• Home
  • News
  • Djarot Sebut 'Salam Tempel' Itu Akar Korupsi
Rabu, 18 April 2018 05:01:00

Djarot Sebut 'Salam Tempel' Itu Akar Korupsi

BAGIKAN:
ist|pelitabatak
Medan (Pelita Batak):
Djarot Saiful Hidayat menegaskan 'salam tempel' atau bagi-bagi duit kepada masyarakat merupakan akar dari korupsi.

"Jangan dibiasakan. Itu akar korupsi. Kita ingin 'Sumut Bersih' dan menghindari KKN," tegas Djarot  saat menghadiri deklarasi relawan-relawan pendukung pasangan DJOSS di Jalan Sempurna, Kelurahan Teladan, Kecamatan Medan Kota, Selasa (17/4/2018).

Djarot pun meminta maaf kepada masyarakat, resiko ini ditempuhnya untuk menciptakan Sumut bersih dan bebas KKN. "Saya ada beberapa kali tiap blusukan ke pasar mereka tanya, Pak, mana salam tempelnya? Maaf, saya tidak mau layani," cetus Djarot.

Djarot menyebutkan, akar korupsi yang menjerat para kepala daerah itu bermula ketika mencalon memberikan uang kepada masyarakat untuk memilihnya. Oleh sebab itu, calon Gubernur Sumatera Utara Nomor Urut 2 ini menegaskan tidak akan membagi-bagikan uang pada pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Utara Tahun 2018.

Apalah arti uang Rp100 ribu atau Rp200 ribu yang dalam sekejap akan sirna. Lalu, apa yang Djarot-Sihar kembalikan kelak saat terpilih nanti menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Utara? Djarot mengatakan apa yang saudara berikan pada tanggal 27 Juni 2018, akan dikembalikan dalam bentuk yang lebih besar.

OLeh sebab itu, Djarot memiliki andalan membantu masyarakat tidak mampu dengan setiap bulan akan diberikan beasiswa ke SMA dan SMK. Dan, uangnya ditransfer langsung ke rekening masing-masing pelajar, dalam bentuk Kartu Sumut Pintar.

Termasuk ketika sakit, seluruh biaya perobatan masyarakat tidak mampu akan ditanggung pemerintah melalui Kartu Sumut Sehat.

Lalu ada Kartu Sumut Sejahtera, untuk pedagang mendapatkan bantuan permodalan, membantu petani mengembangkan pertaniannya, membantu nelayan agar mendapatkan alat tangkap ikan ramah lingkungan, dan membantu buruh yang ingin mendapatkan fasilitas pinjaman modal bergulir.

"Apakah dananya cukup? Tentu cukup, asal tidak dikorupsi," tandas Djarot.(TAp)
  BeritaTerkait
  • Victor Edison Simanjuntak : Perlu Pemimpin Kuat, Berani, Jujur dan Sederhana untuk Melibas Korupsi

    2 tahun lalu

    Gunung Tua (Pelita Batak) :Mantan Direktur Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus (Dirtipideksus) Bareskrim Mabes Polri Brigjen Pol (Purn) Victor Edison Simanjuntak mengatakan korupsi berkaitan dengan moral, sistem, ekonomi, politik dan hukum. Karena itu korups

  • Ssst, Ternyata Pemprov dan DPRD Sumut Buat Kesepakatan, Apa Saja Itu?

    8 bulan lalu

    Medan (Pelita Batak):Pemerintah Provinsi bersama DPRD Sumut sepakat untuk tidak melakukan korupsi, terutama dengan mewaspadai berbagai bentuk gratifikasi."Suatu pemberian menjadi gratifikasi yang dian

  • KPK Ingatkan Calon Kepala Daerah Awas Conflict of Interest

    kemarin

    Medan (Pelita Batak):Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengingatkan pada calon kepala dan wakil kepala daerah untuk tak melibatkan konflik kepentingan (conflict of interest) dalam pesta demokrasi tah

  • Spontanitas Bunga dan Lillin Penuh Makna Untuk Ahok

    11 bulan lalu

    Berawal  dengan karangan bunga yang penuh dengan cinta dan kasih, kemudian muncul gerakan seribu lilin untuk Ahok sebagai ungkapan yang penuh dengan cinta dan kasih atas apa yang dialami oleh

  • KPK Harapkan Kabupaten Kota Bisa Ikuti Langkah Pemprov Sumut

    tahun lalu

    Medan (Pelita Batak) :Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) HT Erry Nuradi melakukan soft launching Aplikasi Elektronik Sistem Usulan Musrenbang Terintergrasi Provinsi Sumut (E-Sumut) di Hotel Santika Medan Senin (28/11/2016).

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2018 Pelita Batak Online. All Rights Reserved. Design by. ariewebnet