• Home
  • News
  • Jadi Pusat Wisata di Kawasan Asean, Pemerintah Minta Masyarakat Ikut Kembangkan Danau Toba
KSP Makmur Mandiri
Minggu, 04 Februari 2018 16:17:00

Jadi Pusat Wisata di Kawasan Asean, Pemerintah Minta Masyarakat Ikut Kembangkan Danau Toba

BAGIKAN:
Jakarta (Pelita Batak):
Program kerjasama "Western Indonesia Economic and Business Hub for Asean" khususnya di Sumatera Utara telah berjalan. Program tersebut merupakan kebijakan yang mengedepankan pendekatan pembangunan daerah yang terintegrasi difokuskan pada pembangunan di luar Pulau Jawa.
Pemerintah meminta komunitas masyarakat dan gereja ikut terlibat secara aktif dalam pengembangan potensi wisata serta pertanian di sekitar kawasan Danau Toba. Hal ini ditegaskan oleh Menko Maritim Luhut B. Pandjaitan dalam pertemuan awal tahun pemerintah, gereja dan komunitas di Jakarta, Sabtu (3-2-2018).

"Implementasi bapak dan ibu sekalian itu yang dibutuhkan,  jadi nanti menurut saya saat berkhutbah di gereja, ini pesan dari pusat, harus ada khotbah mengenai kebersihan, ketauladanan, teamwork, kebersamaan, keramahtamahan yang dikaitkan dengan ayat-ayat Alkitab yang sangat banyak sekali disana," ujarnya. Kepada hadirin yang berasal dari komunitas Horas Halak Hita (H3) dan Komite Pelaksana Pelayanan Strategis Huria Kristen Batak Protestan (KPPS HKBP), Menko meminta agar  ayat-ayat dalam Alkitab dikaitkan dengan praktik pengembangan pariwisata dan pertanian di Danau Toba. "Tolong supaya HKBP bisa mendesainnya dari sekarang," tambahnya.

Menurut Menko Luhut, HKBP atau gereja dapat memainkan peran lebih penting untuk membawa spirit kebersamaan, memberikan ketauladanan serta mendidik masyarakat Batak agar tidak tersingkir di tengah pengembangan Danau Toba. Terutama, tambahnya, karena pengembangan wilayah terpadu dan pembangunan infrastruktur di Sumatera yang membuka peluang investasi yang makin meluas. 

"Kita tidak hanya bicara Toba saja, ini menyangkut semua sampai nanti ke Dumai, Kuala Tanjung, kuala Kualanamu dan segala macam. Dan ini hebat, dampaknya  sampai kepada orang Batak, kalau orang Batak tidak menyiapkan dirinya maka mereka akan bisa menjadi terpinggirkan," ingat Purnawirawan Jenderal itu. Oleh karenanya, Menko Luhut menambahkan, yang tak kalah penting untuk membawa kemajuan bagi masyarakat Batak adalah meningkatkan kualitas pendidikan.  "Oleh karena  itu kita orang batak punya peran penting bagaimana kita bisa meningkatkan kualitas pendidikan kita disana supaya orang batak itu bisa menjadi tuan rumah di negerinya sendiri," sambungnya.

Selain itu, Menko Luhut juga meminta agar gereja juga berperan dalam mengembangkan pertanian. "Di bidang pertanian, itukan  herbal kita banyak, herbal itu kita kembangkan sekarang, gereja harus berperan, gereja harus turun berkhotbah ke sawah tidak hanya di dalam gereja saja," pintanya dengan mimik serius. 

Lebih jauh, Menko Luhut mengisahkan tentang perkembangan ekonomi dunia yang dia ketahui ketika menghadiri "World Economic Forum" di Davos, Swiss minggu lalu. "Nah disitu disebutkan bahwa pertumbuhan ekomoni dunia itu sangat bagus sekali selama satu dekade belakangan ini," kata Luhut. Pada kesempatan itu, diapun sempat menyinggung pinjaman USD 300 juta yang diberikan oleh World Bank pada akhir tahun 2017. "Sekarang proses pencairannya, Bu Ani (Menkeu. Red) cerita sama saya bahwa mungkin dalam satu-dua bulan ini. Itu nanti sekitar USD 100 Juta atau Rp 1.3 triliun akan masuk di Sibisa Area," tuturnya.

Lebih lanjut, Menko Luhut meminta kepada Bupati Tapanuli Utara agar menata Bandara Silangit karena kawasan itu akan menjadi 'hub' (pusat) wisata dari Asia Selatan ke Asia Tenggara "Saya udah bilang ke pak bupati tatalah itu Silangit dengan bagus. Jangan pula sembarangan tatanya, tatalah dengan arsitektur  Toba, arsitektur batak yang modern, itu pesan dari pak presiden," tegasnya. Untuk mendukung hal itu, di sela-sela even 'World Economic Forum di Davos', Menko Luhut sempat bertemu dengan CEO Air Asia Tony Fernandes dengan didampingi oleh Deputi Bidang Kedaulatan Maritim Arif Havas Oegroseno. "Sudah ketemu Tony Fernandes, dia janji akan bawa turis dari India, Tiongkok, dan Filipina," sebutnya. 

Selain Menko Maritim Luhut Binsar Pandjaitan, Ompui Ephorus Pendeta Darwin Lumbantobing, Menteri Bappenas Bambang Brodjonegoro dan Wakil Gubernur Sumatera Utara Nurhajizah Marpaung turut menghadiri dan menjadi pembicara utama dalam pertemuan tersebut. (**)
  BeritaTerkait
  • Ribuan Masyarakat Hadiri Syukuran Tahun Baru 2018 di Bukit Inspirasi Doloksanggul

    7 bulan lalu

    Doloksanggul (Pelita Batak): Ribuan masyarakat dari berbagai elemen hadiri acara syukuran tahun baru 2018 yang dilaksanakan di Perkantoran Bupati Humbahas Bukit Inspirasi Doloksanggul, Jumat 12 Januar

  • Yayasan Pencinta Danau Toba Kritisi Kinerja Badan Otorita yang Belum Hasilkan Rencana Induk

    2 tahun lalu

    Medan (Pelita Batak): Sejak dicanangkan pengembangan Kawasan Danau Toba (KDT) sebagai Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) dan terutama setelah dibentuk Badan Otorita Pengelola Kawasan Pari

  • Liber Simbolon : Bandara Silangit Sumatera Utara Dibangun Saat Pendudukan Jepang

    10 bulan lalu

    Pangururan(Pelita Batak): Upaya pemerintah untuk membenahi berbagai sektoral infrastruktur antara lain pariwisata, perkebunan, pelabuhan, pertanian, jalan tol, lapangan udara  di Sumatera Utara m

  • Komisi A DPRD Sumut Gelar RDP Bersama Bupati Tobasa, Direksi BODT, Dishut Provsu Bersama Masyarakat Adat Marga Butarbutar Sigapiton

    4 minggu lalu

    Medan (Pelita Batak):Menindaklanjuti aspirasi masyarakat terkait sengketa lahan seluas 500 hektar antara masyarakat adat Desa Sigapiton, Sibisa dan Motung sekitarnya dengan Badan Pelaksana Otorita Par

  • Jokowi Minta Jaga dan Lindungi Danau Toba,  

    2 tahun lalu

    Presiden Joko Widodo beserta Ny Iriana didampingi Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Ir H Tengku Erry Nuradi dan Ketua TP PKK

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2018 Pelita Batak Online. All Rights Reserved. Design by. ariewebnet