• Home
  • News
  • Dituding Curi Handphone, Kedua Kaki Pria ini Didor Polisi
KSP Makmur Mandiri
Rabu, 11 Juli 2018 09:54:00

Dituding Curi Handphone, Kedua Kaki Pria ini Didor Polisi

BAGIKAN:
Medan (Pelita Batak):
Aksi kebrutalan oknum Polisi dalam mengungkap dugaan pelaku kejahatan kini dipertontonkan lagi. Peristiwa tragis itu dialami Wanda Gunawan Pasaribu (32) warga Jalan Sutomo Gang Yahya Nomor VII Medan, dirinya dituding mencuri Handphone hingga kedua kakinya sengaja ditembak Polisi, Senin (9/7).

Menurut Otti Batubara selaku mertua Wanda  mengatakan bahwa menantunya itu dijemput polisi saat hendak pulang bekerja di bengkel dalam keadaan sehat.

"Dia dijemput baik - baik oleh 4 anggota Sat Reskrim Polsek Medan Timur dengan pakaian preman. Salah satu dari Polisi itu, temannya yang bernama Haris Kurniawan Putra. Menantu saya saat itu sehat - sehat saja, kenapa kok tiba - tiba kakinya malah ditembak," ungkap Otti saat di Mapolsek Medan Timur, Selasa (10/7) siang.

Sadisnya, malah penyiksaan yang dilakukan petugas tidak berprikemanusiaan, dimana mata pelaku di tutup dan dipaksa untuk mengaku, lalu ditembak.

"Saya tanya menantu saya, bagaimana perlakuan Polisi kepada dirinya. Kata menantu saya, dirinya dipaksa untuk mengaku dan dibawa ke mobil, lalu matanya ditutup dan dibawa keliling hingga ke dua kakinya ditembak," ungkap Wartawan Media Online ini.

Otti juga menyesalkan pernyataan Kapolsek Medan Timur yang menuding menantunya sebagai penjahat.

"Kalau bicara fakta hukum, tolong disebutkan buktinya, kalau tidak sanggup membuktikan jangan diplintir beritanya. Kapolsek bilang dari wajahnya saja sudah bisa menilai, kalau dia residivis. Malahan wajah menantu saya ganteng, kok jadi mengada - ada Kapolsek itu," ujarnya.

Otti tidak membantah bawah menantunya pernah dipenjara pada tahun 2012, karena mencuri sisa barang rongsokan di Bengkel dan langsung menjualkan ke botot. 

Namun itu, ungkap Otti tidak serta merta memberikan vonis menantunya saya sebagai residivis.

Akibat perlakukan sadis itu, Otti mengaku akan mengadukan peristiwa ini ke Propam Polda Sumut dan Kontras Sumut.

"Saya bukan membela menantu saya, tolong terapkan azas praduga tidak bersalah. Lanjut Otti, jangan karena mereka Polisi malah berlaku sewenang - wenang. Saya akan adukan Kapolsek Medan Timur, karena sudah banyak terduga pelaku matanya ditutup, lalu ditembak. Selanjutnya Polisi nantinya akan menggelar konferensi pers dengan mengatakan penembakan itu dilakukan karena tersangka melawan dan hendak melarikan diri. Itu ditembak jarak dekat. Kita sudah tahu kinerja Polisi, kalau sudah melakukan penembakan, mereka selalu berdalih menyebutkan pelaku melawan petugas," jelasnya.

Otti memaparkan kejanggalan informasi yang dikirim Kapolsek Medan Timur dimana kejanggalan itu antara lain:
1. Sepeda motor tersangka saat melakukan pencurian dengan menggunakan kereta bebek, sedangkan Wanda tidak memiliki sepeda motor bebek.

2. Dinyatakan 2 tersangka pelaku pencurian tetapi hanya Wanda disebutkan, sedangkan tersangka satu lagi tidak ada disebutkan namanya dan juga statusnya apakah sebagai DPO, sedangkan pelaku Apriliadi hanya tersangka pelaku penadah (480).

3. Korban mengaku kehilangan barang bukti hape 1 unit HP Asus , 1 unit HP Lenovo , 2 unit HP Blackberry dan Kapolsek dalam keterangannya hanya menemukan1unit merk Oppo, tidak sesuai dengan barang pelapor yang hilang.

4. Kapolsek Wilson Pasaribu dalam kronologis kejadian hanya menuding tersangka berdasarkan informasi saja, tidak berdasarkan laporan polisi (LP) masyarakat dan pengakuan tersangka.

5. Pelaku diawal keterangan dikatakan sebagai pelaku 363 kemudian berubah lagi menjadi 365 padahal kekerasan yang dilakukan diduga pelaku tidak ada disebutkan. 

"Anehkan, polisi tidak profesional, dari bukti-bukti yang disebutkan polisi tidak ada yang mengarah kepada menantu saya, jadi kuat dugaan polisi salah tangkap. Densus 88 saja sudah sering salah tangkap apalagi sekelas petugas Polsek," bebernya.

Wartawan media Bumantara itu juga meminta agar Kapolda mengingatkan bahawannya dalam melaksanakan tugas agar sesuai SOP, jangan beraksi ala Koboy mengumbar peluru saja.

"Tolong pak Kapolres dan khususnya Kapolda Sumut, para penganyom masyarakat itu diperingatkan lagi jangan seperti Koboy bila mengungkap kasus," pinta Otti.

Kapolsek Medan Timur Kompol Wilson Pasaribu membantah pihaknya berlaku sewenang - wenang.

Menurutnya, petugas melakukan penembakan, karena tersangka melawan petugas dan berusaha melarikan diri.

Kita masih memburu pelaku dan melakukan pengejaran. Kemudian, kami mendapatkan informasi bahwa pelaku berada di Jalan Sutomo, yang kemudian petugas langsung melakukan penangkapan. 

"Setelah penangkapan, pelaku ternyata ingin melarikan diri dan petugas menembak kedua kaki pelaku,"ucapnya.

Wilson menambahkan korban bernama Edi Setiawan warga Jalan Teratai I Blok C, Tipondoh Tangerang Banten. Korban yang pada saat itu, Rabu (3/5) sekitar pukul 19.30 Wib, sedang berjalan sendirian di Jalan I, Kecamatan Medan Timur, dan tiba - tiba ada sebuah pengendara motor merampas tas yang dibawa Edi.

Dia juga mengatakan pihaknya berlaku tegas terhadap pelaku penjambretan. "Kalau melawan kita tembak," ujarnya.(Aries)
  BeritaTerkait
  • Penertiban PK5 di Medan Terus Berlanjut

    2 tahun lalu

    Sebelum melakukan penertiban, tim gabungan Satpol PP dan unsur Kecamatan Medan Selayang ini lebih dahulu menggelar apel di halaman Kantor Camat Medan Selayang. Setelah itu tim yang dipimpin Kasi Operasi Satpol PP, D Damanik dan Camat Medan Selayang, Suta

  • Curi Mobil Truk, Polres Asahan Bekuk Pria Ini

    2 tahun lalu

    Asahan (Pelita Batak) :Petugas Polres Asahan mengamankan seorang pelaku pencurian mobil truk. Pelaku yang diamankan, yaitu Jamaluddin Irawan alias Ayah (56) warga Jalan Anggrek, Kelurahan Bandar, Kecamatan Perdagangan, Kabupaten Simalungun.

  • Polrestabes Medan Ungkap Kasus Pembunuhan Marukim Samosir

    tahun lalu

    Medan (Pelita Batak) :Polrestabes Medan berhasil mengungkap dua kasus pembunuhan pria renta Marukim Samosir (81) di rumahnya Jalan Setia Luhur, Kelurahan Dwikora, Kecamatan Medan Helvetia, yang ditemu

  • Gelandangan ini Ditemukan Tewas

    4 bulan lalu

    Medan (Pelita Batak):Seorang pria tanpa identitas ditemukan tewas tergeletak di dekat parit di Jalan Perpustakaan, simpang Jalan Sriwijaya Lingkungan VI Kelurahan Petisah Tengah, Medan petisah, tepatn

  • Polda Sumut Tembak Mati 3 Sindikat Narkoba Internasional

    3 bulan lalu

    Medan (Pelita Batak):Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumut kembali berhasil mengungkap kasus Narkoba sindikat jaringan Internasional.Dalam upaya penangkapan yang dilakukan sejak Minggu (19/8) hingga

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2018 Pelita Batak Online. All Rights Reserved. Design by. heriweb