• Home
  • News
  • Gubernur Pimpin Pembacaan Deklarasi "Kami Indonesia, Kami Pancasila"
Jumat, 02 Juni 2017 10:15:00

Gubernur Pimpin Pembacaan Deklarasi "Kami Indonesia, Kami Pancasila"

BAGIKAN:
ist|PelitaBatak
Medan (Pelita Batak) :
Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Tengku Erry Nuradi memimpin pembacaan deklarasi "Kami Indonesia, Kami Pancasila" sebelum berbuka puasa bersama unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (FKPD) dan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) di Gubernuran Jalan Jend Sudirman Medan, Kamis (01/06/2017).

Pembacaan deklarasi "Kami Indonesia, Kami Pancasila" oleh Gubsu Erry Nuradi tersebut diikuti Pangdam I/BB Mayjen TNI Cucu Sumantri, Kapolda Sumut Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel, Wagubsu Nurhajizah Marpaung, Ketua FKUB Maratua Simanjuntak, Kepala BNN Sumut Brigjen Pol Andi Loedianto, Sekda Hasban Ritonga, Kabinda Sumut, Pangkosek Hanudnas III, Danlanud Soewondo, mewakili Danlantamal I/Belawan, sejumlah SKPD Sumut, para ulama dan tokoh se-Sumut serta undangan lainnya.

Pembacaan deklarasi bersama forum-forum strategis dan majelis agama ini dalam rangka memperingati hari lahir Pancasila 1 Juni 1945 - 1 Juni 2017.

Isi deklarasi bersama itu :
Pancasila itu jiwa dan raga kita, ada dialiran darah dan detak jantung kita, perekat keutuhan bangsa dan negara. Kami Indonesia, Kami Pancasila.

Pancasila Itu Dasar Bernegara Kita, Falsafah Rakyat Indonesia, Cita-cita Luhur Pahlawan Bangsa. Kami Indonesia, Kami Pancasila.

Kami Umat Beragama, Kami Suku Bangsa, Kami Rakyat Sumatera Utara, Kami Menolak Ideologi selain Pancasila, Radikalisme dan Narkoba Musuh Kami Bersama. Kami Indonesia, Kami Pancasila.

Sebelum membacakan deklarasi, Gubernur Erry dalam sambutannya menegaskan bahwa Pancasila adalah ideologi yang sangat tepat yang mempersatukan kita sebagai bangsa.

"Kita harus ingat bahwa kodrat bangsa lndonesia adalah keberagaman. Takdir Tuhan untuk kita adalah keberagaman. Dari Sabang sampai Merauke adalah keberagaman," tutur Tengku Erry.

Erry  menyatakan, di Indonesia ada 17 ribu pulau, lebih dan 700 suku, beragam agama, golongan, itulah Kebhinnekaan kita. "Belajar dari pengalaman negara lain, yang dihantui oleh radikalisme, terorisme dan perang saudara, namun kita dengan Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, UUD 1945 dalam bingkai NKRI, bisa terhindar dari masalah-masalah itu," kata Gubernur Erry.

Erry juga menyatakan bahwa Indonesia juga beruntung mempunyai ciri khas berupa silaturahmi dan Safari Ramadhan. "Kita yang terdiri dari berbagai agama, suku dan etnis dapat tetap bersatu berkat silaturahmi, termasuk melalui Safari Ramadhan seperti ini. Semangat kebersamaan ini merupakan nilai-nilai luhur Pancasila yang harus kita tanamkan di diri kita sebagai bangsa Indonesia," ajak Tengku Erry.(TAp)
  BeritaTerkait
  • Reuni dan Pelantik IKA D3 Kimia USU

    6 bulan lalu

    Medan (Pelita Batak) :Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Tengku Erry Nuradi melantik kepengurusan Ikatan Alumni (IKA) D3 Kimia (D'Kimia) Universitas Sumatera Utara (USU) periode 2017-2021 di hotel G

  • Audensi PP GMKI dengan Presiden Joko Widodo

    5 bulan lalu

    Jakarta (Pelita Batak) :Pengurus Pusat Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia memberikan dukungan terkait sikap pemerintah yang tegas dalam menanam nilai-nilai Pancasila yang telah dilakukan oleh Preside

  • Effendi Simbolon Silaturahmi ke Kelompok Cipayung Plus Sumut

    4 bulan lalu

    Medan (Pelita Batak):Anggota Komisi I DPR RI, Effendi Muara Sakti Simbolon bersilaturahmi dengan para pimpinan kelompok Cipayung Plus Sumatera Utara (Sumut) di Medan, Kamis (31/8/2017).Effendi Simbolo

  • Erry Nuradi: Kita Wajib Cinta Bahasa Indonesia

    tahun lalu

    Medan (Pelita Batak) : Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) HT Erry Nuradi menegaskan sebagai warga negara Indonesia yang cinta dengan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), apapun etnis dan suku kita, kita harus mencintai dengan tulus da

  • Ribuan Warga Ramaikan Apel Nusantara di Medan

    tahun lalu

    Medan (Pelita Batak) :Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) HT Erry Nuradi menyebutkan arus globalisasi yang diwarnai dengan pergunaan internet dan media sosial (medsos) turut menyumbangkan kebudayaan asing yang tidak sesuai dengan kebudayaan dan kearifan lokal

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2017 Pelita Batak Online