• Home
  • News
  • Gubsu dan Wagub Jawab Kritik Soal Pembangunan
Selasa, 12 Desember 2017 14:24:00

Gubsu dan Wagub Jawab Kritik Soal Pembangunan

BAGIKAN:
ist|Pelitabatak
Medan (Pelita Batak):
Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Tengku Erry Nuradi sangat bernyali dan berani hadir dalam forum diskusi yang "menguliti" kinerjanya dalam memimpin pelaksanaan pembangunan di Sumatera Utara.

Dalam acara 'Ngobrol Bersama HT Erry Nuradi' di Hotel Garuda Plaza Medan, Senin (11/12/2017) malam itu, Erry didampingi Wakil Gubsu Nurhajizah Marpaung bersama sejumlah SKPD dan pimpinan BUMD. Hadir sebagai narasumber mantan Gubsu Datok Sri Syamsul Arifin, praktisi hukum Hamdani Harahap, tokoh pemuda Matius Latuperissa dengan moderator Joharis Lubis.

Dalam forum itu, Erry Nuradi blak-blakan menjawab berbagai kritik dan pertanyaan seputar pembangunan Sumatera Utara. Mulai dari kondisi jalan, persoalan penerimaan masuk siswa SMA/SMK online, masalah perizinan hingga soal Pasar Aksara Medan.

Hadir juga disitu Saharuddin, Rajamin Sirait, Rudi Hartawan Tampubolon, Ketua Laskar Merah Putih Sumut Darwin Hamonangan Lubis, Ketua AMPG Sumut Abdul Rahman (Dedek), sejumlah pimpinan media massa, tokoh masyarakat, OKP, Ormas, Parpol, LSM, para penggiat anti korupsi, mahasiswa, dan berbagai elemen masyarakat lainnya.

Tengku Erry mengapresiasi acara dialog ini. "Acara ini sudah lama saya inginkan. Bisa bertatap muka langsung dengan berbagai elemen masyarakat. Banyak kritikan dilontarkan di media sosial. Namun, jika itu dikomentari akan panjang jadinya. Jadi dialog seperti ini, perlu digelar rutin. Kami siap menerima kritikan demi kepentingan pembangunan Sumut yang lebih paten lagi kedepannya," ucapnya.

Erry menjelaskan, problem yang ada di tengah-tengah masyarakat perlu segera direspon sesuai tupoksi (tugas pokok dan fungsi ) Pemerintah Provinsi Sumut. "Karena sebagian besar kritik yang dilontarkan warga karena ketidaktahuan tentang tupoksi," ujarnya.

Kepada peserta diskusi, Erry menjelaskan bahwa kerap masyarakat menyamakan dan menuntut Pemprov Sumut untuk menyamai Pemprov DKI. "Jelas beda Pemprov Sumut dengan DKI Jakarta, karena DKI adalah Daerah Khusus  Ibukota, dimana walikota dan bupatinya dipilih langsung oleh gubernur dan bisa langsung diganti apabila tidak baik kinerjanya," jelasnya.

Mengenai permasalah jalan yang kerap Pemprov Sumut mendapat kritikan dari warga. Jalan yang menjadi tanggungjawab pemerintah provinsi (jalan provinsi) di seluruh Sumut sepanjang 3.050 km. Sedangkan di Medan, hanya ada tujuh ruas jalan provinsi. "Jadi saya sering sekali disalahkan soal jalan-jalan rusak di Medan, padahal jalan provinsi di Kota Medan hanya 7 ruas jalan," kata Erry.

Kembali dia menjelaskan bahwa pada tahun 2013, dalam RPJMD Provinsi Sumut, kondisi jalan provinsi sebesar 70 persen dalam kondisi mantap, tahun depan 88 persen dan diproyeksikan selama lima tahun jalan mantap mencapai 95 persen. Namun karena kondisi penganggaran yang tidak memadai dimana setiap tahun untuk perbaikan lima persen saja jalan provinsi sedikitnya membutuhkan Rp750 miliar.

"Untuk mencapai jalan mantap 88 persen dari 3.050 jalan provinsi pada tahun 2018, maka perbaikan dan pembangunan jalan provinsi , setiap tahun harus dibangun 150 km  atau 5 persen, dengan kebutuhan dana Rp750 m pertahun," paparnya.

Pada tahun 2013 anggaran untuk jalan provinsi hanya Rp450 miliar, dan pada tahun 2014 hanya mencapai Rp 500 miliar.

Atas kondisi itu, Pemprov Sumut melakukan revisi terhadap RPJMD dengan merasionalisasi target jalan mantap pada tahun 2018 yaitu menjadi 88 persen. "Pada tahun 2016 kondisi jalan mantap provinsi sudah diangka 84 persen, dan nanti pada tahun 2018 Insyaallah tercapai menjadi 88 persen," ujarnya.

Sementara itu, koordinator acara Saharuddin dari Gerbrak Sumut mengatakan ide diskusi yang digelar adalah agar kebaikan untuk Sumut perlu disuarakan dan disampaikan. "Ini bukti kecintaan kepada Provinsi Sumut. Aspirasi ini walau nanti belum semua terjawab langsung, namun ada kepala SKPD yang hadir. Acara seperti ini perlu secara rutin digelar untuk menampung kritik dan saran demi kebaikan Sumut. Kinerja positif kita patut apresiasi, kinerja yang belum baik, mari diperbaiki," katanya.(TAp)
  BeritaTerkait
  • Sumut Miliki 10 Pejabat Bergelar Doktor

    8 bulan lalu

    Medan (Pelita Batak) :Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Tengku Erry Nuradi mengingatkan pimpinan SKPD dan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Provinsi Sumatera Utara senantiasa meningkatkan kualit

  • Pendidikan yang Berbudaya Lokal

    tahun lalu

    Mengingat masa lalu untuk memetik sejumlah pelajaran kemudian menjadikannya bekal dalam upaya meningkatkan kualitas hidup merupakan tindakan bijak dari seseorang yang  menginginkan masa depan.

  • Dihadapan Jemaat HKBP Pearaja Tarutung, Ini Cerita Gubernur Tentang Kondisi Sumut

    11 bulan lalu

    Medan (Pelita Batak) :Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Tengku Erry Nuradi bercerita tentang kondisi Sumatera Utara kepada Ephorus HKBP  Pdt Dr Darwin Lumban Tobing dan para jemaat HKBP di kantor P

  • Toga Silitonga Orang Batak Warga Negara Jerman Berbagi Pengalaman di YPDT

    tahun lalu

    Jakarta(Pelita Batak): Membangun Sumberdaya Manusia (SDM) di Kawasan Danau Toba (KDT) mesti dimulai dengan membangun kesadaran. Hal tersebut adalah rekomendasi yang diungkap dan dikemas dalam Disku

  • Nabari Ginting Apresiasi Upaya Gubsu Jalin Komunikasi dengan Para Purnabakti Pejabat Pemprov

    2 tahun lalu

    Para Purnabakti Pejabat (mantan pejabat) Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (sumut) mendukung kepemimpinan Gubernur Sumatera Utara Ir H Tengku Erry Nuradi MSi untuk membangun Sumut menjadi provinsi yang lebih baik. Hal itu disampaikan mantan

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2018 Pelita Batak Online. All Rights Reserved. Design by. ariewebnet