• Home
  • News
  • Ini Orang Batak yang Masuk Jajaran Pejabat dan Komisaris BUMN
KSP Makmur Mandiri
Selasa, 06 September 2016 22:21:00

Ini Orang Batak yang Masuk Jajaran Pejabat dan Komisaris BUMN

BAGIKAN:
Jakarta (Pelita Batak) : Perusahaan perkebunan pelat merah yang totalnya berjumlah 13 perusahaan, melakukan perombakan besar-besaran. Komposisi komisaris dipangkas dengan jumlah signifikan. Namun, sejumlah nama yang baru muncul juga ada di deretan pejabat-pejabat periode yang baru.

Adapun komisaris independen yang baru diangkat adalah Dr Rustam Efendy Nainggolan MM (PTPN II), Osmar Tanjung (PTPN IV), Tonny Harisman Soetoro (PTPN VI), R Juniono Soehartjahjono S (PTPN VII), Antonius Harso Waluyo Witono (PTPN VIII), Arvan Rivaldy Raebion Siregar (PTPN X), dan Martinus Sembiring (PTPN XIII).

Sementara itu, komisaris yang dialihkan tugasnya menjadi komisaris independen adalah Ari Maulana (PTPN I), Ari Dwipayana (PTPN V), Bambang Risyanto (PTPN IX), Nus Nuzulia Ishak (PTPN XII), dan Achmad Yahya (PTPN XIV).

Sedangkan komisaris utama yang baru adalah E Massa Manik (PTPN IV), Amrizal (PTPN V), Banun Harpini (PTPN VI), dan Agus Pakpahan (PTPN VII). Untuk komisaris yang dialihtugaskan menjadi komisaris utama adalah Karen Tambayong (PTPN VIII), Suharnomo (PTPN IX), Siswaluyo (PTPN XII), Ambo Ala (PTPN XIV), dan Fadhil Hasan (komisaris utama merangkap komisaris independen PTPN XI).

Total komisaris PTPN I hingga PTPN XIV dirampingkan dari semula 62 orang menjadi 41 orang, seiring dengan perampingan jajaran direksi.

"Perubahan jajaran Dewan Komisaris kali ini menitikberatkan pada penguatan good corporate governance (GCG) dengan dilengkapi jajaran komisaris independen. Total komisaris baik yang tetap, yang baru diangkat maupun yang dialihtugaskan kini berjumlah 41 orang dari semula 62 orang," jelas Direktur Utama PTPN III Holding (Persero) E Massa Manik dalam keterangan tertulis seperti dirilis detikfinance, Senin (5/9/2016).

Induk Holding BUMN PTPN yaitu PTPN III, membawahi anak usaha sebanyak 13 PTPN lainnya yang tersebar di wilayah Sumatera, Jawa dan Kalimantan yakni PTPN I, PTPN II, PTPN IV, PTPN V, PTPN VI, PTPN VII, PTPN VIII, PTPN IX, PTPN X, PTPN XI, PTPN XII, PTPN XIII, dan PTPN XIV.

Selain pemangkasan jumlah komisaris, perusahaan juga melakukan perubahan struktur jajaran dewan komisaris yang kali ini dilengkapi dengan keberadaan komisaris independen.

"Hal ini merupakan upaya PTPN III Holding (Persero) selaku pemegang saham dalam memperkuat tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance ) serta memperkuat efektivitas pengawasan," jelas dia.

Dari 13 anggota komisaris yang baru diangkat, sebanyak tujuh orang di antaranya adalah komisaris independen, empat komisaris utama, dan 2 anggota komisaris. Sedangkan pada pengalihan tugas, dari 11 orang, sebanyak 5 orang anggota komisaris diubah tugasnya menjadi komisaris independen, 5 orang menjadi komisaris utama, dan 1 orang menjadi anggota komisaris.

"Komisaris independen baik yang baru diangkat maupun yang dialihtugaskan fungsinya menjadi komisaris independen berjumlah 13 orang dari total 25 orang komisaris baik yang baru diangkat maupun pengalihan," papar dia.

Komisaris independen adalah anggota dewan komisaris yang tidak terafiliasi dengan direksi, anggota dewan komisaris lainnya, dan pemegang saham pengendali serta bebas dari hubungan bisnis atau hubungan lainnya yang dapat mempengaruhi kemampuannya untuk bertindak independen atau bertindak semata-mata demi kepentingan perusahaan.

Adapun tanggung jawab komisaris independen adalah mendorong penerapan prinsip tata kelola perusahaan yang baik di dalam perusahaan melalui pemberdayaan dewan komisaris agar dapat melakukan tugas pengawasan dan pemberian nasihat kepada jajaran direksi secara efektif dan lebih memberikan nilai tambah bagi perusahaan. Dalam sambutannya, Massa Manik berharap jajaran dewan komisaris yang baru bekerja jujur, tulus dan ikhlas.

"Dukungan dewan komisaris sangat diperlukan. Dewan komisaris harus bisa mengawasi dan menegur langsung manajemen untuk perbaikan. Apalagi ini sudah diperkuat dengan komisaris independen sebagai bagian dari praktik GCG," kata dia.

(TAp/dtf)
  BeritaTerkait
  • Gubernur Sumut: Ini Musuh Besar Kita !

    3 tahun lalu

    "Peredaran serta penggunaan narkoba semakin meningkat dan memprihatinkan. Kita tidak ingin generasi muda hancur yang akhirnya menghancurkan bangsa. Pengedar narkoba harus dibuat hukuman maksimal agar jera,"

  • Dengan Kalkulasi yang Matang, Holdingisasi BUMN Segera Dilakukan

    3 tahun lalu

    Jakarta (Pelita Batak) : Meskipun dunia sangat volatil, gampang sekali bergejolak, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengajak jajaran direksi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk optimistis melihat

  • Polres Tapsel Peringati HUT Bhayangkara

    2 tahun lalu

    Padangsidimpuan (Pelita Batak) :Kepolisian Resort Tapanuli Selatan melaksanakan peringatan Hut Bhayangkara sekaligus Halal bi halal dalam rangka Hari Raya Idul Fitri yang di gelar pada Pukul 13:00 WIB

  • Ada 200 Ribu Rekomendasi BPK Belum Ditindaklanjuti di Indonesia

    2 tahun lalu

    Medan (Pelita Batak) :Sebanyak 200 ribu rekomendasi Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang tersebar di 600 entitas seluruh Indonesia belum ditindaklanjuti. BPK RI mendorong seluruh entitas untuk menindak

  • Liberti Sitinjak Jabat Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Sumut

    2 tahun lalu

    Medan (Pelita Batak) :Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Tengku Erry Nuradi menyampaikan pentingnya sistem pelayanan secara online khususnya berkaitan dengan hukum seperti lembaga pemasyarakatan (lapas).

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2019 Pelita Batak Online. All Rights Reserved. Design by. heriweb