• Home
  • News
  • Jokowi Minta Jaga dan Lindungi Danau Toba,  
Minggu, 21 Agustus 2016 06:38:00

Program Pencanangan Penanaman 1 Milyar Pohon: 

Jokowi Minta Jaga dan Lindungi Danau Toba,  

BAGIKAN:
Pelita Batak :

Presiden Joko Widodo beserta Ny Iriana didampingi Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Ir H Tengku Erry Nuradi dan Ketua TP PKK Sumut Evi Diana Erry melakukan penanaman pohon di Desa Parparean I, Kecamatan Porsea, Kabupaten Toba Samosir (Tobasa), Sabtu (20/8/2016) sore.

Turut dalam kegiatan tersebut Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya dan sejumlah menteri lainnya, anggota DPD Parlindungan Purba dan Bupati Samosir beserta pelajar dan ribuan warga masyarakat Tobasa.

Dalam kesempatan itu, Jokowi dan Gubernur Sumut menanam jenis pohon durian (durio zibethinus) sedangkan ibu Iriana menanam pohon jambu bol (syzygium malaccense) dan Ny Evi Diana Erry menanam jenis pohon mangga (mangifera indica). Lokasi penanaman hanya sekitar 20 meter dari bibir pantai Danau Toba.

Usai penanaman pohon, Jokowi menyatakan, kegiatan itu merupakan program pemulihan ekosistem dan lingkungan dalam rangka menyongsong Danau Toba menjadi kawasan wisata bertaraf internasional.

“Saya titip kepada masyarakat, camat, dan bupati. Penanaman sudah kita mulai dan terus akan kita lakukan, Tidak hanya ini saja,” ujar Jokowi.

Jokowi juga menegaskan, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutahan (LHK) bekejasama dengan berbagai instansi terkait serta seluruh pihak, akan melakukan program penghijauan di seluruh kawasan pebukitan Danau Toba.

“Untuk itu, butuh pastisipasi seluruh masyarakat. Tanpa masyarakat, mustahil itu akan bisa dilakukan. Itu kalau kita mau Danau Toba menjadi tujuan wisata yang bukan hanya level lokal, domestik atau nasional, namun berlevel internasional,” sebut Jokowi.

Pengembangan Danau Toba sebagai kawasan wisata bertaraf internasional akan didukung oleh pembangunan Bandara Silangit yang akan tuntas pengerjaannya akhir tahun 2016.

“Ada juga pembangunan taman bunga, tempat konferensi dan lain-lain. Saya harap masyarakat ikut menjaga, memelihara, dan merawat ekosistem yang sudah ada,” harap Jokowi.

Tanaman pohon, sebut Jokowi, tidak hanya bermanfaat dari sisi ekologis, namun juga bermanfaat secara ekonomi bagi masyarakat sekitar.

“Nanti buahnya bisa dinikmati masyarakat. Juga bisa untuk menjaga hijau kawasan Danau Toba,” tambah Joowi.

Sementara Menteri LHK Siti Nurbaya mengatakan, penanaman pohon dari  tahun ke tahun telah memberi kontribusi dalam mengurangi luas lahan hutan kritis sekaligus meningkatkan penyerapan karbon serta membantu peningkatan pendapatan masyarakat.

“Tanam dan pelihara pohon untuk kehidupan yang lebih baik. Itu inti tujuannya,” sebut Siti.

Dalam kegiatan tersebut, jelas Siti, rombongan presiden bersama pelajar, pramuka dan masyarakat sekitar menanam 250 pohon. Sehari sebelumnya, Dinas Kehutanan telah menanam 5.000 pohon.

“Jadi jumlah keseluruhannya mencapai 7.500 pohon. Kegiatan ini akan terus kita lakukan secara berkesinambungan,” jelas Siti.

Siti juga mengatakan, Jokowi juga dijadwalkan melakukan penanaman 1.500 pohon bersama masyarakat di Kabupaten Samosir di Pulau Samosir pada Minggu (21/8/2016). 

Lebih rinci Siti menjelaskan, biayai penanaman pohon melalui APBN, APBD, DAK bidang kehutanan, CSR, masyarakat dan LSM serta pemuka adat/agama. Seluruh kabupaten telah dialokasikanDAK bidang kehutanan sebesar Rp 1,5-2 milyar untuk kegiatan RHL, pengemanan hutan dan penanggulangan kebakaran.

“Kami telah mengatur besarnya kontribusi untuk kegiatan RHL dari APBD (10%), CSR (1%) dan APBN 1 juta batang bibit di buat di persemaian permanen,” papar Siti.

Kementerian LHK menargetkan rehabilitas hutan dan lahan seluas 5,5 juta ha pada RPJMN tahun 2015-2019. Untuk itu, Kementerian LHK terus melakukan upaya menjali usaha dari berbagai pihak, baik instansi pemerintah maupun swasta.

Gubernur Sumut Tengku Erry Nuradi mengatakan, Danau Toba wajib memiliki daerah resapan air di sejumlah kawasan, agar debit dan kualitas air Danau Toba tetap terjaga sepanjang musim.

“Jika musim kemarau datang, debit air Danau Toba akan tetap normal. Begitu juga saat musim penghujan. Kualitasnya akan tetap terjaga dengan baik,” sebut Erry.

Erry juga mengimbau kepada seluruh masyarakat di 7 kabupaten untuk tidak melakukan alih fingsi lahan hutan menjadi lahan pertanian, terutama di kawasan pebukitan Danau Toba.

“Kelestarian kawasan Danau Toba adalah tangjungjawab kita bersama. Tidak hanya pemerintah, masyarakat juga memiliki tanggungjawab yang sama. Keberhasilan Danau Toba menjadi kawasan wisata bertaraf internasional tidak terlepas peran seluruh masyarakat di kawasan Danau Toba,” imbau Erry.

Usai melakukan penanaman pohon, Presiden Jokowi memberi bantuan 5 set pompa air lengkap dengan selang kepada Camat Porsea. Pompa air tersebut akan digunakan untuk menjamin kelangsungan hidup pohon yang telah ditanam.

Dalam kesempatan itu juga, Jokowi didampingi Gubernur Sumut Tengku Erry Nuradi menyerahkan bantuan 10 unit sepeda gunung kepada gerakan Pramuka setempat sebagai bentuk apresiasi terlibat dalam program Pencanangan Penanaman 1 Milyar Pohon.(TAp)
  BeritaTerkait
  • Mess Tengku Rizal Nurdin Sekelas Bintang Tiga Diresmikan di Parapat

    11 bulan lalu

    Parapat (Pelita Batak) :Setelah pembangunannya sempat terhambat dan kurang mendapat perawatan secara baik akhirnya Mess Pora-pora Tengku Rizal Nurdin menjelma menjadi salah satu Icon di kawasan wisata Danau Toba. Mess yang sejatinya telah dibangun sejak 2

  • Jokowi : Jangan Hanya Tumbuhnya Waktu Kita Tanam Sekarang

    tahun lalu

    "Jangan hanya tumbuhnya waktu kita tanam sekarang. Besok tumbuh, minggu depan tumbuh, tahun depan tumbuh, tahun depannya lagi menjadi sebuah pohon-pohon yang besar," kata Presiden usai melakukan penanaman pohon di Pulau Samosir, Kabupaten Samo

  • Kapolres Humbahas Ajak Semua Elemen Peduli Lingkungan

    tahun lalu

    Humbahas (Pelita Batak):  Untuk menuju program Jokowi ke Sumatera Utara soal destinasi Danau Toba, Kapolres Humbahas AKBP Idodo Simangunsong mengajak seluruh elemen untuk peduli akan lingkunga

  • 10 Juta Turis Tiongkok, Jadi Tenaga Kerja Impor?

    12 bulan lalu

    Makassar (Pelita Batak) : Berbagai pemberitaan 'miring' terutama di mesia-media sosial (medsos) soal kedatangan 10 juta warga Tiongkok menghebohkan warga Indonesia. Ternyata mereka itu turis, bukan tenaga kerja

  • Membangun Danau Toba Tanpa Dendam, Tanpa Prasangka: Sebuah Catatan Untuk Zonasi Halal.

    10 bulan lalu

    Ide yang dilontarkan oleh Kadis Pariwisata dan Kebudayaan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara sesungguhnya bukan ide yang berdiri sendiri. Ada sebuah rencana jangka panjang, menengah, dan pendek dar

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2017 Pelita Batak Online