• Home
  • News
  • Dinsos Naker Tapsel Tuding Pendamping PKH Diduga Lakukan Pemotongan
KSP Makmur Mandiri
Minggu, 12 Agustus 2018 19:00:00

Dinsos Naker Tapsel Tuding Pendamping PKH Diduga Lakukan Pemotongan

BAGIKAN:
Saut Togi Ritonga
Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH)," ujar Porang Pane, Sektetaris Dinas Sosial Daerah Tapanuli Selatan
Tapanuli Selatan (Pelita Batak) : Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Daerah Kabupaten Tapanuli Selatan kesal tindakan oknum pendamping Program Keluarga Harapan (PKH)  berinisial RAS yang diduga praktik Pungli atau pungutan liar.

"Apalagi praktiknya terhadap Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH)," ujar Porang Pane, Sektetaris Dinas Sosial Daerah Tapanuli Selatan kepada wartawan di Sipirok, Sabtu 11 Agustus 2018.

Dikatakannya, Pemkab Tapanuli Selatan tidak mentolelir siapapun apabila ada oknum pendamping PKH yang berani Pungli. "Kita mendorong aparat penegak hukum mengambil langkah selanjutnya," katanya.

Sebelumnya,  santer dikabarkan sebanyak 14 orang warga masyarakat lingkungan I/Lorong Huta Jae, Kelurahan Tapian Nauli, Kecamatan Angkola Selatan merasa keberatan uang PKH selama dua periode pada tahun 2018 sudah tidak menerima lagi.

"Informasi kita dapat mereka 'dicoret' peserta PKH oleh oknum RAS akibat diduga tidak 'menyetorkan' uang masing-masing seratus ribu," kata mantan Kabag Humas/Protokol Tapsel menyebut sesuai isi surat diterima dari organisasi kemasyarakatan Laskar Merah Putih Tapanuli Selatan.

Ke 14 warga yang merasa keberatan namanya dicoret sebagai peserta PKH tersebut yaitu Verawati Marbun, Marintan Sitompul, Dermawan Tinambunan, Rinda Simatupang, Karolina Sitorus, Hetti Krismawati Ritonga, Adelina Manullang, Dermawan Hutabarat, Ramina Teresia Tinambunan, Rusliana Sipahutar, Lannida Sitompul, Damiana Dameria Waruwu, Arni Selvia Marbun, dan Luse Tiur Marlina Sitompul, sementara ke 14 warga itu layak KPM untuk menerima PKH.

Oknum RAS tambahnya, sudah dua kali diberi surat peringatan (SP) oleh Dinsos, tiga kali dapat SP oknum tersebut dapat dipecat dari pendamping PKH.(Saut Togi Ritonga)
  BeritaTerkait
  • Serahkan DIPA Dan Dana Desa 2018, Gubsu Ingatkan Proyek Pembangunan Jangan Kejar Tayang

    10 bulan lalu

    Medan (Pelita Batak):Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Tengku Erry Nuradi menyerahkan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) dan pagu Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik/Dana Desa Provsu tahun 2018 kepada

  • Kepala Desa Jonson Lubis Tuding Kepala Desa Lainnya di Taput Lakukan Pemotongan Dana Desa

    9 bulan lalu

    Taput(Pelita Batak): Kepala Desa Lubis Kecamatan Pagaran Kabupaten Tapanuli Utara  Jonson Lubis akhirnya angkat bicara seputar adanya dugaan pemotongan honor para  Tim Pengelola Kegiatan (TP

  • Mentan Optimis Sumut Kembali Lima Besar Produksi Padi

    2 tahun lalu

    Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mendorong Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut untuk mengejar target produksi pertanian padi, jagung dan kedelai (Pajale) di tahun 2016. Dengan demikian, Sumut dapat kembali menempati urutan lima besar nasional sebagai

  • Ini isi Lengkap Nota Keberatan Ahok di Pengadilan

    2 tahun lalu

    Jakarta Pelita Batak): Bapak Ketua Majelis Hakim, dan Anggota Majelis Hakim yang saya muliakan, Sdr. Jaksa Penuntut Umum yang saya hormati, Penasihat Hukum dan Para Hadirin yang saya hormati, &

  • Jargon Minoritas-Mayoritas Keagamaan Belum Hilang

    2 tahun lalu

    Jakarta (Pelita Batak) : Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Persatuan Inteligensia Kristen Indonesia (PIKI) Masa Bakti 2015 – 2020, Baktinendra Prawiro,MSc,MH mengatakan persoalan politik di I

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2018 Pelita Batak Online. All Rights Reserved. Design by. heriweb