• Home
  • News
  • Ini Tanggapan Warga Tobasa untuk Pelaksanaan Karnaval Pesona Danau Toba (KPDT) ke III
KSP Makmur Mandiri
Minggu, 28 Oktober 2018 20:22:00

Ini Tanggapan Warga Tobasa untuk Pelaksanaan Karnaval Pesona Danau Toba (KPDT) ke III

Dinilai Gagal dan Tidak Berkontribusi Bagi Pariwisata Tobasa
BAGIKAN:
Maria|pelitabatak
Pengunjung yang hadir dari kalangan pemerintah Toba Samosir dan anak sekolah, minim tamu dari luar.

Tobasa (Pelita Batak):

KPDT dilaksanakan setiap tahunnya di Kabupaten Toba Samosir (Tobasa)  sesuai instruksi Presiden Jokowi saat pertama kali pesta ini digelar di Tobasa tiga tahun yang lalu 

Karnaval Pesona Danau Toba kali ini dihadiri Direktur Badan Pelaksanan Otorita Dana Toba (BPODT), Agus Purwoto dari Kemementerian Kemaritiman, Dandim 0210/TU, Letkol Inf Riko Siagian, Wakapolres Tobasa Kompol Arifin Siagian, Bupati, Darwin Siagian dan Wakil Bupati, Hulman Sitorus dan Tokoh Adat.

Karnaval ini mengambil tema 'Ulos', dengan rangkaian acara manghutti tandok, marchingg band dari SMK Arjuna, mobil hias dari Dinas Pariwisata, Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Perkim, Dinas PUPR dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lainnya, serta dari Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas) dan Tapanuli Utara (Taput).

Presiden waktu itu berpesan dengan menjadikan event KPDT menjadi agenda tahunan diharapkan bisa berkontribusi bagi kemajuan wisata di Danau Toba khususnya di Toba Samosir 

"Dengan harapan itu, kedepan nantinya karnaval ini, Danau Toba kita dikenal, demikian juga adat budaya Batak sampai ke penjuru dunia," pungkas Jokowi kala itu.

Pawai Karnaval kali hanya diikuti sebanyak 16  Kecamatan. Masing-masing Kecamatan, SKPD, Sekolah, Kepala Desa, UPT dengan SPPD sesuai juknis   untuk  hadir memenuhi Kota Balige agar terlihat ramai dan semarak tanpa mensosialisasikan kegiatan ini ke daerah lain bahkan untuk kalangan masyarakat sekitar Tobasa. 

Masyarakat yang hadir kecewa melihat bahwa tamu yang hadir hanya orang orang yang duduk dipemerintahan saja. Contohnya ibu Napitupulu asal Balige mengaku sangat kecewa melihat tamu yang hadir bukan calon wisatawan atau tamu dari luar namun orang yang biasa lalu lalang dikota balige ini mengenakan baju seragam ASN. 

"Bedanya hari ini mereka tidak mengenakan seragam PNS, ini tidak lebih baik dari pawai tujuh belas agustus an, sayang anggaran nya mungkin besar untuk event ini," katanya saat mengikuti devile karnaval, Oktober 2018.  

Senada seorang aktifis Tobasa, Denni Hutagaol menilai, karnaval ini tidak ada bedanya dengan pawai seperti tujuh belasan. Menurutnya, tidak ada yang unik di karnaval tersebut.

"Hanya sebatas seremosial belaka. Seakan-akan pesta karnaval terkesan hanya untuk menghabiskan anggaran. Diharapkan pada Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) kedepannya agar acara tidak seperti itu lagi. Bagaimana caranya agar bisa warga mancanegara tau seharusnya dilakukan dengan cara yang unik, kali ini anggaran yang digelontorkan tidak membawa pengaruh dalam hal mendatangkan tamu dari luar Tobasa selain undangan yang sudah diagendakan panitia," kata Denny.

Denni juga menuturkan, Direktur BODT saat memberi kata sambutan seharunya tidak memperkenalkan negara lain dan mengurus paspor warga yang menghadiri karnaval. Menurutnya, Direktur BODT membuat progam yang menarik dan unik, agar Danau Toba di kenal di seluruh dunia. "Kalau tidak bisa mundur saja dari jabatannya," pungkas Denni.

Salah satu pengunjung menuturkan, harusnya Pemkab Tobasa melalui Disparbud, mensosialisasikan kegiatan ini jauh hari sebelumnya, semisal memakai media cetak, online, dan elektronik. "Sesuai dengan tema seharusnya pengunjung diajak memakai ulos, seperti tali-tali di kepala untuk menciptakan suasana unik, pengunjung juga hampir tidak ada dari luar Sumatera, massa yang datang hanya dari instansi yang ada di lingkungan kerja Pemkab Tobasa," ujarnya. (Maria)

  BeritaTerkait
  • Asmadi Lubis : Penolakan Pendeta Pada Jadwal Karnaval Pesona Danau Toba Merupakan 'Peringatan' Keras Terhadap Bupati

    2 tahun lalu

    Balige(Pelita Batak): Penolakan jadwal Karnaval Pesona Danau Toba yang telah di tentukan oleh Pemerintah Kabupaten Toba Samosir pada Minggu 10 September 2017 oleh Pendeta HKBP Distrik IV TOBA merupaka

  • Presiden Jokowi Tiba di Bandara FL Tobing Tapteng

    2 tahun lalu

    Tapanulitengah (Pelita Batak) : Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) H Tengku Erry Nuradi menyambut kedatangan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) di Bandara FL Tobing, Pinangsori, Tapanuli Tengah, Kamis

  • Asmadi Lubis Pertanyakan Motif Bupati Tobasa Darwin Siagian Buat Karnaval Pesona Danau Toba di Hari Minggu

    2 tahun lalu

    Tobasa(Pelita Batak): Acara Karnaval Pesona Danau Toba 2017 yang akan diselenggarakan pada Minggu 10 September 2017 mendapat penolakan dari sejumlah Pendeta HKBP Distrik IV TOBA."Kita memberikan penol

  • Sempat Ditolak Hari Pelaksanaannya, Gubsu dan Dua Menteri Ikuti Karnaval Pesona Danau Toba 2017

    2 tahun lalu

    Balige (Pelita Batak):Meski mendapat penolakan dari sejumlah masyarakat, pelaksanaan Karnaval Pesona Danau Toba 2017 tetap digelar pada Minggu, 10 September 2017. Acara ini turut dihadiri Gubernur Sum

  • Luhut B Pandjaitan : Warga Toba Tunjukkan Keramahan Mulai Sekarang

    2 tahun lalu

    Balige (Pelita Batak):Menko Maritim Luhut Binsar Panjaitan mengatakan, untuk mendukung dan mempersiapkan Danau Toba menjadi destinasi wisata berkelas dunia, semua pihak khususnya masyarakat dan pemeri

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2019 Pelita Batak Online. All Rights Reserved. Design by. heriweb