait
  • Sumut Berpotensi Ekspor Pangan

    tahun lalu

    Jakarta (Pelita Batak):Anggota DPD RI Sumut Parlindungan Purba mengatakan bahwa Sumut memiliki potensi sebagai daerah pengekspor pangan nasional karena memiliki lahan yang cukup tersedia dan banyak ko

  • Pemerintah Harus Serius Tangani Perikanan di Danau Toba

    4 tahun lalu

    Jakarta(Pelita Batak):   Matinya ribuan ikan milik petani Keramba Jala Apung (KJA) di sentra budidaya ikan Haranggaol, Simalungun harus disikapi segera, bijak dan terpadu oleh Pemerint

  • Menelusuri Liku-liku Jalan di Bonapasogit dan Merajut Semangat Leluhur

    3 tahun lalu

    Pulang ke kampung saya, Sigolang di lereng pebukitan Bukit Barisan di deretan Tapanuli Selatan sangat berkesan. Keberangkatan kali ini, diawali dihari Kamis, tanggal 27 April 2017 dengan bangun san

  • Wakil Bupati Cory Sebayang Panen Bawang Merah Komoditi Probolinggo di Karo

    3 tahun lalu

    Tanah Karo (Pelita Batak): Bawang merah komoditi Probolinggo berhasil dipanen di Simpang Kutambaru Desa Tiganderket Kecamatan Tiganderket Kabupaten Karo Selasa 28 Juni 2016. Hadir dalam panen bawan

  • Melalui Kedaulatan Pangan dan Ekonomi Kerakyatan Menuju Humbang Hasundutan Hebat dan Bermentalitas Unggul

    4 bulan lalu

    PendahuluanKITA patut bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa. Kini Kabupaten Humbanghasundutan usianya mencapai 16 Tahun setelah terbentuk menjadi daerah pemekaran otonomi daerah baru salah satunya di I

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2019 Pelita Batak Online. All Rights Reserved. Design by. heriweb