• Home
  • News
  • JTP Disambut "Dongan Tubu" di Pahae
KSP Makmur Mandiri
Rabu, 07 Maret 2018 20:37:00

JTP Disambut "Dongan Tubu" di Pahae

BAGIKAN:
Jeje Tobing
JTP bersama ibu-ibu lansia
Laporan Jeje Tobing

Kunjungan demi kunjungan terus dilakukan oleh JTP dalam rangka sosialisasi sekaligus mendengar dan menampung aspirasi dari warga Tapanuli Utara.
Hari ini misalnya, Rabu 07 Maret 2018, JTP singkatan dari Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat, Kandidat Bupati bernomor urut dua itu, menghadiri undangan dari warga Desa Sitolu Ama, di Kec Pahae Julu - Taput.

Tak mengherankan jika JTP disambut hangat penuh rasa kekeluargaan di wilayah yang mayoritas penduduknya bermarga Hutabarat atau "dongan tubu"nya JTP (saudara).
Meski hujan deras mengguyur namun sepertinya tak menyurutkan niat warga sekitar untuk bersalaman dengan Pria yang bergelar Doktor dan juga memiliki gelar M.Si dan P.Si tersebut.

Mengawali perkenalan dan kata sambutannya,  JTP terlebih dahulu mohon ijin kepada para petugas Panwas karena mungkin ada yang hadir dalam pertemuan ini bersebab ada kemungkinan bahwa acara selesai melebihi ambang batas aturan KPU.

"Terlebih dahulu saya mohon ijin dan mohon maaf karena mungkin pertemuan kekeluargaan ini akan melewati batas sampai jam 06.00 wib. Namun sesungguhnya pertemuan ini adalah pertemuan kekeluargaan sesama marga Hutabarat yang mardongan tubu," pinta JTP dengan berbahasa daerah, Bahasa Batak

Lebih jauh, JTP mengemukakan niat dan melalui programnya untuk kemajuan Taput yang lebih baik bahkan beliau sampai rela melepas dinas kepolisiannya sebagai jabatan Kapolres Tapanuli Utara.

"Pendidikan di Taput harus dibenahi, diperbaiki dan harus terus ditata lebih baik. Hanya dengan pendidikan yang baik maka pola pikir masyarakat akan berubah nenjadi lebih baik. Melalui pendidikan yang baik maka karakter, perilaku dan tabiat juga akan berubah dan berkwalitas," jelas JTP.

Pada malam dingin bernuansa hujan gerimis itu, lagi lagi lagu "O Yerusalem" berkumandang dengan syahdu dan ditutup dengan lagu "Tangiang ni Dainang" yang diikuti oleh para kaum Ibu Lansia sambil berpelukan dengan JTP.(*)
  BeritaTerkait
  • Hebat ! Festival Budaya Batak di Kalbar Dihadiri Ribuan Orang

    2 tahun lalu

    Kalbar (Pelita Batak) : Merantau jauh dari kampung halaman, bukan berarti harus terlepas dari akar budaya dan kebersamaan dengan kerabat. Hal itu tampaknya yang ingin dibuktikan ribuan orang

  • Marga Merupakan Jaminan Sosial Masyarakat Batak Toba

    2 tahun lalu

    Medan (Pelita Batak): Dari mitologi penciptaan diketahui bahwa semua orang Batak berasal dari Si Rajabatak. Si Rajabatak mempunyai dua putra, yaitu Guru Tateabulan dan Raja Isumbaon. Kemudian

  • Partandang na Bitik

    tahun lalu

    Adong do sada boru ni Ama ni Panukkunan, margoar si Lastiar Christina Margareth. Biasa dijou si Lastri. Na burju do Si Lastiar on jala pargaul. Nang pe boru siampudan. Unduk marnatua tua. Uli rupan

  • Pamingkirion tu Parsiranggutan di Ekklesiologi HKBP di Rapot Pandita HKBP Oktober 2017

    tahun lalu

    I. Pamuhai Di Sinode Godang HKBP September 2016 na salpu, ruas ni sinode do ahu songon Plt. Direktur Sikkola Pandita. Disi tangkas do soara ni bahat parsinode asa diamandemen sistem pamil

  • Ephorus HKBP Pdt Dr Darwin Lumbantobing Bina Pelayan HKBP Se-Ressort Kramat Jati

    tahun lalu

      Laporan: Pdt Alter Pernando Siahaan    Ephorus Pdt Dr Darwin Lumbantobing : "Tindakan dan praktek mengikutsertakan anak dalam proses pendidikan adalah suatu u

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2018 Pelita Batak Online. All Rights Reserved. Design by. heriweb