• Home
  • News
  • Ini Provinsi dengan SiLPA Sangat Besar, Sumut Termasuk
KSP Makmur Mandiri
Rabu, 19 Juni 2019 19:03:00

Ini Provinsi dengan SiLPA Sangat Besar, Sumut Termasuk

Mendagri Minta Penyerapan APBD Digenjot
BAGIKAN:
ist|pelitabatak
Jakarta (Pelita Batak):
Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) Provinsi Sumatera Utara untuk tahun 2018 masuk dalam raport merah yang dirilis Menteri Dalam Negeri (Mendagri). Besar SiLPA Rp 500 miliar.

Demikian halnya dengan beberapa provinsi lainnya, dan peringkat pertama diisi Promprov DKI Jakarta sebesar Rp.12 triliun lebih.

Melihat hal itu, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo memerintah setiap daerah untuk menggenjot penyerapan APBD.

"Rata-rata SiLPA provinsi kita masih triliunan, hampir Rp20 triliun untuk seluruh provinsi," kata Tjahjo di Jakarta, Rabu (19/6).

Berdasarkan laporan hasil evauasi hasil evaluasi pelaksanaan APBD Tahun 2018 terdapat SiLPA yang cukup besar  sebagai berikut:

1. Provinsi DKI Jakarta Rp. 12.171.689.204.491,00
2. Provinsi Jawa Barat Rp. 2.250.000.000.000,00
3. Provinsi Aceh Rp. 1.652.595.332.255,00
4. Provinsi Jawa Timur Rp. 1.526.174.869.217,00
5. Provinsi Jawa Tengah Rp. 686.759.423.000,00
6. Provinsi Bali Rp. 510.757.121.691,00
7. Provinsi Sumatera Utara Rp. 500.000.000.000,00
8. Provinsi Sumatera Barat Rp. 486.422.448.521,72
9. Provinsi Riau Rp. 68.313.634.620,20
10. Provinsi Lampung Rp. 93.706.929.856,27
11. Provinsi DI Yogyakarta Rp. 465.119.895.321,23
12. Provinsi Kalimantan Tengah Rp. 202.234.441.150,72
13. Provinsi Sulawesi Barat Rp. 130.214.583.519,09
14. Provinsi Sulawesi Tengah Rp. 367.635.953.127,04
15. Provinsi Papua Rp. 888.119.740.276,61.

SiLPA adalah Sisa Lebih Perhitungan Anggaran, yaitu selisih lebih realisasi penerimaan dan pengeluaran selama satu periode anggaran. Jika SiLPA suatu wilayah menunjukkan angka 0 (nol) maka menunjukkan penyerapan anggaran 100 persen

Mendagri telah meminta Pemerintah Daerah melakukan penyerapan dan merealisasikan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dengan tepat. Hal itu dimaksudkan agar penyerapan anggaran dan belanja program dilakukan secara efektif dan efisien.

Ia menilai agak aneh karena menghabiskan anggaran masih sulit, "Ini menunjukan bahwa perencanaan, penganggaran dan pelaksanaan program tidak berjalan dengan baik. Ini tolong dicermati," tegas Mendagri. (Puspen Kemendagri|ES|TAp)
  BeritaTerkait
  • Mentan Optimis Sumut Kembali Lima Besar Produksi Padi

    3 tahun lalu

    Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mendorong Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut untuk mengejar target produksi pertanian padi, jagung dan kedelai (Pajale) di tahun 2016. Dengan demikian, Sumut dapat kembali menempati urutan lima besar nasional sebagai

  • Sumut Terima Helikopter SAR, Erry Ingatkan Daerah Waspada Bencana

    3 tahun lalu

    Medan (Pelita Batak) :Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) menerima satu unit helikopter jenis AW139 buatan Italia tahun 2016 dari Badan SAR Nasional

  • Sumut Harus Masuk Tiga Besar Nasional Produksi Pajale

    2 tahun lalu

    Medan (Pelita Batak):Pencapaian Provinsi Sumatera Utara (Provsu) masuk lima besar nasional sebagai penyumbang produksi padi patut mendapat apresiasi. Namun dengan kondisi Sumut yang dinilai cukup pote

  • Kadin Komitmen Dukung Pertumbuhan Ekonomi Sumut

    2 tahun lalu

    Medan (Pelita Batak):Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sumatera Utara (Sumut) berkomitmen turut terlibat aktif dalam mendongkrak pertumbuhan perekonomian Sumut. Sebagai pintu gerbang Indonesia bagian

  • Ribuan Masyarakat Hadiri Syukuran Tahun Baru 2018 di Bukit Inspirasi Doloksanggul

    2 tahun lalu

    Doloksanggul (Pelita Batak): Ribuan masyarakat dari berbagai elemen hadiri acara syukuran tahun baru 2018 yang dilaksanakan di Perkantoran Bupati Humbahas Bukit Inspirasi Doloksanggul, Jumat 12 Januar

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2019 Pelita Batak Online. All Rights Reserved. Design by. heriweb