• Home
  • News
  • Difitnah Lewat Medsos, Kuasa Hukum dan 'Sahabat RE' Mengadu ke Poldasu
Selasa, 13 Desember 2016 17:45:00

Difitnah Lewat Medsos, Kuasa Hukum dan 'Sahabat RE' Mengadu ke Poldasu

BAGIKAN:
TAp|PelitaBatak
Kuasa Hukum, Ojak Nainggolan,MH bersama para 'Sahabat RE' usai mengadu ke Mapolda Sumut

Medan (Pelita Batak):
Kuasa Hukum Dr Rustam Efendy Nainggolan, Ojak Nainggolan bersama 'Sahabat RE Nainggolan' membuat pengaduan ke Mapolda Sumut atas dugaan pencemaran nama baik di media sosial (medsos) facebook. Postingan pemilik akun dengan inisial BS sejak 8 Desember 2016 di facebook dinilai telah merugikan nama baik tokoh masyarakat sumut tersebut.

Pengaduan tersebut telah diterima Polda Sumut dengan nomor LP/1623/XII/2016/SPKT tanggal 13 Desember 2016. Seperti dijelaskan Ojak Nainggolan, SH. MH, pengaduan tersebut dilayangkan karena Dr Rustam Effendy Nainggolan sebagai kliennya dirugikan dengn postingan BS di akun facebooknya dan juga dimuat di blog milik BS di www.benardosinambela.id. "Selain mencemarkan nama baik palapor, postingan terlapor juga ada mengajak agar pengguna facebook lainnya menyebarkan postingan yang juga menurut kami memuat hasutan perpecahan dalam salah satu suku, suku Batak," ujarnya kepada Wartawan di Mapolda Sumut, Selasa siang.

Disampaikannya, dalam postingan tersebut terlapor menyebutkan sosok yang dimaksud adalah pernah menjabat sebagai Bupati Tapanuli Utara, pernah menerima dana CSR (coorparate Social Responsibility) dari PT TPL, pernah ditodong senjata oleh mafia karena lobi-lobi proyek dan banyak fitnah lainnya.

"Bahkan disebutkan bahwa RE Nainggolan sekte agamanya yang melarang penggunaan ulos, dan fitnah lainnya. Sehingga kami melaporkan terlapor telah melanggar UU ITE," ujar Ojak didampingi para Sahabat RE diantaranya Ronald Naibaho, MSi, Gelmok Samosir, Vivico Nainggolan, Jadi Pane,SPd, Toga, Adol F Rumaijuk,STP, Indra Simamora, Yusra, Jhonson Rajagukguk, Raymon Sitohang, Marlon Nainggolan, Sahat Siregar, dan yang lainnya.

Dalam postingannya, BS juga menyebutkan sosok RE Nainggolan adalah 'ular berkepala dua'. "Seorang yang lahir sebagai orang Batak tetapi anti Adat Batak, dia ini seperti ular berkepala 2, dia tidak konsisten sama sekali, sekte agama yang di anutnya jelas menolak adat-istiadat dan segala simbol-simbolnya, tetapi untuk kepentingan politik dia tidak masalah jika di Ulosi di acara-acara kebaktian atau adat," tulis BS dalam postingannya.

Untuk itu, Ojak berharap pengaduan yang telah disampaikan ke Mapoldasu, akan segera ditindak lanjuti. Pasalnya, terlapor juga masih terus memosting hal-hal yang mendiskritkan korbannya.

Senada juga disampaikan Jadi Pane,SPd yang menjadi pelapor mewakili 'Sahabat RE' postingan terlapor sudah merugikan pihaknya. Meski belum dihitung kerugian secara materil, namun secara moril nama baik Dr RE Nainggolan MM perlu diperbaiki dari ulah orang-orang yang tidak bertanggungjawab. (TAp)

  BeritaTerkait
  • Peserta Tender Penimbunan dan Pembuatan Drainase di Terminal Doloksanggul Mengadu ke KPPU Medan

    11 bulan lalu

    Medan (Pelita Batak) :Pihak PT Harimao Iraono Huna melalui kuasa hukumnya mendaftarkan gugatannya ke Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Kantor Perwakilan Daerah Medan atas dugaan adanya persekongkolan dalam proses tender pengadaan belanja penimbunan

  • Dipecat Sepihak, Farhan Chaniago Gugat PT Chareon Pokphand Jaya Farm ke PN Jakarta Pusat

    9 bulan lalu

    Jakarta (Pelita Batak)Setelah mengabdi selama 25 tahun di PT Charoen Pokphand Jaya Farm (CPJF), Farhan Chaniago akhirnya menggugat perusahaan tersebut lewat kuasa hukumnya. Pasalnya,

  • May Day : Buruh Harus Diberikan Tempat untuk Sampaikan Aspirasi

    4 bulan lalu

    Medan (Pelita Batak) : Peringatan Hari Buruh Internasional di Kota Medan dipusatkan di Gelanggang Remaja Jalan Sutomo Medan, Senin (1/5/2017). Seribuan buruh tergabung dalam Gabungan Serikat Pe

  • Poldasu Diminta Ambil Alih Kasus Dua Oknum Polres Nias Terlibat "Geng Rape"

    3 bulan lalu

    Jakarta (Pelita Batak) : Perbuatan Bripka DWS (35), Bripda AFW (23) anggota Buru Narkoba Polres Nias dan ARWH (32) Wiraswasta sangat tidak terpuji dan menjijikkan. Melakukan kejahatan seksual ber

  • Tujuh Bulan Lebih Kasus Penganiayaan Diduga Mengendap di Polres Pematangsiantar

    satu bulan lalu

    Medan (Pelita Batak):Hingga  bulan ke tujuh, pengaduan kasus penganiayaan yang dialami SGH dan anaknya tak kunjung membuahkan hasil. Pelapor yang juga korban, menudga Polres Pematangsiantar senga

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2017 Pelita Batak Online