• Home
  • News
  • Ingin Laos Impor Langsung Produk Indonesia, Mendag Coba Jajaki
KSP Makmur Mandiri
Selasa, 06 September 2016 13:40:00

Ingin Laos Impor Langsung Produk Indonesia, Mendag Coba Jajaki

BAGIKAN:
Jakarta (Pelita Batak) :

Indonesia tetap konsisten untuk mewujudkan ASEAN Economy Community (AEC) dengan masing-masing negara membuka diri terhadap produk negara-negara ASEAN. Namun demikian, Indonesia juga akan mengendalikan pasar dalam negeri agar produk-produk lokal tetap bisa bersaing dengan produk-produk negara tetangga.

“Kita harus membuka diri di dalam perdagangan ini, di sisi lain kita akan mengendalikan dan menjaga pasar kita sendiri. Itu pasti. Jadi keseimbangan antara kedua hal ini harus kita jaga,” kata Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukito usai menghadiri ASEAN Business and Investment, yang merupakan rangkaian dari penyelenggaraan KTT ASEAN, di Vientiane, Laos, Senin (5/9/2016) malam.

Mendag mengakui, terkait AEC itu posisi Indonesia diuntungkan dari nilai tawar, dan karena itu sangat diperhitungkan. Namun demikian, Indonesia tidak akan menyombongkan diri. Untuk itu, pemerintah akan terus berupaya meningkatkan daya saing produk-produk dalam negeri dalam menghadapi pasar bebas ASEAN itu.

“ Competitiveness itu untuk kepentingan internal dan juga dalam menghadapi eksternal,” jelas Enggar.

Terkait KTT ASEAN ini, menurut Mendag, pihaknya juga memanfaatkan waktu untuk berbicara dengan dunia usaha. Dari pembicaraan ini diperoleh informasi dari pengusaha di Laos, yang sementara ini impor barang dari Indonesia tetapi melalui Thailand, melalui negara lain. Oleh karena itu, maka biaya pengusaha tersebut menjadi tinggi, sementara Indonesia tidak dapat keuntungan dengan harga yang tinggi itu. “Ini kan jadi hambatan, karena dengan harga yang tinggi itu, volumenya ekspor turun,” ujarnya.

Menurut Mendag, para pengusaha Laos itu minta dibuka akses langsung. Karena itu, Kementerian Perdagangan akan mengundang mereka pada kegiatan pameran atau expo yang diselenggarakan pada 12-16 Oktober. “Tapi kalau ada hal yang mendesak kita undang mereka dan dengan KBRI kita, dan kita juga ada Atase Perdagangan dari Thailand, untuk cepat ke kantor kita ke Kantor Kementerian Perdagangan, di sana mempertemukan pengusaha-pengusaha dari Indonesia, para industriawan, supaya mereka bisa langsung (kalau impor, tidak melalui Thailand lagi). Maka dengan begitu, hubungan bilateral antara pengusaha bisa tercipta,” kata Enggartiasto Lukito.

Mendag melihat, Laos sebagai satu pasar yang masih sangat terbuka sekali. Terlebih dalam perjalanan menuju ke Laos, di Bangkok pun pihaknya bertemu juga dengan para pengusaha. “Tadi sebagian dari mereka juga menemui lagi, dan membahas berbagai hal, termasuk di dalamnya pengusaha-pengusaha gula dan beras yang dimana kita impor,” ungkapnya.

Terkait impor itu, Mendag meminta agar marginnya juga jangan terlalu besar, karena Indonesia juga akan membuka pasar dari negara-negara lain. “Agak terkejut mereka, mereka bilang supaya mereka jangan ditinggalkan,” ungkap Enggar seraya menekankan, bahwa para pengusaha itu meminta agar mereka tidak ditinggalkan.

“Tentu saya menyampaikan, kami tidak akan meninggalkan siapapun, sejauh harga kompetitif dan kami tidak ditekan dengan harga. Itu jangka pendeknya,” tambah Enggar. Jangka panjangnya, Mendag mengajak mereka untuk investasi, masuk ke Indonesia serta bekerjasama dengan pengusaha Indonesia, seperti gula dan sebagainya.

Menurut Mendag, pengusaha-pengusaha yang sudah melakukan investasi di Indonesia, juga diajaknya untuk memberikan perhatian dalam pembelian produk lokal Indonesia, bahan bakunya jagung terutama. Mereka juga memberikan komitmen yang sama, dan ada beberapa pengusaha lain dari food industry juga mereka mau buka di Indonesia.

“Jadi, ini menggembirakan, di luar dari berbagai kegiatan kita antar negara juga antar pengusaha,”pungkasnya. (TAp/Setkab)
  BeritaTerkait
  • Sekda Berharap Ja'far Hasibuan Harumkan Nama Sumut Dikancah Internasional dengan Temuan Obat Kulit

    8 bulan lalu

    Medan (Pelita Batak):Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) menerima kunjungan silaturahmi Muhammad Ja'far Hasibuan sebagai Delegasi Indonesia yang mengikuti Kompetisi Penemu Inovasi

  • Wagub Satun Thailand Bertemu Gubsu, Dukung Ro-Ro Belawan-Tamalang

    2 tahun lalu

    Medan (Pelita Batak) :Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Tengku Erry Nuradi menyambut gembira dan mendukung penuh upaya peningkatan hubungan perdagangan antara Sumut dan Provinsi Satun, Thailand.Hal itu

  • Mentan Optimis Sumut Kembali Lima Besar Produksi Padi

    3 tahun lalu

    Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mendorong Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut untuk mengejar target produksi pertanian padi, jagung dan kedelai (Pajale) di tahun 2016. Dengan demikian, Sumut dapat kembali menempati urutan lima besar nasional sebagai

  • K-Link Untuk Masyarakat Indonesia: Satu Rumah, Beragam Solusi

    3 tahun lalu

    Medan(Pelita Batak): Awal tahun 2016, website Creative Trader melansir sebuah artikel yang menyatakan bahwa perekonomian Indonesia pada tahun tersebut tidak mengalami pertumbuhan yang diharapkan. H

  • Ini Proyek Properti yang Wajib untuk Investasi

    2 tahun lalu

    Medan(Pelita Batak): Properti memang sejak lama dikenal sebagai instrumen investasi, jika dibandingkan dengan jenis investasi lainnya seperti deposito dan emas, properti dianggap lebih minim risiko da

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2019 Pelita Batak Online. All Rights Reserved. Design by. heriweb