• Home
  • News
  • Gas Bersubsidi Langka, Pemko Padangsimpuan Dituding Tak Peduli
KSP Makmur Mandiri
Rabu, 30 Agustus 2017 04:57:00

Gas Bersubsidi Langka, Pemko Padangsimpuan Dituding Tak Peduli

BAGIKAN:
Saut Ritonga
Elpiji 3 Kg langka

Padangsidimpuan (Pelita Batak) : Kelangkaan gas bersubsidi 3 kg di Kota Padangsidimpuan tampaknya menjadi bukti kebenaran penilaian kinerja pelayanan pemda masuk sepuluh besar terendah pemerintahan kota seluruh  Indonesia.

Pasalnya, hingga saat ini pemko Padangsimpuan terlihat tidak punya reaksi atas kesulitan warga memperoleh gas elpiji 3 kg dan bilapun ada diperoleh dengan harga mencapai Rp.25 ribu per tabung atau di atas HET yang ditetapkan  pemerintah sebesar Rp.16 ribu.

"Memang sudah parah, hampir sudah satu bulan belakangan ini saya susah mendapat gas. Padahal ini termasuk kebutuhan pokok. Kalau gas saja susah, lalu mau masak pakai apa," ujar Noni Pasaribu, ibu rumah tangga yang kepada wartawan, Selasa 29 Agustus 2017 merasa kesal sulitnya mendapat gas.

Hal serupa juga diakui beberapa masyarakat lainnya, sebagai warga yang tingkat ekonominya tergolong menengah kebawah, kebutuhan akan gas subsidi 3 kg sangat berarti untuk menopang kehidupan mereka.

"Mau beli yang tidak subsidi jelas tidak sanggup, dari harga saja sudah jauh bedanya, mahal. Makanya gas yang tiga kilogram masih sangat dibutuhkan," terang Fadli (40) warga Padangsidimpuan.

Dia juga menilai, pemerintah setempat lewat instansi terkait terkesan tidak peduli. Karena sampai saat ini belum solusi dan tindakan yang dilakukan.

"Jangan sampai banyak warga yang nanti demo bawa gas, padahal memang tidak ada tindakan dan solusi yang dilakukan," tukasnya kesal.

Melihat kondisi tersebut, warga lainnya, Irham Bakti Pasaribu mengatakan, seharusnya pemerintah lewat instansi terkait harusnya sudah melakukan upaya untuk mengantisipasinya. Jangan dibiarkan dan berlarut-larut, yang ujungnya bisa menjadi gejolak sosial. 

"Mungkin saat ini banyak warga yang ingin berontak dan menjerit, namun masih takut menyuarakannya. Harusnya pemerintah aktif, dan harus mencari solusi untuk masalah ini," imbuhnya.

Pihak Dinas Perdagangan Kota Padangsidimpuan, lewat Safri Dewasa Simamora dan Kabid Perdagangan Rendra Nasution yang berulang-ulang dikonfirmasi wartawan enggan memberikan tanggapan terkait masalah tersebut. (Saut Togi Ritonga)

  BeritaTerkait
  • Elpiji 3 Kg Bersubsidi Langka di Kota Padangsidimpuan

    tahun lalu

    Padangsidimpuan (Pelita Batak) : Para pejabat pemerintah kota Padangsidimpuan yang akan maju mencalonkan diri ikut Pemilihan  Kepala  Daerah Kota Padangsidimpuan yang akan datang tampaknya d

  • Ketiadaan Anggaran Alasan Klasik Pemko Padangsimpuan Tidak Laksanakan Upacara Peringatan Harlah Pancasila

    tahun lalu

    Padangsidimpuan (Pelita Batak) : Pemerintah Kota Padangsidimpuan kembali jadi sorotan masyarakat akibat tidak memperingati Hari lahirnya Pancasila yang jatuh pada tanggal  1 Juni yang sudah ditet

  • Barang Langka, Harga Gas 3 Kg Melambung di Padangsidimpuan

    tahun lalu

    Padangsidimpuan (Pelita Batak) :  Sejak memasuki hari raya Idul Fitri, kelangkaan Gas 3 Kg di Padangsimpuan sudah mulai langka dan bila pun ada harganya  melambung di atas Harga Eceran Terti

  • UD STJ Dituding Jual Pupuk Bersubsidi Lampaui HET

    11 bulan lalu

    Padangsidimpuan (Pelita Batak) : Para petani di Padangsidimpuan mengaku resah dikarenakan pupuk bersubsidi jenis urea dan phonzka dijual pedagang di atas atau melampaui harga eceran tertinggi (HET) ya

  • Arif Menyikapi Keramba Jaring Apung Danau Toba

    2 tahun lalu

    Danau Toba menjadi pembicaraan hangat beberapa hari terakhir. Kali ini bukan soal rencana pembentukan badan otorita, tetapi tentang keramba jaring apung (KJA). Dipicu matinya ikan sebanyak 850 ton

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2018 Pelita Batak Online. All Rights Reserved. Design by. ariewebnet