• Home
  • News
  • Hadapi Sorotan Dunia Soal Deforestasi, Menko Luhut: Jangan Dikte Kami!
KSP Makmur Mandiri
Jumat, 25 Januari 2019 16:48:00

Hadapi Sorotan Dunia Soal Deforestasi, Menko Luhut: Jangan Dikte Kami!

BAGIKAN:
IST|pelitabatak
Davos (Pelita Batak):
Hari ketiga kunjungan di Davos, Kamis (24-1-2019), Menko Maritim Luhut Pandjaitan mengawalinya dengan memberikan sambutan di sebuah workshop dengan tema "Accelerating Partnerships and Actions for Forest".

"Kami sangat terbuka, tapi jangan mendikte kami," pernyataan Menko Luhut dihadapan puluhan peserta internasional seperti Albert Arnold Gore Jr. Wakil Presiden Amerika Serikat ke-45 pada pemerintahan Presiden Bill Clinton, Presiden Kolombia Ivan Duque Marquez, dan Satya Tripathi selaku asisten Sekjen PBB untuk program lingkungan. 

Pemerintah Indonesia, menurut Menko Luhut, terbuka terhadap peluang kerja sama, termasuk terhadap saran dan masukan, tapi tidak akan menerima niat dari pihak manapun yang mau mendikte Indonesia.
"Pemerintah Indonesia mau duduk bersama UNEP, World Bank, dan komunitas World Economic Forum untuk mencari tahu apa yang bisa dilakukan bersama," ungkap Menko Luhut. 

Menurutnya, pemerintah telah memahami permasalahan terkait kehutanan. "Dan kami bertindak dengan cepat. Presiden Jokowi sudah mengumumkan moratorium lahan sawit," tegasnya sembari memberikan contoh adanya kebijakan pemerintah Indonesia yang sudah melarang pembukaan lahan baru untuk perkebunan kelapa sawit.

Melanjutkan sambutannya, Menko Luhut menyatakan bahwa masalah deforestasi harus diselesaikan dengan menemukan titik keseimbangan antara tercapainya kelestarian lingkungan, kesejahteraan rakyat, ketahanan pangan nasional dan konsistensi penerapan peraturan perundang-undangan.

"Harus dilihat ekuilibriumnya, bagaimana kami menangani masalah lingkungan, bagaimana kami juga harus menjamin nafkah masyarakat, dan bagaimana kami harus menghormati regulasi yang diterbitkan oleh rezim pemerintahan sebelumnya, serta ketahan pangan di mana kami harus perhatikan kebutuhan nutrisi rakyat kami," terangnya dalam event yang berlangsung di Davos-Klosters itu, Kamis (24-1-2019).

Sikap Indonesia itu disampaikan dengan tegas dan lugas oleh Menko Luhut yang juga menekankan bahwa Indonesia juga memiliki kepentingan untuk menjaga lingkungan demi generasi selanjutnya.

Tidak hanya menyinggung soal permasalahan kehutanan. Menko Luhut pun menyampaikan tentang upaya-upaya pemerintah RI untuk menjaga kelestarian lingkungan. Salah satunya adalah penanganan sampah plastik. "Kami tidak mau melihat generasi Indonesia selanjutnya menjadi generasi kuntet hanya karena pemerintah salah membuat kebijakan hari ini," jelasnya mencontohkan keseriusan pemerintah yang sedang bekerja mengatasi masalah pencemaran sampah plastik di perairan Indonesia. Jika hal ini tidak ditangani, maka masyarakat yang mengkonsumsinya akan tumbuh dengan stunting (kerdil). 

"Pemerintah akan bekerja dengan kredibel. Kami juga tidak ingin ada 'permainan' dalam mengerjakan hal ini," pungkas Menko Luhut meyakinkan para peserta dari berbagai unsur swasta dan aktivis internasional, bahwa Indonesia sangat serius menangani isu deforestasi atau penggundulan hutan. (Biro Informasi dan Hukum|Kemenko Bidang Kemaritiman)
  BeritaTerkait
  • NKRI Sudah Final, Penyeragaman Tidak Relevan

    2 tahun lalu

    ~Oleh:  Dr Bernard Nainggolan, SH, MH, Ketua Pengurus Nasional Perkumpulan Senior GMKISEBAGAI warga negara, kita sangat konsern terhadap keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan men

  • Ketua Umum PGI dan Marim Purba Bahas Natal Nasional Doloksanggul di Radio Pelita Batak

    2 tahun lalu

    Doloksanggul(Pelita Batak): Beberapa jam menjelang Perayaan Natal Nasional di Doloksanggul, Kabupaten Humbahas, Sumatera Utara, Ketua Umum Persekutuan Gereja-gereja Indonesia (PGI) Pdt Dr Henriette

  • Siap Menangkan DJOSS : Warga Teluk Aru Curhat Soal Nasib Mereka Sejak Kilang Minyak Tutup

    tahun lalu

    Langkat (Pelita Batak):Warga Teluk Aru Kabupaten Langkat mengadu ke Calon Wakil Gubernur (Cawagub) Sumatera Utara (Sumut) Sihar Sitorus, saat bertemu, Kamis (5/4/2018) kemarin. Curhatan mereka menyang

  • Bupati Taput Tegaskan, Wilayah Muara Bersih dari Keramba

    7 bulan lalu

    Medan (Pelita Batak):Bupati Taput Nikson Nababan  mengatakan di daerah Muara sudah zero keramba. Pembersihan keramba sudah dilakukan pemerintah daerah sejak 2 tahun yang lalu."Kerambah di taput 2

  • Jangan Jadi Jamban Terbesar di Dunia

    5 bulan lalu

    TERUS terang, judul di atas sudah sejak lama terngiang di benak saya, sebagai putra Samosir yang dikelilingi Danau Toba dan bermukim selama 18 Tahun di pulau dalam pulau tersebut, yang tentu sudah jau

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2019 Pelita Batak Online. All Rights Reserved. Design by. heriweb