• Home
  • News
  • Harungguan, Rajanya Ulos Tanah Batak Dibuat di Muara
KSP Makmur Mandiri
Senin, 12 September 2016 11:43:00

Harungguan, Rajanya Ulos Tanah Batak Dibuat di Muara

BAGIKAN:
KOMPAS.COM
Penenun dari Muara, Tapanuli Utara, Sumatera Utara, menenun ulos Harungguan, Sabtu, 10 September 2016

Tarutung (Pelita Batak) : Ulos merupakan kain ciri khas dari Tanah Batak. Ulos biasa digunakan pada upacara adat dan hari-hari besar. Kain ini memiliki berbagai jenis motif dengan nama yang berbeda.

Dari banyaknya jenis dan motif, siapa sangka ada satu jenis yang menjadi rajanya ulos. Raja ulos dari Tanah Batak tak lain adalah ulos Harungguan. Lalu, mengapa ulos itu disebut "sang raja"?

"Segala ulos ada di sini. Inilah gabungan semua motif ulos. Inilah rajanya ulos," ujar salah satu penenun ulos Harungguan, Rohana Simatupang (53), kepada wartawan, Sabtu, 10 September 2016.

Sambil menenun, Rohana menjelaskan bahwa ulos Harungguan hanya dibuat oleh para penenun di Muara, salah satu kecamatan di Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara.

Jika wisatawan menemukan ulos Harungguan di daerah lain, sudah pasti ulos tersebut dikirim dari Muara. "Cuma di Muara ini ngerjainnya," kata Rohana.

Ulos Harungguan ini dibentuk dari ribuan benang. Jenis benang yang digunakan yakni benang 100. Setiap motif dalam ulos Harungguan memiliki jumlah benang masing-masing. "Ada hitung-hitungnya masing-masing untuk setiap motif," ucap Rohana.

Proses tenun untuk satu ulos Harungguan sekitar 3-7 hari. Sementara proses sebelum menenun dilakukan, seperti pembentukan pola motif, pengikatan, hingga pencelupan. Butuh waktu sekitar dua pekan untuk menyelesaikan proses sebelum menenun.

Penenun ulos Harungguan lainnya, Mutiara Pandiangan (72), menjelaskan, dahulu para penenun menggunakan pewarna alami. Namun, kini pewarna alami itu sudah digantikan dengan pewarna kimia.

"Harus dua bulan dicelupkan pagi, sore, kalau yang alami. Harganya hampir serupa alami dan kimia, makanya orang enggak mau lagi pakai alami," tutur Mutiara.

Ulos berukuran 210 x 93 cm ini memiliki beberapa warna dasar seperti merah ati dan hijau. Para penenun Muara mematok harga Rp 1.200.000 untuk rajanya ulos tersebut. (R4/kompas.com)
 

  BeritaTerkait
  • Ulos Harungguan dan Posisinya di Adat Batak

    tahun lalu

    Medan (Pelita Batak) : Ulos merupakan kain ciri khas dari Tanah Batak, yang biasa digunakan pada upacara adat dan hari-hari besar. Kain ini memiliki berbagai jenis motif dengan nama yang berbed

  • Ini Dia Enam Jenis Kultur Material Batak Toba

    2 tahun lalu

    Medan (Pelita Batak):   Bentuk kultur material dari hasil budaya Batak Toba nampak dalam berbagai bentuk, seperti kultur mengalit, ukiran, gorga, tenun ulos, rumah adat, dan lain-lain.

  • Asal Muasal Sigalegale, Patung Penari dari Tanah Batak (4)

    2 tahun lalu

    Di dalam sebuah kampung di Toba, terjadi duka yang sangat dalam karena putra, tunggal seorang pemimpin yang terpandang meninggal dunia. Ayahnya sangat terpukul, karena tidak ada lagi anaknya yang a

  • Persiapan Festival Danau Toba di Taput Dimantapkan

    2 tahun lalu

    Tarutung (Pelita Batak) :Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara (Taput) terus bersiap dan mematangkan segala kelengkapan untuk pelaksanaan Festival Danau Toba (FDT) tahun 2016. Dimana Taput menjadi tuan rumah Festival Danau Toba (FDT) 2016, yang akan diselen

  • Atraksi Sigale-Gale Pukau Penonton Pekan Seni Budaya Riau 2016

    2 tahun lalu

    Pangkalan Kerinci (Pelita Batak): Pekan Seni dan Budaya Riau Komplek yang digelar di Lapangan Merdeka sejak beberapa hari lalu, terus menyedot perhatian penonton. Budaya Batak, Karo dan Tionghoa ya

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2018 Pelita Batak Online. All Rights Reserved. Design by. ariewebnet