• Home
  • News
  • KPU dan Bawaslu Diminta Antisipasi Titik Rawan Pilgub 2018
KSP Makmur Mandiri
Senin, 09 Oktober 2017 15:54:00

KPU dan Bawaslu Diminta Antisipasi Titik Rawan Pilgub 2018

BAGIKAN:
ist|Pelitabatak
Medan (Pelita Batak):
Dengan dimulainya tahapan pesta demokrasi Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur (Pilgub) Sumatera Utara (Sumut), Gubernur Sumut Tengku Erry Nuradi mengingatkan setidaknya ada beberapa titik rawan yang harus diantisipasi oleh KPU dan Bawaslu.  Tujuannya agar pelaksanaan dan hasilnya berkualitas. Untuk itu diminta agar persiapan tahapan dilakukan maksimal.

Hal tersebut disampaikan Gubernur Sumut Tengku Erry Nuradi pada acara Peluncuran Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Utara 2018 di Tiara Hall dan Convention Center Medan, Minggu (8/10/2017) malam.

Hadir diantaranya Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI Arief Budiman, anggota KPU RI Evi Novida Ginting, Ketua KPU Sumut Mulia Banurea beserta anggota Nazir Salim Manik, Yulhasni, Benget Silitonga dan Iskandar Zulkarnain, Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sumut Syafrida Rasahan dan anggota Hardi Munthe, Pangdam I/BB Mayjend TNI Cucu Sumantri, serta para mantan KPU Sumut.

Adapun beberapa titik rawan dimaksud lanjut Erry, yakni pertama pada saat penetapan Daftar Pemilih Tetap (DPT). Biasanya dipicu masalah calon pemilih tidak terdaftar, pemilih ganda maupun pemilih fiktif. Karenanya harus disikapi dengan bijaksana, agar semua warga negara yang memenuhi syarat sebagai pemilih, harus mendapatkan haknya.

"Titik rawan kedua adalah penetapan pasangan calon. Karena itu kami berharap KPU dan Bawaslu berpegang teguh terhadap ketentuan dan aturan main yang telah ada. Tentu ini membutuhkan komitmen kuat serta integritas penyelenggara," ucap Erry.

Sementara titik rawan ketiga kata Erry, adalah saat pelaksanaan kampanye politik. Dalam proses ini, perlu diatur dengan tujuan meminimalisir dampak negatif, serta lebih memaksimalkan tujuan kampanye tersebut. Kemudian lanjut pada poin keempat adalah penetapan pasangan terpilih.

"Pada umumnya ini akan diikuti oleh ketidakpuasan calon tertentu. Begitupun, ketidakpuasan hendaknya disalurkan melalui mekanisme hukum, bukan pengerahan massa yang dapat menimbulkan gangguan keamanan dan ketertiban," tutur Erry.

Tengku Erry memahami akan selalu ada pihak yang merasa tidak puas terhadap hasil Pilkada. Namun para penyelenggara harus senantiasa berupaya menjalankan tugas dan tanggungjawab sebaik mungkin. Karena itu pesta demokrasi ini membutuhkan dukungan semua pihak, baik pasangan calon, partai politik, keamanan maupun masyarakat umum.

"Pelaksanaan Pilgub Sumut 2018 harus kita persiapkan sebaik mungkin, sehingga prosesnya berjalan baik, serta diterima semua pihak. Kita pun berharap, terpilih pemimpin Sumatera Utara yang berkualitas dan amanah," ucap Erry.

Sementara, Ketua KPU Sumut Mulia Banurea juga menyampaikan komitmen jajarannya hingga tingkat terbawah untuk menjadikan Pilgub Sumut 2018 lebih baik dan berkualitas dengan mengedepankan transparansi serta akuntabilitas. Karena itu, untuk semua kegiatan, disiapkan petunjuk pelaksanaan dan petunjuk jum teknisnya.

"Pertama, kami bekerja profesional, sesuai aturan yang ada. Kedua kami jaga integritas, menjaga jarak yang sama kepada semua peserta, dan ketiga transparansi," sebut Mulia sekaligus menyampaikan bahwa anggaran Pilgub yang ditampung di APBD Sumut mencapai Rp1,2 triliun dengan jumlah pemilih 10,2 juta orang.

Dalam peluncuran yang diisi dengan lomba maskot dan jingle Pilgub Sumut 2018 tersebut, Mulia mengatakan pihaknya siap menjalankan amanah sebagai penyelenggara dengan persiapan diantaranya yakni rekrutmen penyelenggara adhoc dan anggaran yang telah disepakati sebelumnya.

Dalam sambutannya, Ketua KPU RI Arief Budiman berharap besarnya anggaran pesta demokrasi ini, harus diimbangi dengan hasil yang berkualitas, partisipasi tinggi dan menghasilkan pemimpin yang berkualitas. Namun yang tidak kalah penting adalah transparansi dan integritas penyelenggara.

"Jadi (peserta Pilgub dan Parpol) jangan marah kalau kami menolak diajak ngopi. Apalagi di Medan, banyak warung kopi yang buka 24 jam. Jadi mohon dimaklumi," sebutnya mengisyaratkan bahwa independensi penyelenggara menjadi keharusan.

Peluncuran Pilgub Sumut 2018 itu pun dibuka dengan pemukulan Gordang Sambilan oleh Gubernur dan tokoh undangan yang hadir.(TAp)
  BeritaTerkait
  • Antisipasi Aksi Teroris, Polres Humbahas Tingkatkan Pengamanan

    7 bulan lalu

    Lintongnihuta(Pelita Batak): Jajaran kepolisian resort (Polres) Humbang Hasundutan (Humbahas) tingkatkan pengamanan sejumlah titik obyek vital dan tempat keramaian di daerah itu.Peningkatan pengamanan

  • Ujaran Kebencian Ramai di Medsos Jelang Pilgub Sumut, Polisi Cyber Crime: Segera Lapor, Kami Siap Tampung

    6 bulan lalu

    Medan (Pelita Batak):Tiga pekan menjelang pemilhan Kepala Daerah (Pilkada) Sumatera Utara 2018, ramai bermunculan akun di media sosial tentang ujaran kebencian. 'Serangan' tersebut diduga un

  • Effendi Simbolon Silaturahmi ke Kelompok Cipayung Plus Sumut

    tahun lalu

    Medan (Pelita Batak):Anggota Komisi I DPR RI, Effendi Muara Sakti Simbolon bersilaturahmi dengan para pimpinan kelompok Cipayung Plus Sumatera Utara (Sumut) di Medan, Kamis (31/8/2017).Effendi Simbolo

  • Parlindungan Purba : Bencana di Sumut Berbeda

    10 bulan lalu

    Medan (Pelita Batak) :Bencana alam yang terjadi di Sumut khususnya bencana gunung api, sangat berbeda dengan daerah lain di Indonesia. Belajar dari bencana Gunung Api Sinabung yang berlangsung sejak 2

  • Anggaran Pilgubsu Rp 1,2 T Dinilai Tidak Wajar

    2 tahun lalu

    Medaan (Pelita Batak) : Anggaran Pemilihan Gubernur Sumatera Utara (Pilgubsu) pada 2018, yang diajukan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) mencapai lebih kurang Rp

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2018 Pelita Batak Online. All Rights Reserved. Design by. heriweb