• Home
  • News
  • Kecam Pengeboman Gereja di Samarinda, Masyarakat Nyalakan Lilin di Bundaran HI
KSP Makmur Mandiri
Selasa, 15 November 2016 12:49:00

Kecam Pengeboman Gereja di Samarinda, Masyarakat Nyalakan Lilin di Bundaran HI

BAGIKAN:
kompas/nursita sari
Masyarakat yang menamakan diri "Forum Kebhinekaan" Sejumlah masyarakat menggelar aksi nyalakan lilin di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat, Senin (14/11/2016) malam, untuk mengecam aksi pengeboman gereja di Samarinda.
Jakarta(Pelita Batak): Sejumlah masyarakat menggelar aksi menyalakan lilin di Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, Senin 14 November 2016 malam. Aksi ini digelar untuk mengecam pengeboman yang terjadi di Gereja Oikumene, Kelurahan Sengkotek, Samarinda Seberang, Kota Samarinda, Kalimantan Timur, pada Minggu kemarin.
 
"Kami mengutuk keras teror yang terjadi dua hari belakangan ini. Kami yakin ini bukan dilakukan umat agama tertentu. Ini murni teror," kata juru bicara aksi, Reynhard Joshua Napitupulu, sebagaimana dikutip dari kompas.com.
 
Mereka menamakan diri sebagai Forum Kebhinekaan. Forum itu terdiri dari Aktivis 98, Relawan Jokowi, Persekutuan Gereja-gereja Indonesia (PGI), dan masyarakat sipil lintas agama. Mereka melakukan aksi menyalakan lilin, berdoa, menyanyikan lagu "Indonesia Raya", berorasi, hingga membaca puisi.
 
"Lilin kan melambangkan perdamaian. Dia bisa menerangi kegelapan. Sekecil apa pun damai yang ada di hati kita masing-masing bisa menerangi," kata dia.
 
Forum Kebinekaan, lanjut Joshua, berharap kejadian pengeboman dan aksi terorisme lainnya tidak lagi terjadi. "Harapannya jelas, sudah cukup darah yang tumpah di bangsa ini. Yang tragis itu korban ini anak-anak," kata Joshua.
 
Ledakan bom molotov di Gereja Oikumene terjadi pada Minggu kemarin sekitar pukul 10.10 Wita. Akibat kejadian itu, seorang anak bernama Intan Olivia Marbun (3) meninggal dunia, sementara Trinity Hutahaean (4) mengalami luka bakar serius sekitar 50 persen dan kondisinya masih kritis, sementara Alvaro Aurelius (4) dan Anita Kristobel (2) mengalami luka bakar sekitar 16 persen.
 
Selain pelemparan bom di Gereja Oikumene, Wihara Budi Dharma yang terletak di Jalan GM Situt, Singkawang, Kalimantan Barat, juga dilempar botol yang diduga sejenis bom molotov oleh orang tak dikenal pada Senin dini hari sekitar pukul 03.00 WIB. Peristiwa tersebut diperkirakan tidak berkaitan dengan pelemparan bom molotov di Gereja Oikumene.
 
Informasi ancaman teror bom juga diterima petugas keamanan Gereja Katolik Gembala Baik di Jalan Ridwan 16, Kota Batu, Jawa Timur, Senin pagi. Anggota polisi dari Polres Batu dan tim Gegana Polda Jatim sudah mengamankan lokasi dan menyisir seluruh kompleks gereja.
 
Teror bermula saat petugas satpam di Gereja Katolik Gembala Baik menerima telepon dari orang tidak dikenal sekitar pada pukul 08.30 WIB. Seseorang yang menelepon itu menyebutkan adanya bom di lingkungan gereja itu dan akan segera meledak.(kompas.com)
  BeritaTerkait
  • PNPS GMKI Kutuk Pengeboman Gereja Oikumene Samarinda Kalimantan Timur

    2 tahun lalu

    Jakarta (Pelita Batak): Ketua Umum Pengurus Nasional Perkumpulan Senior Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (PNPS GMKI) Dr Bernard Nainggolan SH dan Sekretaris Jenderal Ir. Edward Tanari M.Si menye

  • Besok Ephorus HKBP Pdt Dr Darwin Lumbantobing ke Lokasi Pengeboman Gereja Oikumene Samarinda

    2 tahun lalu

    Jakarta(Pelita Batak): Besok, Selasa 15 November 206, Ephorus HKBP Pdt Dr Darwin Lumbantobing akan berkunjung ke Samarinda. Ada beberapa agenda, antara lain ke Lokasi Pengeboman Gereja Oikumene Sam

  • Intan Olivia Marbun Meninggal, Warga Sampaikan Kesedihan Lewat Media Sosial

    2 tahun lalu

    Medan (Pelita Batak) :Tragedi menyedihkan kembali mengusik Indonesia, lagi-lagi rumah ibadah digegerkan oleh ledakan bom di Gereja Oikumene di Samarinda, Minggu (13/11/2016) mengakibatkan korban. Intan Olivia Marbun, anak sekolah minggu yang tengah

  • Dr RE Nainggolan dan Pdt WTP Simarmata Narasumber Pertemuan Kaum Bapak PGI-D Medan

    2 tahun lalu

    Medan (Pelita Batak) :Tokoh masyarakat Dr RE Nainggolan,MM dan Ephorus (emeritus) HKBP Pdt WTP Simarmata,MA menjadi narasumber dalam Pertemuan Kaum Bapak yang diselenggarakan oleh PGI Daerah Kota Medan, Sabtu (17/12/2016), d

  • Sambutan Ketua Umum GMKI dalam Perayaan Natal Nasional GMKI di Samarinda

    2 tahun lalu

    Salam sejahtera bagi kita semua, Bapak-Ibu dan Saudara-saudari yang kami hormati, kelahiran Yesus di dunia tidak hanya menjadi milik umat Kristen saja, melainkan merupakan milik peradaban manus

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2018 Pelita Batak Online. All Rights Reserved. Design by. heriweb