• Home
  • News
  • Festival Olah Raga Rekreasi Upaya Pelestarian Permainan Tradisional
KSP Makmur Mandiri
Senin, 10 Desember 2018 15:52:00

Festival Olah Raga Rekreasi Upaya Pelestarian Permainan Tradisional

BAGIKAN:
ist|pelitabatak
Medan (Pelita Batak):
Wali Kota Medan Drs. H. T. Dzulmi Eldin, S. M.Si, M.H mengapresiasi digelarnya Festival Olahraga Rekreasi Kota Medan Tahun 2018. Olah raga rekreasi sendiri merupakan olahraga yang berbasis permainan tradisional yang kian hari kian menghilang dari tengah-tengah masyarakat. Ia menilai kegiatan ini menjadi upaya untuk pelestarian permainan tradisional yang sarat akan muatan positif.

Apresiasi ini disampaikan Wali Kota dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Medan, Marah Husin, saat membuka kegiatan tersebut di Kolam Renang Deli, Minggu (9/12).

Pada kesempatan itu, Wali Kota yang diwakili Kadispora tersebut memaparkan, bahwa permainan tradisional merupakan salah satu peninggalan sejarah yang bertema budaya. Permainan itu sudah ada pada zaman dahulu yang dikembangkan oleh nenek moyang dengan kreativitas. Permainan merupakan gerakan yang diciptakan oleh nenek moyang, ini termasuk peninggalan bukan benda.

"Budaya permainan dari nenek moyang ini tentu bukan sembarang permainan, banyak makna yang dapat diperoleh dari bentuk-bentuk permainan tradisional diantaranya mengasah kerjasama tim, mengasah daya konsentrasi, dan yang lebih penting banyak dari permainan tradisional yang memberi ruang bagi anak-anak dalam mempererat modal sosial nya seperti pertemanan dan bergotongroyong," ujar Marah Husin.

Namun, amat disayangkan, sambung Kadispora, permainan tradisional seperti ini mulai tidak diajarkan kepada anak-anak masa kini, sehingga menyebabkan kepunahan dari permainan tradisional itu sendiri.

"Generasi terdahulu seperti kita, secara sadar maupun tidak, tidak lagi mengajak serta anak-anak bermain permainan tradisional ini, sehingga generasi sekarang sama sekali tidak mengenal berbagai permainan rakyat atau tradisional tersebut," ujarnya

Penyebab permainan tradisional ini punah, selain tidak lagi diajarkan kepada generasi muda, masyarakat sendiri tidak lagi melirik sejarah budaya yang melatarbelakangi permainan tersebut.

"Nilai sejarah yang terkandung pada permainan tradisional tentu bermacam-macam, dan sejarah ini yang menjadikan permainan ini lebih menarik. Dengan mengetahui sejarahnya tentu anak-anak kini dapat merasakan semangat permainan tradisional ini dengan baik," kata Mantan Staf Ahli Bidang Hukum Setda Kota Medan ini.

Padahal, sambung Marah Husin, manfaatnya luar biasa untuk fisik, psikomotorik anak-anak kita. Perubahan permainan tradisional seperti bentengan, gobak, petak umpet dan lain sebagainya mengalami pergeseran dengan permainan sintetik dan android.

"Untuk itu, saya berharap, semua pihak  dapat terus melestarikan permainan tradisional ini, serta memperkenalkannya kepada anak cucu sehingga mereka tahu bahwa Indonesia memiliki beranekaragam permainan tradisional yang menarik dan generasi muda kita terhindar dari pengaruh buruk gadget dan internet yang kini marak terjadi," pungkasnya.

Dalam Festival ini, selain digelar Lomba Senam Jantung Sehat Seri 6 dan Lomba Senam Aerobic, juga dilangsungkan kompetisi permainan tradisional yakni Lomba Ketapel dan Terompah Panjang. (RF|TAp)
  BeritaTerkait
  • Gubsu Minta Gali dan Kembangkan Kearifan Lokal

    3 tahun lalu

    Sidikalang (Pelita Batak) : Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Ir H T Erry Nuradi MSi menutup Pesta Budaya Njuah-njuah Tahun 2016, Jumat (30/9/2016) di Stadion Panji Sidikalang Kabupaten Dari. Ribuan warga Dairi menyaksikan kemeriahan Penutupan Pesta Budaya

  • Buka FDT 2016, Pagar Betis Siswa Puluhan Kilo Meter Sambut "Karnaval Pejabat"

    3 tahun lalu

    Muara (Pelita Batak) :<br></br> Pembukaan Festival Danau Toba 2016 di Muara, Tapanuli Utara berlangsung dengan "karnaval pejabat". Ratusan siswa/siswi SMA menjadi pagar betis sepanjang jalan dari Bandara Silangit hingga lokasi acara

  • Pesta Mejuah-juah Bikin Wisatawan Joyful di Tanah Karo

    2 tahun lalu

    Sumut (Pelita Batak) :Dalam upaya meningkatkan kunjungan wisatawan, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Karo telah menjadwalkan sejumlah even kalender pariwisata Tahun 2017. Salah satunya meng

  • Pengunjung Sedikit, Wakil Bupati Tobasa Nilai Acara Festival Solu Tradisional di Tambunan Kurang Sosialisasi

    9 bulan lalu

    Tobasa(Pelita Batak): Agenda pelestarian Seni dan Budaya masih menjadi bagian yang sangat menarik untuk dibahas.  Dan hal ini menjadi sorotan dari para aktivis dan sejumlah media bersama masyarak

  • Kembangkan Inovasi 'Unit Reaksi Cepat Anti Kekerasan Anak dan Perempuan'

    3 tahun lalu

    Batu Bara (Pelita Batak) : Untuk ke tiga kalinya Bupati Batu Bara H OK Arya Zulkarnain SH MM meraih penghargaan Kepala Daerah Innovatif dari Koran Sindo tahun 2016 di Bandung, Jawa Barat. Sebelum nya Bupati Batu Bara meraih penghargaan Kepala Daerah Inov

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2019 Pelita Batak Online. All Rights Reserved. Design by. heriweb