• Home
  • News
  • Jelang Natal Nasional di Humbahas, Panitia Gelar Sarasehan Kebinekaan Dihadiri Mahfud MD dan SAE Nababan
Sabtu, 17 Desember 2016 00:13:00

Jelang Natal Nasional di Humbahas, Panitia Gelar Sarasehan Kebinekaan Dihadiri Mahfud MD dan SAE Nababan

BAGIKAN:
Dok/Panitia
Para narasumber foto bersama dengan tokoh-tokoh masyarakat yang hadir dalam acara sarasehan tersebut
Parapat(Pelita Batak): Dalam rangka Perayaan Natal Bersama Tingkat Nasional tanggal 26 Desember 2016 di Dolok Sanggul Humbahas. Panitia Natal adakan Sarasehan Nasional dengan topik merawat Kebhinekaan dalam bingkai NKRI sebagai kekuatan bangsa, Jumat, 16 Desember 2016 di INNA Hotel Parapat.
 
Ketua pelaksana panitia Sarasehan Nasional  Emiritus Bishop  JH. Manurung membuka acara dan menyampaikan apresiasinya kepada semua undangan secara khusus panelis Sarasehan. Acara ini dikemas secara Bhineka dengan moderatornya Ketua PWNU Sumut, Afifudin Lubis, M.Si. Panelisnya Emeritus Pdt HKBP, Dr. SAE Nababan, LLD, DPR RI, Anton Sihombing. Pastor T.Nainggolan dari Uskup Agung, dan  Bpk Dr.MH.siburian dari Gereja Pantekosta. 
 
Dr. SAE. Nababan menjelaskan semua elemen masyarakat bertanggungjawab memelihara Kebhinekaan. Aparat Polisi seharusnya juga tdk membiarkan kelompok yang tidak ada ijin melakukan pemboikotan atas acara yang sudah ada ijin seperti terhadap KKR Stephen Tong. Ia juga mengkritik kesenjangan sosial dan ekonomi yang sering terjadi di sekitar proyek besar pembangunan. 
 
Selain itu persoalan kemerataan kesejahteraan. Karena hal inilah yang sering menjadi dasar terjadi kerusuhan termasuk teroris. Oleh karena itu ia mengajak masyarakat sekitar Danau Toba untuk tidak menjual tanahnya tetapi ikut berpartisipasi atas pembangunan otorita Danau Toba nantinya.
 
Sedangkan MH. Siburian menjelaskan bahwa ada produk hukum  tidak memelihara Kebhinekaan, jadi harus direvisi. Selain itu ia mengharapkan proteksi terhadap Danau Toba agar penduduk tidak tergerus monopoli pengusaha.
 
Pastor T. Nainggolan dari Uskup Agung juga menjelaskan bahwa jemaat Katolik sudah bersiap diri dalam pembangunan BODT. Mereka bahkan sudah membuat penelitian. BODT harus dikelola dengan baik. Jemaat Katolik akan tetap memberi pelayanan dan menjaga kebudayaan dengan melestarikan kebudayaan yang ada.
 
Panelis Capt Anton Sihombing dari DPR RI menekankan latar belakang berdirinya RI, tidak terlepas dari peran serta umat Kristen. Oleh karena itu umat Kristen jgn mengecilkan diri tetapi harus terus ikut berbuat. Jangan hanya jadi penonton tapi ikutlah dalam membangun bangsa dan negara ini agar bisa diberi tanggung jawab.
 
Kombes, Heri S. Yang mewakili Polda Sumut menanggapi panelis dengan memberi apresiasi pada panitia atas Kebhinekaan Acara ini. Ia sangat mendukung kebhinekaan dalam pekerjaannya. Bahkan Ia menjalan ajaran Yesus yang tidak bertentangan dengan imannya yaitu melayani bukan dilayani; rajin memuji Tuhan juga sesama; pembawa damai; dan mengasihi orang lain seperti diri sendiri. Ia menganggap teguran Pak SAE adalah seperti jamu, pahit tetapi memberi kekuatan yaitu membangun.
 
Sebelum acara sarasehan berakhir mantan ketua MK, Prof. Dr. Mahfud MD turut memberi masukan. Perbedaan adalah karya Tuhan, sehingga siapa yang menolak perbedaan, melawan Tuhan. 
 
Mahfud MD juga menjelaskan bahwa merawat KeBhinekaan tetap dengan memelihara konstitusi yang sah. Namun kecenderungan masyarakat hampir masuk ke dalam disorientasi, distrust, disobedient dan disintegritas. Jika masyarakat sudah tidak yakin lagi pada konstitusi maka masyarakat akan memberontak dan inilah yang dapat menggerakkan keinginan mengubah negara Indonesia. Oleh karena itu ia sangat menghargai Kebhinekaan yang Tuhan ciptakan
 
Turut hadir dalam acara ini, Bupati Tarutung, Humbahas, Tobasa dan Samosir. Istri almarhum GM Panggabean boru Hutagalung, RE Nainggolan dan tokoh-tokoh agama lainnya. Acara ini juga dimeriahkan oleh artis ibukota Tio Fanta Pinem.(R4)
  BeritaTerkait
  • Sarasehan Nasional di Parapat 16 Desember 2016

    tahun lalu

    Medan (Pelita Batak):Sarasehan Nasional dalam rangkaian Natal Tingkat Nasional di Humbahas 26 Desember 2016, bertajuk 'Merawat Kebhinnekaan dalam Bingkai NKRI sebagai Kekuatan Bangsa' dilaksanakan, Jumat (16/12/2016) di Inna Hotel Parapat. Kegia

  • Dirgahayu ke 14 Humbahas: Sekilas Sejarah Peran Serta Masyarakat yang Ada di Parserahan Atas Berdirinya Kabupaten Humbang Hasundutan

    9 bulan lalu

    Oleh: Gandhi PakpahanPARNADOS (PARSAHUTAON NAHUMALIANG DOLOKSANGGUL)PARNADOS yang berdiri pada tanggal 27 Januari 1995 mempunyai benang merah dengan PERNADOS yang berdiri sebelumnya dan wadah lain set

  • Natal Nasional di Humbahas, Enggartiasto Lukita : Tampakna Do Tajomna, Rim Ni Tahi Do Gogona

    tahun lalu

    Doloksanggul (Pelita Batak) : Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita selaku ketua umum panitia Natal Nasional mengutip umpasa Batak, 'Tampakna do Tajomna, Rim ni tahi do gogona', untuk menggambarkan bagaimana masyarakat Batak sudah sejak lama

  • Presiden Jokowi Dipastikan Hadiri Perayaan Natal Nasional di Humbahas dan Manado

    2 tahun lalu

    Jakarta (Pelita Batak): Presiden RI Joko Widodo dipastikan akan menghadiri rangkaian perayaan Natal Nasional tanggal 26-27 Desember 2016 di  Doloksanggul Kabupaten Humbang Hasundutan dan Manad

  • Ephorus HKBP Pdt Dr Darwin Lumbantobing Dukung Sarasehan Sambut Natal Nasional

    tahun lalu

    Medan (Pelita Batak) : Ephorus HKBP Pdt Dr Darwin Lumbantobing dukung dan apresiasi rencana pelaksanaan sarasehan menjelang natal nasional 2016 di Humbahas yang akan diselenggarakan di Hotel Grand Angkasa Medan pada tanggal 2 Desember mendatang.

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2018 Pelita Batak Online. All Rights Reserved. Design by. ariewebnet