• Home
  • News
  • Junimart Girsang : Kasus OTT di Polrestabes Medan Tak Bisa Dihentikan
KSP Makmur Mandiri
Senin, 13 Agustus 2018 09:37:00

Junimart Girsang : Kasus OTT di Polrestabes Medan Tak Bisa Dihentikan

BAGIKAN:
ist|pelitabatak
Junimart Girsang
Medan (Pelita Batak):
Anggota Komisi III DPR RI Junimart Girsang dari Fraksi PDIP/Wakil Ketua Mahkamah Dewan Kehormatan menjelaskan terkait Operasi Tangkap Tangan (OTT), saya sangat mengapresiasi kinerja tim Satgas Saber Pungli Plt Kementerian Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan RI yang sudah berhasil menangkap kedua oknum Polri yang bertugas di Polrestabes Medan.

Mengenai OTT di Polrestabes Medan pada tanggal 3 Agustus 2018, pukul 23.00 Wib. Pejabat Polda Sumut sebagai Sumnaker harus melakukan penanganan terkait OTT ini,"kata Junimart Girsang ketika dihubungi awak media melalui via seluer, Sabtu (11/8) sekira pukul 12.00 Wib.

Dan harus dikembangkan proses hukum penyidikan pihak Polda Sumut kepada kedua oknum Polri yang bertugas di unit Idik V/Ekonomi Satreskrim Polrestabes Medan.

Kata Junimart Girsang, awak media pun harus mengawal kasus OTT ini sudah sampai dimana proses penanganannya di Subdit III/Tipikor Ditreskrimsus Polda Sumut. Jangan sampai kasus ini dibiarin, pasti semakin banyak lagi yang berbuat seperti ini di kubu Polri.
 
Jadi nggak mungkin, aparat penegak hukum di Polda Sumut  melakukan penanganan penyidikan secepat mungkin, pasti perlu saksi Ahli juga, jadi kita pun harus sabar menunggunya.

Menurut Junimart, yang terpenting kasus OTT di Polrestabes Medan tidak terhenti. Tentu Kepolisian, bagaimana mereka bisa mengembangkan kasus ini, sehingga alat Bukti yang ditemukan menjadi jeratan bagi kedua oknum itu. Dan kasusnya ini baru-baru aja, jadi proses hukumnya tidak terlalu cepat,"terang Wakil Ketua  Mahkamah Kehormatan Dewan.

Namun pada tanggal 8 Agustus 2018 siang, awak media mencoba menanyakan kepada Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dadang Hartanto terkait penyidik unit V/Ekonomi Satreskrim Polrestabes Medan yang ditangkap di ruang Idik V/Ekonomi, namun Kasat Reskrim Polrestabes Medan AKBP Putu Yuda Prawira langsung menarik tangan salah satu wartawan Mimbar Umum, agar awak media tidak bisa wawancara dengan Kapolrestabes Medan.

Informasi dihimpun awak media terungkapnya Praktik Pungli yang dilakukan oknum Polri Polrestabes Medan berawal dari adanya laporan Dumas tentang Pungli yang diterima Satgas Saber Pungli Kementerian Koordinator Bidang Pilitik Hukum dan Keamanan RI, bahwa UD Forsindo Jaya Equiment yang beralamat Jalan Aksara Nomor 73 B Medan kerap didatangi oleh oknum personil Unit Ekonomi Satreskrim Polrestabes Medan.

Untuk membuktikan praktik Pungli tersebut, salah seorang petugas Kemenko Polhukam RI menyamar sebagai Humas UD Forsindo Jaya Equipment dan petugas menemui Brigadir ASM untuk menanyakan berapa lagi biaya bulanan yang harus dibayarkan UD Forsindo Jaya Equipment. Namun ASM tidak mengetahui jumlah uangnya dan menyarankan petugas untuk bertanya langsung kepada DMS sebagai penyidik pembantu anggota Unit Ekonomi Polrestabes Medan.

Tak ingin membuang waktu dan merasa pembicaraan sudah jadi alat Bukti yang kuat tim Satgas Saber Pungli Kementerian Koordinator Bidang Pilitik Hukum dan Keamanan RI langsung mengeluarkan surat perintah tugas yang membuktikan dirinya merupakan dirinya merupakan Anggota Pokja Penindakan Satgas Saber Pungli.

Kemudian, petugas meminta Brigadir ASM dan Aiptu MS untuk mengeluarkan uang yang telah diserahkan Marketing UD Forsindo Jaya Equipment sebagai uang pengeluaran 3 unit barang berupa 1 unit Mesin Mixer merek Getra dan 1 unit Box Pendingin dan Pemanas merek Getra yang diduga tidak ber SNI dan berbahasa Indonesia. Akhirnya Brigadir ASM tidak dapat mengelak lagi dan perbuatannya diakui olehnya. Karena ASM mengeluarkan plastik yang didalamnya berisi uang yang diterima Zulfirman Ghozali sebesar Rp 20 juta dengan rincian Rp 190 lembar uang pecahan Rp 100 ribu dan 20 lembar uang pecahan Rp 50 ribu.

Selanjutnya, Brigadir ASM dan Barang Bukti yang diamankan oleh Satgas Saber Pungli pusat, guna dilakukan pemeriksaan lebih lanjut di ruangan Subdit III/Tipikor Ditreskrimsus Polda Sumut.

Dalam praktik Pungli ini, oknum Polri yang tinggal di Jalan Kawat II Nomor 107, Lingkungan XV, Kelurahan Tanjung Mulia Hilir, Kecamatan Medan Deli. ASM akan dijerat dengan pasal 12 huruf (e) atau pasal 11 UU RI Nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidan Korupsi Jo pasal 64 ayat (1) KHUPidana.

Barang Bukti yang diamankan dari oknum Polri tersebut yakni 1 Eksampler Dokumen Laporan Polisi Nomor : Lp/73/VIII/2018/Restabes Medan/Res tanggal 2 Agustus 2018 yang belum ditandatangani oleh 1 surat tanda penerimaan Barang atas nama Zulfirman Gohzali.

Sementara 1 lembar surat perintah tugas yang belum ditandatangi, 1 lembar surat perintah penyidikan yang belum ditandatangani, 1 eksamplar surat berita acara interogasi Zulfirman Gohzali yang belum ditandatangani oleh penyidik pembantu Brigadir DMS dan 2 lembar surat mohon penjelasan dam leterangan belum ditandatangi.

Kemudian, Barang Bukti berbentuk barang dan uang antara lain 1 unit Handphone Galaxy S5 dan uang tunai yang dibungkus dengan plastik warna abu-abu.(Aries)
  BeritaTerkait
  • Deklarasi Asrama Polri Bebas Narkoba: "Bersih-bersih Didalam, Hajar Keluar"

    tahun lalu

    Medan (Pelita Batak) : Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Tengku Erry mengajak seluruh masyarakat Sumatera Utara bertekad untuk menyatakan bahwa narkoba adalah musuh utama. "Kita semua mas

  • Gubernur Sumut: Ini Musuh Besar Kita !

    2 tahun lalu

    "Peredaran serta penggunaan narkoba semakin meningkat dan memprihatinkan. Kita tidak ingin generasi muda hancur yang akhirnya menghancurkan bangsa. Pengedar narkoba harus dibuat hukuman maksimal agar jera,"

  • Investor Tiongkok Jajaki Investasi Pengolahan Sampah Jadi Listrik di Sumut

    2 tahun lalu

    Medan (Pelita Batak) :<br></br> Investor Tiongkok menjajaki kerjasama dengan Provinsi Sumatera Utara. Penjajakan itu disampaikan salah seorang investor asal Tiongkok kepada Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Ir H Tengku Erry Nuradi MSi,  S

  • Polisi Bekuk Oknum Pegawai BUMN

    2 tahun lalu

    Medan (Pelita Batak) : M Nur, warga Jalan PWS, Gang Saidi, Kelurahan Sei Putih Timur, Kecamatan Medan Petisah harus berurusan denga polisi. Oknum pegawai PT Perkebunan Nusantara (PTPN) III ini diamankan petugas Satreskrim Polrestabes Medan, karena berula

  • Ibu Kandung Billy Timothy Mohon Keadilan dan Penangguhan Penahanan

    2 tahun lalu

    Medan (Pelita Batak) : Merasa tidak mendapatkan keadilan dalam proses hukum, Ivana Ibu kandung Billy Timothy (tersangka) memohon keadilan hukum dan penangguhan penahanan, terkait persoalan anaknya yan

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2018 Pelita Batak Online. All Rights Reserved. Design by. ariewebnet