• Home
  • News
  • Kelapa Sawit Indonesia Bisa Kuasai Ekonomi Global, Negara Asing Gerah
Kamis, 10 November 2016 18:48:00

Kelapa Sawit Indonesia Bisa Kuasai Ekonomi Global, Negara Asing Gerah

BAGIKAN:
Ist
Sawit
Jakarta(Pelita Batak): Kelapa sawit saat ini merupakan komoditas yang amat menjanjikan guna mendukung pertumbuhan perekonomian, terutama di Indonesia. Apalagi dengan kondisi semakin menipisnya sumber minyak bumi dan gas di dunia, pasar global kini semakin membidik kelapa sawit.
 
Demikian diungkapkan ekonom dari Universitas Nasional sekaligus Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Strategis Ekonomi Internasional, Ferdiansyah Ali, Kamis 10 November 2016. Menurut dia, tak ada alasan Pemerintah Indonesia untuk berpihak pada pengembangan industri kelapa sawit nasional.
 
"Pasar internasional kini sadar bahwa sumber minyak bumi dan gas terus berkurang produksinya, harganya pun tak menentu. Minyak sawit menjadi salah satu sumber yang menguntungkan dari aspek kebutuhan dan harga. Nah, itu mulai di bidik sekarang dan jadi perebutan kepentingan global," ujar Ferdiansyah.
 
Dia menyebutkan, prosepek perkebunan kelapa sawit harus diakui berada di Indonesia, Malaysia dan beberapa negara di Afrika. Banyak negara-negara, terutama di wilayah Eropa, yang berusaha menaruh kepentingannya di tiga kawasan penghasil kelapa sawit tadi agar ke depannya mendominasi pasar global. Apalagi kelapa sawit selain sebagai sumber energi baru, adalah bahan baku dari sekitar 50% produk pangan, kosmetik, dan kebutuhan dasar lainnya.
 
"Pemerintah Indonesia jangan lengah dengan kepentingan negara-negara lain di tingkat global. Kebijakan yang menguntungkan harus diberikan ke industri sawit nasional. Cadangan minyak bumi dan gas kita juga semakin berkurang, sudah saatnya menjadikan kelapa sawit sebagai basis prioritas penerimaan negara," tutur Ferdiansyah.
 
Dia meminta agar pemerintah terus mengampanyekan ke kancah internasional bahwa pengelolaan kelapa sawit Indonesia tidak menganggu stabilitas alam berdasarkan fakta dan data akurat. Selain itu, juga perlu disampaikan bahwa Indonesia siap berkerjasama dalam perdagangan kelapa sawit global guna kepentingan ekonomi nasional.
 
"Namun yang harus di catat bahwa tetap pasokan kebutuhan dalam negeri harus lebih besar daripada ekspor," ucap Ferdiansyah.
 
Banyak bentuk yang dilakukan negara-negara global dalam kepentingan ekonominya di sektor kelapa sawit, khususnya Indonesia sebagai produsen. Fediansyah mencontohkan, tekanan mengubah kebijakan Indonesia Sustainable Palm Oil (ISPO) ke Rountabel for Suistanable Palm Oil (RSPO) adalah salah satunya.
 
"Kalau kebijakan diubah kan Indonesia akan terganggu industri kelapa sawitnya sehingga tidak mampu bersaing di level perdagangan global. Pada akhirnya, harus bernegosiasi ekonomi politik dengan negara asing kemudian membuat kita di bawah dominasi mereka," kata Ferdiansyah.
 
Sebelumnya, Badan Pengelolaan Dana Perkebunan (BPDP) merilis data bahwa ekspor kelapa sawit nasional Januari hingga Agustus 2016 mencapai 28 juta ton ke sebanyak 26 negara. Jumlah tersebut semakin meningkat dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu hanya menembus ekspor ke 13 negara.
 
Diketahui, industri kelapa sawit Indonesia memang kerap di kampanyekan tidak ramah lingkungan oleh LSM asing. Tetapi berdasarkan data Kementerian Luar Negeri tentang daftar resmi LSM luar negeri yang beroperasi dan bekerjasama dengan pemerintah tahun 2016, isu dilontarkan LSM tersebut justru berasal dari lembaga tidak terdaftar.(R2)
  BeritaTerkait
  • Tiga Tahun Pemerintahan Jokowi-JK bidang Perekonomian: Pondasi Ekonomi Bagus Jadi Modal Dasar

    3 bulan lalu

    Jakarta (Pelita Batak):  Menko Darmin Nasution menegaskan, ekonomi Indonesia terus menunjukkan perbaikan yang menggembirakan. Hal itu ditunjukkan dari berbagai indikator ekonomi, antara lain: kem

  • Pengamat: Industri Sawit Dapat Jadi Sumber Pemasukan Ekonomi Negara

    tahun lalu

    Jakarta(Pelita Batak): Pengamat Ekonomi Pertanian dari IPB Didin Damanhuri mengapresiasi positif capaian produktivitas kelapa sawit Indonesia, khususnya menyangkut kuota ekspor. Menurut dia, hal it

  • Dibekali Pengetahuan Umum dan Ilmu Agama, Santri Siap Hadapi MEA

    tahun lalu

    Deliserdang (Pelita Batak) :Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) HT Erry Nuradi menyakini para santri yang belajar di pondok pesantren (ponpes) potensial menghasilkan lulusan yang mampu bersaing menghadapi era Masyarakat Ekonomi Asean (MEA).

  • Jaga Stabilitas Investasi, APINDO : Pemerintah Harus Batasi LSM Asing

    tahun lalu

    Jakarta (Pelita Batak): Pemerintah Indonesia diminta tegas membatasi aktivitas LSM asing terkait iklim usaha perkebunan kelapa sawit seperti sudah dilakukan oleh India, Rusia dan Cina.  

  • Pakar Dari IPB Anggap LSM Mighty Salah Data dan Fakta Soal Kebakaran Hutan di Papua

    tahun lalu

    Jakarta(Pelita Batak): Kampanye hitam yang dilontarkan LSM asing terkait penyebab kebakaran hutan di Indonesia akibat ulah perkebunan kelapa sawit oleh korporasi merupakan sikap hipokrit dan bentuk

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2018 Pelita Batak Online. All Rights Reserved. Design by. ariewebnet