• Home
  • News
  • Geopark Kaldera Toba Kembali Diajukan ke Unesco
KSP Makmur Mandiri
Jumat, 28 Oktober 2016 10:25:00

Rapat BP Geopark Kaldera Toba,

Geopark Kaldera Toba Kembali Diajukan ke Unesco

BAGIKAN:
TAp|PelitaBatak
Ketua BP GKT Alimin Ginting (kiri) saat memberikan pemaparan tentang progres kegiatan BP-GKT.

Medan (Pelita Batak) :
Ketua Badan Pengelola Geopark Kaldera Toba (BP GKT), Alimin Ginting mengatakan geopark kaldera toba harus terus berbenah sekaitan dengan rencana pengajuan kembali sebagai Global Geopark Network ke Unesco. Geopark yang dibicarakan selama ini dominan mengenai potensi geopark itu sendiri, namun kini geopark yang dibutuhkan adalah bagaimana lembaga dan pengelolaan kawasan tersebut.

Hal itu disampaikan Alimin dalam pertemuan BP GKT dengan Dewan Pakar GKT Dr RE Nainggolan MM, Willmar E Simanjorang, Gagarin Sembiring, dan BP GKT lainnya diantaranya Ivana Elisabeth Purba, Sahat Simatupang, Ronald Naibaho, Jadi Pane SPd, dan yang lainnya di Gedung Kantor Jurnal Pemerintan, Jumat (28/10/2016).

Alimin menyebutkan, dalam pengajuan dossier ke Unesco, pada November 2016 pihaknya harus sudah selesai penyusunan draf dossier. "Akan ada perampingan jumlah geo site untuk kepentingan lebih fokus pemeliharaan geo site dan lebih terfokus," katanya.

Untuk mengeoperasikan geopark di lapangan, maka ditetapkan 15 geo site tersebut. Ke 15 geo site tersebut tersebar di 7 kabupaten se kawasan Danau Toba. Setiap geo site yang ditentukan akan dibenahi dari seluruh aspek pariwisatanya.

Kawasan Danau Toba juga, lanjutnya, perlu adanya pembinaan terhadap masyarakat dan pelaku wisata di kawasan itu. Jadi, geopark yang akan diusulkan akan lebih kepada pembenahan dan pengembangan SDM.

Ada berbagai hal berkembang dalam rapat tersebut, dimana seluruh anggota BP-GKT memberi masukan dan pendapat. (TAp)

  BeritaTerkait
  • Jika Ingin Go UNESCO, Ulos Harus Menjadi 'Ulos Indonesia'

    2 tahun lalu

    Pengajuan ulos sebagai warisan budaya tak benda menjadi warisan budaya internasional atau dunia harus pertama sekali ulos menjadi milik Indonesia. Tidak lagi disebut sebagai ulos batak atau yang lainnya, melainkan menjadi 'ulos Indonesia'.

  • RE Nainggolan: Harus Satukan Sikap dan Tekad Agar UNESCO Akui Ulos

    2 tahun lalu

    Tokoh masyarakat Dr RE Nainggolan,MM mengajak seluruh elemen masyarakat menyatukan sikap dan tekad untuk mengajukan ulos sebagai warisan budaya dunia ke UNESCO. Rencana dan pekerjaan yang mulia, jika masih ada orang maupun kelompok yang mau memperjuangkan

  • Jangan Paksakan Pengajuan Dossier Geopark Kaldera Toba ke UNESCO

    2 tahun lalu

    Medan (Pelita Batak) :Setelah gagal menjadi anggota Global Geopark Network (GGN) UNESCO tahun lalu, Badan Pelaksana Geopark Kaldera Toba (BP GKT) diminta tidak buru-buru memaksakan pengajuan kembali,

  • Pemprov Sumut Dinilai Tak Punya Komitmen Soal Nasib Kaldera Toba

    2 tahun lalu

    Medan (Pelita Batak) : Pemprov Sumut termasuk Gubsu HT Erry Nuradi dinilai tidak memiliki komitmen yang jelas soal nasib Geopark Kaldera Toba, terkait pengajuan kembali menjadi anggota Taman Bumi (Global Geopark Network) GGN UNESCO.

  • Franse Sihombing : Badan Pengelola Geopark Kaldera Toba Harus Serius

    2 tahun lalu

    Medan (Pelita Batak) : Badan Pengelolaan Geopark Kaldera Toba diminta untuk serius dalam melakukan perbaikan kawasan Geopark Kaldera Toba sebagaimana disampaikan tim Unesco saat dossier yang diaj

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2018 Pelita Batak Online. All Rights Reserved. Design by. heriweb