• Home
  • News
  • Intan Olivia Marbun Meninggal, Warga Sampaikan Kesedihan Lewat Media Sosial
KSP Makmur Mandiri
Senin, 14 November 2016 16:57:00

Terkait Bom Gereja Oikumene di Samarinda :

Intan Olivia Marbun Meninggal, Warga Sampaikan Kesedihan Lewat Media Sosial

BAGIKAN:
Int|PelitaBatak

Medan (Pelita Batak) :
Tragedi menyedihkan kembali mengusik Indonesia, lagi-lagi rumah ibadah digegerkan oleh ledakan bom di Gereja Oikumene di Samarinda, Minggu (13/11/2016) mengakibatkan korban. Intan Olivia Marbun, anak sekolah minggu yang tengah berada di halaman gereja salah satu korban luka bakar akibat ledakan bom molotov. Rumah ibadah, tempat berdoa bagi orang Kristen kini tak lagi nyaman.

Senin (14/11) pagi, kabar duka berhembus, Intan O Marbun menghembuskan nafas terakhirnya setelah tak tahan akibat luka bakar di tubuhnya. Di tengah kepolosannya, Intan berkata "Apa cala Intan ma?". Ia pun menghembuskan nafas terakhir.

Kabar ini pun menyebar cepat di media sosial seperti facebook. Mendapat tanggapan dari berbagai pihak, sejak terjadinya ledakan bom hingga kematian menjemput Intan. Berbagai komentar dan ungkapan belasungkawa meramaikan media sosial.

Semua membubuhkan stiker menangis, memanjatkan doa dan mengajak semua pihak untuk tetap damai di tengah pilunya menahan kepedihan atas ulah pelaku bom. Meski mengutuk perlakuan tersebut, seluruh umat kristen di Indonesia mendoakan agar bangsa ini tetap damai.

Selain berpegang kepada Firman Tuhan, juga mematuhi pemerintah yang saat ini dipimpin Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Jusuf Kalla. Belum lama ini, presiden menyampaikan agar persatuan tetap dijaga. Di mana Presiden juga menekankan agar yang minoritas menghormati yang mayoritas. "Berkaitan dengan mayoritas dan minoritas. Mestinya mayoritas melindungi minoritas. Sedangkan minoritas menghormati mayoritas," kata presiden.

Berikut ini, beberapa petikan ungkapan pemilik akunt facebook terkait peristiwa pengeboman di Samarinda dan kepergian Intan Olivia Marbun :

Taripar M Nababan

Met malam dan mohon maaf seribu kali sodara. Ketahuilah, membunuh atau bahkan hanya sekedar melukai jiwa dan raga (karakter dan psikologi) orang lain tidak akan pernah membawamu atau memberimu "tiket" ke surga. Bagi yang sudah memahami tolong jelaskan kepada sodara-sodara lainnya. #SayNoToTerrorism

Bagi yang sedang ibadah malam jangan menjadi takut ya... walaupun saya sendiri dalam sepanjang tahun 2016 ini baru hanya satu kali beribadah ke gereja. Kebetulan ditempat saya sekarang memang tidak ada gereja.

Selamat menjalankan ibadah minggu malam bagi yang sedang beribadah. #HappySunday

Dan dalam 17 hari kedepan kita sudah memasuki bulan Desember, pasti banyak perayaan-perayaan Natal bagi umat kristiani. Tetaplah berdoa dengan teguh kepada Tuhan, kiranya gereja kita tetap aman dan damai. Semoga saya bisa mudik ke kampung halaman lebih awal. Rindu kali rasanya, pengen ibadah di gereja. #GodIsLove

Andi Siahaan

INTAN

Intan Marbun umurnya baru dua setengah tahun. suara dan jalannya sangat lucu menggemaskan. Semua orang berlomba mencubit pipi tembemnya.

Di halaman Gereja Intan bernyanyi sambil berlari mengejar teman2 nya, lompat sana lompat sini.
Intan tak pernah menghina karena dia baru belajar bicara, tangan Intan tak pernah menyakiti karena memegang botol susu pun belum bisa.

Tiba tiba seorang lelaki berkaos hitam dengan tulisan JIHAD berteriak dengan heroik dan gagah berani sembari menyebut nama Tuhan dan melempar bom molotov yg diracik efek ledakan.

Duaaar.... api menyala.... Tubuh Intan yg mungil terpental, baju nya terbakar. Dari mulut kecil Intan terdengar teriakan lirih "Mama.... Intan sakiit" lalu pingsan dengan tubuh melepuh dan luka sana sini.

Hari ini Intan meninggal dunia. Kembali ke pangkuan Tuhan yang menciptakannya. Intan baru dua setengah tahun. Tidak mengerti politik, tidak mengerti apa2 selain menghabiskan siang dengan bermain dan menghabiskan malam di pelukan Mama.

Pelempar Bom masih hidup. Malam tadi pelempar Bom tersenyum bangga dan bersyukur telah menjalankan perintah Tuhan untuk membunuh seorang anak bernama Intan yang dua setengah tahun lalu lahir ke Bumi atas kehendak Tuhan.
Sebelum menutup mata, Intan sambil menahan sakit bertanya pada Mama "apa calah Intan Ma?"

Intan tidak mencuri, tidak korupsi, tidak menganiaya siapa siapa....
Lalu kenapa Intan dibakar dengan bom api?
Intan bersalah karena dia KRISTEN.... Intan bersalah karena ber Doa nya berbeda dengan si Pelempar Bom.... hanya itu tidak ada yang lain.

#RIPIntan

Selamat jalan Intan. Kami yakin kematian mu tak sia-sia. Kau sudah tenang bersama Bapa di surga. Biarlah pelaku bertanggung jawab atas perbuatannya. Dan kepada orang tua Intan bersabarlah, tabah dan maafkan pelaku. Cuma itu yang bisa kita lakukan. Semoga peristiwa ini adalah yang tetakhir di bumi pertiwi ini. Tidak ada lagi kebencian atas nama agama.

Marim Purba

Segelintir orang masih terus mabuk agama- tanpa cinta. Jika agama cuma melahirkan caci maki, hujatan, pembunuhan dan nestapa, maka lenyaplah peradaban Indonesia.

"Dalam damai anak menguburkan orang tua. Saat perang orangtua yang menguburkan anak."
Maafkan kami wahai anak bangsa. Maafkan dunia kami yang marah, hai putri cantik Intan Marbun di Samarinda.
Kami masih yakin Indonesia bisa tetap keras seperti intan, tak pecah oleh agama yang murka.

Franky Manik

Selamat Jalan Intan Marbun (korban bom di gereja oikumene samarinda). Selamat jalan Boru, selamat jalan Inang, tenanglah di Surga bersama Bapa. Sakit memang doa ini "ampunilah mereka ya Bapa, sebab mereka tidak tau apa yg mereka perbuat". Tp mari kita semua yg ikut teraniaya oleh perbuatan org2 ini agar tetap teguh dalam iman. Percayalah bahwa TUHAN yg lebih BERHAK utk membalas mereka, BUKAN KITA... semoga kita saling menguatkan di dalam doa kita masing2.

Maruli Damanik

Mengutuk bom di gereja oikumene samarinda..! Agar warga jangan mudah terprovokasi akan oknum2 yang hanya ingin membuat kekacauan di negeri ini. Kita percayakan pihak berwajib untuk melakukan yang terbaik dan meringkus seluruh pelakunya ! Sebagai masyarakat kita jangan buru buru membuat kesimpulan sendiri siapa pelakunya sebelum berdasarkan fakta yang sebenarnya !

(TAp/fb)

  BeritaTerkait
  • Zulkaidah Harahap dengan Opera Batak

    3 tahun lalu

    PelitaBatak.com : Hiburan pementasan yang menghiasi perjalanan sejarah bangso Batak, opera batak, kini nyaris tidak dipentaskan lagi. Masuknya media televisi dan jejaring sosial, mengalihkan perhatian warga Bangso Batak dan masyarakat modern pada umumnya

  • N4J Gelar Pelatihan Tanaman Hydroponic untuk Para Relawan JOKOWI-AMIN

    tahun lalu

    Jakarta (Pelita Batak):Dewan Pimpinan Daerah Nusantara Untuk Jokowi (N4J) DKI Jakarta Raya mengadakan pelatihan bercocok tanam secara hydroponic bagi Para Relawan di RUMAH KERJA RELAWAN DIREKTORAT REL

  • Alvaro Sinaga Bocah Korban Bom Akan Jalani Operasi

    3 tahun lalu

    Medan (Pelita Batak) :Selain Intan Olivia Marbun bocah 2 tahun 6 bulan yang meninggal pascaledakan bom di Gereja Oikumene Samarinda, Alvaro Sinaga (4) kini meringis kesakitan akibat luka yang dialaminya. Dalam waktu dekat,

  • Orangtua Intan Olivia Marbun Diupa-upa Secara Adat Batak di Gereja Oikumene Samarinda

    3 tahun lalu

    Samarinda(Pelita Batak): Pada ibadah Minggu pertama, Minggu 20 November 2016, Gereja Oikumene menggelar doa ritual khusus Adat Batak yaitu diupa-upa untuk menghibur orangtua Intan Olivia Marbun (2,

  • BreakingNews! ! J. Lumbangaol Warga Baktiraja Humbahas Ditemukan Tewas. Diduga Bunuh Diri ?

    tahun lalu

    Doloksanggul(Pelita Batak):  J. Lumbangaol warga Dusun Losung Aek, Desa Marbun Dolok Kecamatan Baktiraja Kabupaten Humbanghasundutan diduga  nekat mengakhiri hidupnya dengan cara bunuh diri.

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2019 Pelita Batak Online. All Rights Reserved. Design by. heriweb