• Home
  • News
  • Dua Kali Dilewatkan, Sekarang Bersiap Memilih Dua
KSP Makmur Mandiri
Jumat, 20 April 2018 16:06:00

Dua Kali Dilewatkan, Sekarang Bersiap Memilih Dua

BAGIKAN:
ist|Pelitabatak
Medan (Pelita Batak):
Sudah dua kali melewatkan kesempatan menggunakan hak suara, namun untuk Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Sumatera Utara (Sumut) ini, ia tidak akan menyia-nyiakan kesempatan. Dia akan menggunakan hak suaranya dengan baik dan benar. 

Perempuan itu bernama Margaretha Shanty Chandra. Selama ini, perempuan berkulit putih tersebut tidak mau menggunakan hak suaranya karena dia tidak mengenal siapa calon yang akan dipilih. Namun saat ini, perempuan berusia 29 tahun yang bekerja di salah satu perusahaan swasta di Medan ini mengaku sudah mengenal pasangan nomor urut dua yang sudah memiliki pengalaman dalam berbagai aspek pengembangan masyarakat. 

"Djarot unggul di birokrasi, Sihar unggul di bisnis yang halal. Selain itu Siharnya keren sih, cool banget, pemimpin zaman now," katanya.

Pertemuannya dengan Sihar di pusat perbelanjaan Sun Plaza Medan tersebut membuatnya semakin mengenal sosok Sihar. Bahkan dia memperhatikan seluruh penampilan Sihar yang sederhana dan santai. Tidak kaku serta mau menyapa dan disapa warga. "Saya perhatikan sepatunya, sederhana, kekinian, serta sesuai dengan penampilannya. Saya yakin itu kesehariannya. Kalau sudah gini, mana mungkin lagi ke lain hati," ujarnya.

Senada dengannya,  Nova Wira Santy (36) mengatakan bahwa ternyata Sihar itu sangat pantas untuk memimpin Sumut. Dia menyakini bahwa Sihar dapat terukur dalam menata pembangunan. "Kita pasti milih dua, buktinya saja kita lama nunggu kesempatan foto bareng Sihar," katanya. 

Dia berharap nantinya pasangan yang akrab disapa Djoss tersebut mampu memberikan perubahan yang baik. Rasa aman dan nyaman kepada warga, serta membersihkan Sumut dari segala bentuk tindakan kriminal. "Khususnya begal dan tindakan kriminal jalanan. Kita paling anti dan berharap tidak ada lagi," katanya.(bcl comm)
  BeritaTerkait
  • Arif Menyikapi Keramba Jaring Apung Danau Toba

    2 tahun lalu

    Danau Toba menjadi pembicaraan hangat beberapa hari terakhir. Kali ini bukan soal rencana pembentukan badan otorita, tetapi tentang keramba jaring apung (KJA). Dipicu matinya ikan sebanyak 850 ton

  • Mungkinkah Menistakan Agama?

    2 tahun lalu

    Demonstrasi dalam rangka membela Tuhan makin banyak. Hal ini membuat saya bertanya, "Mungkinkah membela agama?". Pertanyaan selanjutnya, "Sebegitu lemahkah Tuhan dan Agama sehingga memerlukan pembelaan dari umatnya?"

  • Ini isi Lengkap Nota Keberatan Ahok di Pengadilan

    2 tahun lalu

    Jakarta Pelita Batak): Bapak Ketua Majelis Hakim, dan Anggota Majelis Hakim yang saya muliakan, Sdr. Jaksa Penuntut Umum yang saya hormati, Penasihat Hukum dan Para Hadirin yang saya hormati, &

  • BELI PISANG GORENG KE SIBORONG-BORONG

    12 bulan lalu

    DARI bulan Juni sampai Agustus 2017 kami sudah tiga kali singgah di Siborong-borong. Biasanya kami singgah di kota pacuan kuda itu selalu ingin membeli ombus-ombus, sejenis makanan yang terbuat dari t

  • Dokter Rima, Pelanggan Pertama Traveloka Tonton Final Piala Dunia 2018 di Rusia

    satu bulan lalu

    Medan (Pelita Batak):"Maaf ya telat" ujar Rima ketika pertama kali menginjakan kakinya di kantor Traveloka (12/07).Senyum sumringahnya terpancar mencoba menutupi lelahnya perjalanan dari Salatiga ke J

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2018 Pelita Batak Online. All Rights Reserved. Design by. ariewebnet