• Home
  • News
  • Ini Kata Vicktor E Simanjuntak Tentang Pelestarian Budaya Batak
KSP Makmur Mandiri
Senin, 19 September 2016 15:28:00

Ini Kata Vicktor E Simanjuntak Tentang Pelestarian Budaya Batak

BAGIKAN:
Skalanews
Victor E Simanjuntak

Medan (Pelita Batak) :
Putra/putri Bangso Batak akhir-akhir ini mengatakan khawatir akan semakin tersingkirnya budaya asli Batak dari zaman ini. Namun ada kalanya, generasi Batak saat ini tidak lagi menunjukkan kebanggaannya sebagai seorang yang terlahir di tengah keluarga Batak.

Parahnya, anak-anak yang lahir dan tinggal di bona pasogit pun sebagian besar tidak fasih lagi berbahasa Batak. "Di sikkola minggu pe dakdanak i, diajari marbahasa Indonesia, gabe lupa ma dakdanak i marhata batak," ujar Brigader Jenderal (purn) (Pol) Vicktor E Simanjuntak pada Bedah Buku Torsa-torsa batak "Sonduk Hela" do FIS Unimed belum lama ini.

Vicktor saat itu hadir sebagai peserta bedah buku, yang menyampaikan keprihatinannya akan semakin tergerusnya nilai-nilai budaya Batak di tengah era globalisasi ini.

Untuk itu, banyaknya kosa kata dalam bahasa Batak khususnya batak toba yang nyaris terlupakan, bukan karena ulah siapa-siapa, melainkan karena orang-orang Batak itu sendiri yang tidak lagi bangga mengaku sebagai orang Batak.

Pria yang terlahir di lingkungan Perkebunan di Tanah Jawa ini, sejak lahir hingga lulus sekolah menengah atas tidak mengerti bahasa batak. Namun seiring dengan waktu, Victor tersadar akan jati dirinya sesungguhnya seorang putra Batak yang semestinya mengerti bahasa Batak dan mencintai bahasa itu.

Untuk itulah, menurut Victor selain orang Batak sendiri siapa lagi yang mau melestarikan budaya, bahasa dan kearifan Batak? "Unang lao hamu tu mal, diallang hamu spageti, argana mungkin Rp 60 ribu, hape mie gomak do i. Molo di kode ni halak Batak, argana paling Rp 10 ribu," katanya.

Harus. Menurutnya, semua keturunna Bangso Batak, harus bangga memiliki bahasa, identitas sebagai salah satu suku bangsa di Indonesia.

"Aku bangga sebagai orang Batak," ujarnya menyemangati masyarakat Batak luas.

Sekilas Tentang Victor E Simanjuntak

Nama Brigader Jenderal (Pol) Victor Simanjuntak akhir-akhir kerap menghiasi pemberitaan menyusul berbagai tindak pidana korupsi yang disidik Badan Reserse Kriminal Polri (Bareskrim Polri). Diantara yang saat ini sedang ramai dibicarakan adalah kasus kasus dugaan korupsi proyek pengadaan mobil crane senilai Rp 45 miliar di Pelindo II.

Tidak hanya itu, Victor Simanjuntak juga tampil untuk menjelaskan tentang adanya calon pimpinan KPK yang menjadi tersangka korupsi dan sedang tahap penyelidikan lembaganya.

Victor Simanjuntak yang menjabat sebagai Direktur Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Badan Reserse Kriminal Polri memang bertugas menangani tindak pidana dalam bidang ekonomi dan keuangan / perbankan serta kejahatan khusus lainnya.

Penyidikan kasus korupsi bukanlah hal baru bagi Brigader Jenderal (Pol) Victor Simanjuntak. Ia juga ikut sebagai anggota tim penyidik perkara hukum mantan pimpinan KPK Bambang Widjojanto (BW) atas perintah Kabareskrim Komjen Budi Waseso.

Saat itu, Ombudsman RI menemukan sejumlah maladministrasi dalam penangkapan BW. Salah satunya pelibatan Kombes Victor Simanjuntak. Saat itu Victor bukanlah penyidik, melainkan perwira menengah Lembaga Pendidikan Polri.

Victor Simanjuntak naik pangkat menjadi Brigjen setelah diangkat sebagai Direktur Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Badan Reserse Kriminal Polri (Dittipideksus) dari posisi semula sebagai Kepala Bagian Kerja Sama Pendidikan Latihan Biro Pembinaan Pendidikan dan Latihan Lembaga Pendidikan Polri (Kabagkermadiklat Robindiklat) pada 8 Maret 2015.

Jejak Victor Simanjuntor dalam menangani korupsi juga tercatat saat ia menetapkan Gubernur NTT Piet Alexander Tallo menjadi tersangka kasus korupsi saat ia menjabat sebagai Kepala Polresta Kupang pada tahun 2007 lalu.

Berikut Riwayat Karir Victor Simanjuntak

  • Dirtipid Eksus Bareskrim Polri
  • Kepala Bagian Kerja Sama Pendidikan Latihan Biro Pembinaan Pendidikan dan Latihan (Lemdikpol) Polri
  • Kapusdikdik Lemdiklat Polri
  • Kabag Binpolsis Robinpolsus PPNS Sdops Polri
  • Kepala Biro Personil Polda Papua
  • Kepala Polresta Kupang


(TAp)

  BeritaTerkait
  • Panitia Berharap Dekranasda Sumut Turut Mendukung dan Berpartisipasi Pelestarian Ulos

    3 tahun lalu

    Peringatan Hari Ulos ke-2 akan diperingati 17 Oktober 2016. Panitia yang diketuai Enni Martalena Pasaribu SH meminta dukungan dari Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Sumut. Selain menargetkan 17 Oktober ditetapkan sebagai agenda kalende

  • Panitia Hari Ulos Audensi dengan Gusti Kanjeng Ratu Hemas

    3 tahun lalu

    Jakarta (Pelita Batak) : <br></br> Panitia Hari Ulos 2016 melakukan audiensi ke Wakil Ketua DPD RI, Gusti Kanjeng Ratu Hemas, si Jakarta (28/9/2016). Selain untuk meminta dukungan tokoh nasional ini, panitia juga mengundangnya untuk turut had

  • Dukung Hari Ulos, Wakil Ketua DPR RI Agus Hermanto akan Hadir 17 Oktober di Medan

    3 tahun lalu

    Medan (Pelita Batak) : Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Agus Hermanto menyatakan dukungannya akan pelaksanaan hari ulos ke-2 tahun 2016. Bahkan, politikus Partai Demokrat ini menyatakan kesediaannya menghadiri kegiatan yang

  • Zulkaidah Harahap dengan Opera Batak

    3 tahun lalu

    PelitaBatak.com : Hiburan pementasan yang menghiasi perjalanan sejarah bangso Batak, opera batak, kini nyaris tidak dipentaskan lagi. Masuknya media televisi dan jejaring sosial, mengalihkan perhatian warga Bangso Batak dan masyarakat modern pada umumnya

  • Ulos Warisan Budaya Bangso Batak Jadi Media Diplomasi Kebudayaan

    3 tahun lalu

    Jakarta (Pelita Batak) : Yayasan Pencinta Danau Toba (YPDT) memandang perlu dan penting untuk mengangkat kembali ulos menjadi warisan leluhur bangsa Batak untuk dilestarikan. Karena itu, di Sekretariat YPDT di Cawang, Jakarta Timur, YPDT mengadakan disku

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2019 Pelita Batak Online. All Rights Reserved. Design by. heriweb