• Home
  • News
  • Diwarnai Unjukrasa, Tergugat Tak Hadiri Sidang Gugatan Farhan Chaniago
Kamis, 22 Desember 2016 22:14:00

Diwarnai Unjukrasa, Tergugat Tak Hadiri Sidang Gugatan Farhan Chaniago

BAGIKAN:
Ist|PelitaBatak
Sejumlah massa melakukan aksi pajang poster saat sidang akan digelar

Jakarta (Pelita Batak) :
Sidang perdana gugatan Farhan Chaniago Eks karyawan PT Charoen Pokphand Jaya Farm (CPJF), ditunda dan akan kembali digelar pada 12 Januari 2017. Pasalnya, terlapor pihak PT CPJF tidak hadir dalam sidang yang seyogianya digelar di Pengadilan Hubungan Industri (PHI) Pengadilan Negeri Jakarta Pusat di Bungur Besar Raya, Kamis (22/12/2016).

Seperti disampaikan Enni Martalena Pasaribu, MH, didampingi Raja Adil J Sinambela SH, dan Alvin Maringan SH usai mengikuti persidangan kepada wartawan via seluler di Medan, Kamis sore. "Sidang ditunda, sebab pihak terlapor tidak hadir," ujarnya.

] Farhan Chaniago Gugat PT CPJF>>>>>>

Sebelumnya, Farhan Chaniago yang telah mengabdi 25 tahun di perusahaan tersebut keberatan karena mengalami pemutusan hubungan kerja secara sepihak. Gugatan telah disampaikan pada 23 November 2016 melalui kuasa hukumnya dari Kantor Hukum Raja Adil J Sinambela,SH (RAY) & Rekan.

"Kita sangat sayangkan, karena pihak tergugat tidak hadir pada persidangan perdana ini," ujarnya.

Sebelumnya, lanjut Enni, pihaknya juga telah membuat pengaduan ke Polda Metro Jaya atas dugaan pemalsuan surat (pasal 263 KUHP) dengan terlapor inisila CW. Dugaan pemalsuan surat ini terkait alasan pemecatan Farhan dari perusahaan tersebut. "Surat yang dikeluarkan tidak benar, dan kita sebut keterangan palsu," ujarnya.

Semut vs Gajah

Sementara itu, pada sidang perdana ini sejumlah massa memberikan dukungan kepada Farhan Chaniago dengan melakukan unjukrasa. Mereka membawa poster bertuliskan bahwa 'Farhan Chaniago korban pelanggaran HAM oleh oknum diPT CPJF', dan berbagai pesan lainnya.

Kasus yang dihadapi Farhan juga digambarkan dalam bentuk perlawanan semut vs gajah.

Sebelumnya, pemecatan dilakukan secara sepihak terhadap Farhan Chaniago melalui Surat Keputusan PT CPJF No 005/Hat.BU Head/Internal/II/16 tertanggal 22 Februari 2016 tentang Pencabutan Jabatan yang ditanda tangani oleh Jittin Udnoon, BU Head Hatchery PT CPJF, dan Perjanjian Kesepakatan bersama tertanggal 14 Maret 2016 yang kemudian didaftarkan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat menjadi akta bukti pendaftaran bersama melalui Bipartit No 3099/Bip/PHI/2016/PN.JKT.PST.

Dugaan kuat pelanggaran hukum lainnya adalah bahwa perjanjian bersama tertanggal 14 Maret 2016 tidaklah sah secara hukum karena hanya disaksikan oleh pegawai dari perusahaan tergugat I tanpa disaksikan mediator sebagaimana diatur dalam pasal 13 UU No 2 tahun 2004 tentang Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial. Serta penekanan yang dilakukan untuk menandatangani kerjasama tersebut merupakan pelanggaran HAM yang diatur dalam UU No 39 Tahun 1999, mengingat pekerja sudah bekerja selama 25 tahun di perusahaan tergugat.

Seagaimana diketahui Farhan Chaniago telah bekerja diperusahaan itu sejak 1 Desember 1990 hingga 31 Maret 2016. Dan pada panggilan pertama pada 2 Maret 2016, Farhan Chaniago telah berhadapan dengan BU Head Hatchery (Jittin Udnoon) dan PGA Koordinator (Wempi Fane) dan mengklarifikasi tuduhan mark up data dan diputuskan tidak ada mark up data.

Dalil lain juga disampaikan dalam gugatan bahwa tergugat II adalah pekerja asing yang mana dalam peraturan perundang-undangan yang mengatur tentang ketenagakerjaan di Republik Indonesia, pekerja asing dilarang untuk menempati atau mengurus segala sesuatu yang berkaitan dengan ketenagakerjaan atau personalia.

"Klien kami juga sudah melakuka upaya penyelesaian perkara lwat pengadilan Somasi I dan Somasi II, namun para tergugat seolah-olah anggap remeh kerugian yang diterita oleh klien kami. Klien kami sudah bekerja selama 25 tahun," ujarnya.

Untuk itulah lanjut Enni, pengaduan yang telah disampaikan telah didaftarkan dikepaniteraan pengadilan Hubungan Industrial DKI Jakarta pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat dengan nomor 321/Pdt.Sus-PHI/2016/PN.JKT.PST tertanggal 23 November 2016.

Hingga berita ini diturunkan, redaksi masih berupaya mengonfirmasi ke pihak tergugat.(TAp)

  BeritaTerkait
  • Kuasa Hukum Farhan Chaniago Pertanyakan Ketidakhadiran Pihak Tergugat PT CPJF

    11 bulan lalu

    Jakarta (Pelita Batak) :Pihak PT Charoen Pokphand Jaya Farm (CPJF) kembali tidak menghadiri panggilan sidang gugatan Farhan Chaniago, Kamis (12/1/2017)

  • Dipecat Sepihak, Farhan Chaniago Gugat PT Chareon Pokphand Jaya Farm ke PN Jakarta Pusat

    12 bulan lalu

    Jakarta (Pelita Batak)Setelah mengabdi selama 25 tahun di PT Charoen Pokphand Jaya Farm (CPJF), Farhan Chaniago akhirnya menggugat perusahaan tersebut lewat kuasa hukumnya. Pasalnya,

  • PTUN Medan Tolak Gugatan Terhadap Penetapan Tim Seleksi KPID Sumut, Mentahkan Dugaan Maladministrasi

    tahun lalu

    Medan (Pelita Batak) : PTUN Medan menyatakan menolak gugatan para penggugat dan menghukum penggugat untuk membayar biaya perkara sebesar Rp. 419.000 (Empat ratus sembilan belas ribu Rupiah) kepada para penggugat, demikian isi putusan sidang PTUN Medan

  • Mendagri Diminta Batalkan Nurhajizah Sebagai Wagub Sumut

    tahun lalu

    Jakarta(Pelita Batak): Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo diminta tidak mengesahkan Brigjen TNI (Purn) Nurhajizah Marpaung sebagai Wakil Gubernur Sumatera Utara (Sumut) karena masih meny

  • Sidang Gugatan Pencabutan Izin Keramba di Danau Toba Berlanjut di PTUN Medan

    9 bulan lalu

    Medan(Pelita Batak): Pengadilan Tata Usaha Negara Medan kembali melanjutkan Sidang Pemeriksaan Pendahuluan (dissmisal proccess) Gugatan Sengketa Tata Usaha Negara terhadap Kepala Badan Pelayanan Pe

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2017 Pelita Batak Online