• Home
  • News
  • Ini Pendapat Ephorus Emeritus HKBP Pdt JR Hutauruk tentang Pdt Robinson Butarbutar
Kamis, 15 September 2016 07:17:00

Sinode Godang HKBP 2016

Ini Pendapat Ephorus Emeritus HKBP Pdt JR Hutauruk tentang Pdt Robinson Butarbutar

BAGIKAN:
Sipoholon (Pelita Batak) :

Emeritus Ephorus HKBP (Periode 1998-2004) Pdt Dr JR Hutauruk meminta kepada seluruh warga jemaat dan para calon untuk tetap menjaga semangat kedamaian serta persatuan HKBP dalam melaksanakan Sinode Godang di HKBP Pusat yang berlangsung di Sipoholon Tapanuli Utara. Selain itu, ia juga meminta agar siapapun yang terpilih nanti, harus diterima dan didukung penuh demi kebaikan HKBP di masa depan.

Hal itu dikatakan Pdt JR Hutauruk yang sedang berada di Jakarta saat diwawancara SIB via telepon seluler, Rabu lalu. Sinode Godang menurutnya adalah rapat umum tertinggi yang dilaksanakan HKBP dalam menentukan siapa pimpinan yang terpilih memimpin HKBP periode mendatang dengan membawa visi dan misi serta program bagi HKBP untuk menjadi lebih baik lagi. Jadi agar kita doakan supaya sinode berjalan dengan baik, aman, persiapannya bagus, kelengkapannya bagus, para utusan tidak ada yang sakit. Itulah kita doakan supaya rencana sinode godang, program-program yang akan diputuskan bisa membawa kebaikan HKBP ke masa depan," ucap pria kelahiran Tigadolok Kabupaten Simalungun 80 tahun yang silam ini.

Menurutnya, para calon ephorus, calon sekretaris jenderal dan para calon kepala departemen yang saat ini maju semuanya adalah baik dan hebat. Secara pribadi, ia mengenal para calon tersebut. Ada yang juniornya di pelayanan dan ada juga yang menjadi mahasiswanya ketika ia mengajar di Sekolah Tinggi Teologi (STT) HKBP di Pematangsiantar.

Namun, terkhusus dalam memberi penilaian, sosok ephorus yang ia harapkan memimpin HKBP di periode mendatang ada di pribadi Pdt Dr Robinson Butar-Butar. Alasannya Pdt Robinson adalah calon termuda dan paling paham mengenal HKBP baik dari internal maupun eksternal serta memiliki kemampuan menyelesaikan persoalan yang sudah menggeluti HKBP saat ini.

"Jadi, kalau dari sudut pengalaman saya sebagai pendeta senior, yang saya lihat selama ini, memang HKBP yang besar, mempunyai kekuatan dan kelemahannya. Tentu saya mengharapkan bahwa dari seluruh yang mencalonkan ini, yang mempunyai pelayanan yang baik ditengah-tengah HKBP, baik dari sudut administrasinya, maupun dari perilakunya, yang membawa HKBP supaya lebih baik, karena HKBP kan gereja. HKBP bukan organisasi masyarakat biasa tapi gereja berdasarkan firman Tuhan. Jadi bagi saya, Pdt Robinson Butar-Butar adalah orang yang tepat. Dialah yang paling bersih. Dia yang paling muda. Dia yang paling baik mengenal HKBP di dalam dan HKBP di luar," terang peraih gelar master teologi di Universitas Hamburg, Jerman pada tahun 1968 itu. Ia merasa salut serta terkesima dengan pemaparan visi dan misi serta program yang ditawarkan Pdt Robinson Butar-Butar bersama timnya.

Salah satunya tentang dana pensiun bagi para pelayan yang sudah pensiun. Menurutnya hal itu sangatlah dibutuhkan para pendeta yang sudah pensiun. "Dia penyumbang dana pensiun. Kenapa dana pensiun? Karena menurutnya, kesejahteraan para pendeta yang sudah pensiun, belum sesuai dengan hidup jemaat atau pelayannya yang sudah pensiun. Pendeta-pendeta yang sudah pensiun uang pensiunnya sangat rendah. Dan itu memang masalah yang berlarut-larut. Dan itulah yang harus ditanggulangi HKBP pada masa depan," kata Ephorus HKBP yang ke 12 itu.

Iapun mengetahui riwayat hidup Pdt Robinson sesaat membaca buku autobiografinya. Dalam penilaiannya, Pdt Robinson dibesarkan dari keluarga yang ekonominya pas-pasan tetapi memiliki keluarga yang mempunyai pandangan kehidupan dengan menjunjung tinggi iman Kristus. Beranjak dari kemiskinan, ia yakin Pdt Robinson telah memiliki mental dan spritual yang jujur serta tertempah. "Riwayat hidup Dr Robinson itu memang saya baru melihat dia itu dari keluarga miskin. Jadi sebagai dari keluarga miskin, dia sudah mengetahui, bagaimana penderitaan orang miskin. Tapi sebagai orang miskin, ibunya, keluarganya hanya berdasarkan iman. Berdasarkan iman, ia bisa sekolah. Bisa menjadi sekolah pendeta, bisa jadi pendeta, bisa melayani dengan sehat, dengan jujur beserta keluarganya, bisa melayani. Dari sudut itu saya betul-betul suka melihat caranya mengenalkan dirinya sekarang," terangnya.

Menanggapi kekisruhan soal pemutasian para pendeta yang saat ini diibaratkan menjadi penyakit kronis, pria yang dinobatkan sebagai Ephorus HKBP pada Sinode Godang HKBP 26 Oktober 1998 lalu itu, menyakini Pdt Robinson Butar-Butar dapat menyelesaikannya. "Komisi yang dibentuk ini adalah perpanjangan tangan dari uluan HKBP. Uluan HKBP ialah, Ephorus, Sekjen dan ketiga Kadep. Berdasarkan peraturan 2002, kepemimpinan HKBP itu kolektif kolegial yakni kelimanya harus bersinergi. Tetapi belakangan ini berjalan sendiri-sendiri. Artinya HKBP ini dibagi-bagi. Padahal itulah komitmen dari aturan peraturan. HKBP bukan di tangan satu orang tetapi di tangan lima orang yang kolektif. Jadi komisi itu perpanjangan tangan, termasuk di struktur di bawahnya para praeses. Jadi di samping track record nya para pendeta di samping Biro Personalia, di situ ada Praeses. Dia yang menggembalakan para pendeta di distriknya. Seorang gembala yang sangat mengetahui para pendetanya di didistriknya. Jadi sumber utama yang mengetahui tentang para pendeta ini adalah rapat Praeses. Itulah selama ini tradisinya. Tetapi sekarang tradisi itu bergeser ke arah yang tidak baik. Saya yakin Pdr Robinson sudah memikirkan solusi itu dengan matang. Ia bersama timnya yang lain sudah memiliki program mengatasi itu," kata Pdt JR Hutauruk menutup wawancara.

Mayoritas Dukungan

Sementara itu, memasuki hari kedua, sekitar 80 persen peserta Sinode Godang HKBP sudah menentukan pilihannya untuk posisi Ephorus. Mayoritas dari yang sudah memiliki pilihan tersebut menyatakan mendukung Pdt Dr Robinson Butarbutar sebagai Ephorusnya. Dua puluh persen lagi masih belum memutuskan dan menunggu dinamika yang berkembang.

Hal itu disampaikan Ketua New Hope for HKBP Jonny Pangaribuan MSc dikutip dari SIB. "Kami melakukan jajak pendapat secara acak. Lalu hasilnya ternyata menunjukkan dukungan terhadap Pdt Dr Robinson Butarbutar semakin deras," katanya. Jajak pendapat dilakukan melalui telepon seluler dan menemui langsung respondennya.

Dua puluh persen yang belum menentukan pilihan menurut Jonny, masih bisa bergeser menjelang pemilihan Ephorus yang dijawalkan akan berlangsung hari ini Kamis (15/9/2016). Mereka umumnya masih mempertimbangkan program mana yang lebih baik dan figur yang paling mumpuni menjalankannya. "Mereka masih butuh waktu untuk berpikir, ini mesti dimanfaatkan semua calon agar bisa meyakinkan sinodestan agar memilih Ephorus dukungannya," jelasnya.

Menjawab SIB, mengapa mayoritas peserta Sinode Godang memilih Pdt Dr Robinson Butarbutar, Jonny menyebutkan sesuai hasil jajak pendapat yang dilakukan timnya, karena programnya yang realistis dan menjawab persoalan yang ada saat ini, serta karena figurnya yang dinilai jujur, terpercaya, berintegritas, pendoa, dan memiliki spritualitas tinggi. "Banyak mendukung karena telah mengenal secara pribadi, atau mendengar testimoni orang lain yang memang dekat dengannya. Banyak yang akhirnya mendukung karena direferensikan orang lain yang juga berintegritas,"paparnya. New Hope for HKBP berharap para pendukung masing-masing Ephorus bersosialisasi dengan cara yang positif. Jangan mendiskreditkan satu sama lain. Sebab semua memiliki tujuan yang sama, untuk HKBP yang lebih baik ke depan, dengan memilih Ephorus yang memiliki program dan kompeten menyelesaikan masalah-masalah yang membelit gereja terbesar di Indonesia dan Asia Tenggara tersebut.

New Hope for HKBP menyebutkan menerima banyak harapan besar jemaat terhadap Pdt Dr Robinson Butarbutar menjadi Ephorus. Alasan mereka, karena Direktur Sekolah Pendeta HKBP tersebut, pertama, menjadi Bapa Gereja, pembaharu gereja, yang bukan bagian dari masalah HKBP, tetapi justru menjadi solusi atas masalah HKBP. Kedua, membangun kemitraan dengan pemerintah untuk mendorong jemaaat-jemaat HKBP ambil bagian dalam pembangunan bangsa, menjadi kader-kader pemimpin nasional yang berintegritas, untuk mencapai masyarakat yang sejahtera.

Ketiga, membangun paradigma baru (new hope) HKBP menjadi organisasi gereja yang dapat melakukan pemberdayaan masyarakat, pemberdayaan ekonomi pedesaan, kota, ressort dan gereja untuk menjadi kekuatan ekonomi baru. Keempat, mendukung peningkatan kesejahteraan pelayan dan pensiunan serta jemaat sehingga mencapai kemandirian gereja. Terakhir, membangun iklim pelayanan yang sehat berdasarkan kasih di antara para pendeta, pelayan dan jemaat HKBP, tanpa adanya tindakan-tindakan intimidasi dan kesewenang-wenangan.(SIB/TAp)
  BeritaTerkait
  • Tulisan Kedua: Menyambut Seminar Ekklesiologi HKBP - Komisi Teologi HKBP Menuju Sebuah Gereja Pendeta?

    tahun lalu

    Oleh: Ephorus Emeritus HKBP Pdt. Dr.  J.R. Hutauruk   Paparan ini merupakan lanjutan dari paparan terdahulu yang telah terkirim kepada Komisi Teologi HKBP via email, 17 April lalu

  • Robinson Butarbutar Effect, KRP, dan Masa Depan HKBP

    7 bulan lalu

    KETIKA Ketua Rapat Pendeta HKBP 2017-2021 mampu membawa kualitas pelayanan pendeta naik kelas dengan sejumlah prestasi yang bermulplipief effect (efek besar) bagi jemaat HKBP, saya menyebutnya dengan

  • Ketua FKW HKBP Jumongkas Hutagaol Prihatin Gerakan Calon Ephorus

    2 tahun lalu

    Medan (Pelita Batak) : Ketua FKW (Forum Keprihatinan Warga) HKBP Jumongkas Hutagaol menyatakan keprihatinannya tehadap situasi saat ini di HKBP, khususnya menjelang Sinode Godang HKBP pada tanggal 12-18 September mendatang. Dia menyesalkan gerakan para c

  • HUT ke-80, Ephorus Emeritus HKBP Pdt Dr JR Hutauruk Luncurkan Dua Buku Sekaligus

    2 tahun lalu

    Medan (Pelita Batak) : Tepat berusia 80 tahun, Ompui Ephorus emeritus HKBP Pdt Dr J.R Hutauruk meluncurkan dua buku tulisannya sekaligus. Dengan acara sederhana, peluncuran buku dilaksanakan di komplek HKBP Tanjungsari Medan, Senin (24/10/2016).

  • Menyambut Seminar Ekklesiologi HKBP - Komisi Teologi HKBP Menuju Sebuah Gereja Pendeta?

    tahun lalu

    Tulisan ini ditujukan kepada Komisi Teologi HKBP yang sedang menggelar Seminar Ekklesiologi HKBP di tiga kota sesuai dengan informasi Ephorus HKBP Pdt.Dr.Darwin Lmbantobing pada  kata sambutan

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2018 Pelita Batak Online. All Rights Reserved. Design by. ariewebnet