• Home
  • News
  • Dr RE Nainggolan dan Pdt WTP Simarmata Narasumber Pertemuan Kaum Bapak PGI-D Medan
KSP Makmur Mandiri
Sabtu, 17 Desember 2016 15:12:00

Dr RE Nainggolan dan Pdt WTP Simarmata Narasumber Pertemuan Kaum Bapak PGI-D Medan

BAGIKAN:
TAp|PelitaBatak
Pembicara Dr RE Nainggolan MM dan Pdt WTP Simarmata,MA foto bersama dengan panitia dan seluruh peserta usai diskusi panel.

Medan (Pelita Batak) :
Tokoh masyarakat Dr RE Nainggolan,MM dan Ephorus (emeritus) HKBP Pdt WTP Simarmata,MA menjadi narasumber dalam Pertemuan Kaum Bapak yang diselenggarakan oleh PGI Daerah Kota Medan, Sabtu (17/12/2016), di Hotel TD Pardede Medan. Dibahas, peran seorang Bapak di tenagh keluarga dan gereja harus menjadi contoh dan tauladan yang sesuai dengan firman Tuhan.

Dalam paparannya, Dr RE Nainggolan mengatakan jika seorang bapak memerankan perannya di tengah keluarga berdasarkan iman dan kepercayaan kepada Tuhan, maka dia akan dapat mengerjakan tugas menjadi seorang Bapak. Sebagai kepala keluarga, pelindung, dan menjadi contoh bagi seluruh anggota keluarga. "Demikian halnya di tengah gereja secara kelembagaan, kaum bapak harus memberikan arti. Menopang pelayanan di gereja," ujarnya dalam diskusi panel yang dimoderatori Ketua PGI Kota Medan Pdt Martin Manullang MMin.


Dr RE Nainggolan,MM, Pdt Martin Manullang,MMin dan Pdt WTP Simarmata,MA


Turut hadir tokoh masyarakat Sanggam SH Bakkara, Ronald Naibaho, Romein Manalu ST, Maruli Siahaan, Paulus Sinaulingga, Jadi Pane,SPd, para pendeta dari berbagai denominasi gereja dan peserta lainnya.

Kaum bapak memiliki peran yang sangat menentukan kualitas iman percaya dan integritas anggota keluarga atau jemaat kristen, yaitu ; sebagai jemaat yang baik, pendoa, pengamal firman Tuhan, dan menjadi imam bagi keluarganya. Kemudian, partisipatif dalam diakonia tidak hanya datang beribadah di gereja, tetapi aktif dalam kegiatan sosial. Menjadikan kehidupannya sebagai wadah sosialisasi nilai, norma dan moral pada keluarga. Bertanggungjawab penuh mengayomi rumah tangga, menjadi prototipe keluarga Kristen yang monogamik, bermoral dan berperilaku bagaikan garam dan lilin. Seorang kaum bapak harus menjadi motivator yang membangkitkan spirit perubahan dan kreatifitas.

"Perlu diketahui, menurut hasil survey 67% perilaku anak ditentukan pendidikan di tengah keluarga. sedangkan 33 % karena lingkungan sekitar. Jadi sangat ditentukan bagaimana orangtua memberikan motivasi, keteladanan di tengah keluarga," ujar RE Nainggolan.

Namun tidak terlepas dari peran gereja sebagai institusi, yang hadir sebagai lembaga penguatan iman. Sebagai lembaga penguatan ekonomi, dan lembaga penguatan kesejahteraan sosial. "Kaum Bapak ke depan harus mampu membangun keluarga yang imani karena keluarga merupakan institusi gereja yangf paling kecil," ujarnya.

Demikian halnya peran para perwakilan rakyat yang duduk di DPRD Kota Medan, selaku warga gereja harus menunjukkan sikap sebagai seorang kristen. "Tidak akan ada yang tercatat dengan baik jika seorang pemimpin atau kaum bapak jika tujuan hidupnya hanya ingin menyenangkan orang lain tanpa kebenaran, namun justru akan dibenci oleh banyak orang," ujarnya.

Sementara menurut Pdt WTP Simarmata,MA, kondisi fondasi kebangsaan, keragaman, kebhinnekaan, suasana hormat menghormati sedang goyah. "Tidak terkecuali orang-orang muda, orang-orang terdidik, masih ada oknum-oknum yang rasis, melatarbelakangkan sesuatu dengan ras, agama, suku," ujar Ephorus Emeritus HKBP.

Ralistas lain, dalam cakupan berbangsa dan bernegara dalam ikatan NKRI, ada yang tidak sabar menunggu proses hukum. "Seolah-olah pemerintah bisa didikte soal putusan hukum yang akan dilakukan," katanya mengaitkan dengan kondisi politik bangsa ini.

Warga gereja di NKRI harus pro aktif dalam penegakan hukum. Apalagi terhadap penghargaan terhadap setiap hak-hak hidup orang lain. Ia juga menegaskan, tidak ada denominasi gereja yang tidak mendoakan pemerintah yang sedang berkuasa, karena itu sesuai dengan ajaran firman Tuhan lewat Alkitab.

Jadi dengan kondisi saat ini, kaum Bapak harus mampu hadir mempersiapkan generasi keluarga yang dapat ditunjukkan dengan sikap bisa memberi motivasi, memediasi, berbuat banyak bahkan memberi pokok-pokok pikiran yang menjadi sumber kearifan.

"Kaum bapak adalah tokoh. Tokoh yang harus menjadi pemersatu dalam bingkai NKRI dalam mengawal Pancasila. Kaum bapak kristen harus menghindari eksklusifisme, namun mengutakan inklusifisme agar tidak ada sikap diskriminasi," ujarnya.

Menurut Presiden Gereja Asia (CCA) ini, tidak ada suku penumpang, agama kelas dua atau yang lainnya di negeri ini. "Sebab, bagi gereja Pancasila sudah final, Merah putih sudah final, garuda sudah final," tegasnya.

Ia juga mengatakan, bahwa politik sesungguhnya adalah untuk memberikan kesejahteraan sosial bagi warga negara. "Gereja tidak melarang jemaatnya berpolitik, sebab NKRI mengakui hak politik, dan tidak bertentangan dengan firman Tuhan. Tapi jangan sekali-sekali menjadi pragmatis," ujarnya.

Diskusi panel diawali dan ditutup dengan ibadah singkat dan dilanjutkan dengan makan bersama, panitia dan peserta. (TAp)
 

  BeritaTerkait
  • Nusantara Untuk Jokowi Lahir dari Spontanitas

    satu bulan lalu

    Medan (Pelita Batak):Paguyuban Nusantara Untuk Jokowi (N4J) lahir dari spontanitas orang-orang yang bersimpati dan menginginkan Joko Widodo kembali memimpin bangsa untuk periode kedua."Tentu tidak ada

  • RE Nainggolan Harapkan Teknologi Tidak Merusak Kebhinnekaan

    12 bulan lalu

    Medan (Pelita Batak) :Alvin Tofler menyebutkan dengan kemajuan teknologi dunia menjadi tidak ada batas. Menjadi tantangan belakangan ini, di satu sisi teknologi khususnya yang berbasis jaringan intern

  • Dirgahayu ke 14 Humbahas: Sekilas Sejarah Peran Serta Masyarakat yang Ada di Parserahan Atas Berdirinya Kabupaten Humbang Hasundutan

    10 bulan lalu

    Oleh: Gandhi PakpahanPARNADOS (PARSAHUTAON NAHUMALIANG DOLOKSANGGUL)PARNADOS yang berdiri pada tanggal 27 Januari 1995 mempunyai benang merah dengan PERNADOS yang berdiri sebelumnya dan wadah lain set

  • Xanana Gusmao Diangkat Jadi Sesepuh Orang Batak

    2 tahun lalu

    Presiden pertama sekaligus Bapak Pendiri Timor Leste, Xanana Gusmao menyampaikan penghargaan terhadap keberadaan dan peranan para perantau etnis Batak di negara yang pernah menjadi bagian dari Republik Indonesia itu. Hal tersebut disampaikan dalam pertemu

  • Serangkaian Natal Nasional di Humbahas, Akan Digelar Serasehan di Medan

    2 tahun lalu

    Medan (Pelita Batak) : Serangkaian dengan perayaan natal bersama tingkat nasional 2016 di Doloksanggul, Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas), panitia juga akan menggelar Serasehan Nasional yang akan dihadiri seribuan masyarakat Sumatera Utara di Medan

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2018 Pelita Batak Online. All Rights Reserved. Design by. ariewebnet