• Home
  • News
  • Diduga Over Dosis Obat, Remaja Putri Tewas di Padangsidimpuan
KSP Makmur Mandiri
Sabtu, 11 Agustus 2018 14:46:00

Diduga Over Dosis Obat, Remaja Putri Tewas di Padangsidimpuan

BAGIKAN:
Saut Togi Ritonga
Ibu korban di rumah duka

P.Sidimpuan (Pelita Batak) : Seorang remaja Putri yang bernama HAS berusia 13 tahun warga Jalan Perintis Kemerdekaan, Gang Surau, Kota Padangsidimpuan, Sumatera Utara akhirnya meninggal dunia diduga akibat over dosis obat pil dexro.

Lenni Warti Batubara (36) yang merupakan Ibu korban mengatakan dalam perjalanan menuju rumah sakit, korban sempat mengeluh sakit di dada Korban juga bercerita bahwa ia disuguhi teman  temannya minuman keras sambil menelan Pil (dextromethorphan/dmp) sebanyak 30 butir.

Disebutkannya, Putrinya itu sempat terjatuh ketika mengendarai sepeda motor. Diduga, dia bersama rekan-rekannya tersebut dalam keadaan mabuk ketika berkendaraan. 

"Dia berada di tengah ketika dibonceng oleh kawan-kawannya itu," ujarnya. Sayangnya, pasca terjatuh, mereka tidak langsung membawa korban ke rumah Ayahnya.

"Namun merawatnya di salah satu rekan korban di sigalangan Tapsel, karena kondisi semakin parah akhirnya rekan-rekannya memberitahu orang tua dan memutuskan untuk membawa ke rumah sakit ini," kata wanita yang mengaku sudah bercerai dengan ayah korban bernama Ahmad Hidayat Sihombing (36).

Setelah beberapa saat korban dirawat segala upaya telah dilakukan pihak RSUD Padangsidimpuan, Jumat 10 Aguatus 2018 sekira pukul 19:00 Wib. Korban tidak bisa lagi terselamatkan dan akhirnya meninggal dunia.

Menurut informasi dari keluarga, korban meninggal dunia setelah meminum 30 butir pil dextro yang diduga diberikan rekannya, yang dicampur dengan minuman tuak

"Dia minum obat itu pada Selasa 7 Agustus 2018," ujar salah seorang keluarga korban ketika ditemui di rumah sakit.

Boru Batubara ini juga menambahkan bahwa sudah sekitar 6 tahun yang lalu sudah cerai dengan ayah korban Ahmad Hidayah dan korban merupakan anak ke 4  dari 8 bersaudara. 

"Mungkin putri kami ini terjerumus dalam pergaulan bebas dan putri saya ini tinggal bersama ayahnya yang kesehari hariannya bekerja sebagai sopir travel," paparnya.

Dari amatan wartawan di IGD RSUD pasca kematian HAS pihak kepolisian terlihat melakukan penyelidikan terkait identitas rekan-rekan yang diduga mencekoki HAS pil dextromethorphan.

Terlihat saat petugas meminta keterangan kepada ibu korban, dimana juga menyarankan agar jenazah korban diautopsi, sayangnya pihak keluarga menolaknya. Otopsi langkah utama dalam penyelidikan ini untuk mencari tahu penyebab utama kematian. Namun ibu korban dengan nada sedih dan terbata-bata menolak dengan alasan pihaknya sudah ihklas dengan musibah yang menimpa putrinya itu.

Bahkan, HAS yang masih berusia 13 tahun meninggal dunia dalam kondisi berbadan dua, pihak keluarga tetap menolak tawaran penegak hukum agar anak tersebut diautopsi. 

Kapolres Padangsidimpuan AKBP Hilman Wijaya SIK MH membenarkan peristiwa tersebut, korban diduga tewas karena mengkonsumsi obat batuk jenis dextro berlebihan.

Pihaknya akan terus menyelidiki kasus ini, walaupun ini merupakan kejadian yang yang sangat kita sayangkan, pihaknya sempat akan melakukan otopsi terhadap jasad korban untuk memastikan penyebab kematiannya. Namun orang tua korban merasa keberatan dengan proses tersebut.

"Walaupun demikian kasus ini terus diselidiki. Dari pemeriksaan sementara ini, penyebab kematian korban disebabkan oleh kadar obat dextro yang berlebih," imbuhnya.(Saut Togi Ritonga)

  BeritaTerkait
  • Diduga Akibat Dendam Lama, Muslim Nasution Tewas Dengan Luka Tusukan

    tahun lalu

    Tapsel (Pelita Batak) : Warga Desa Tolang Julu Kecamatan Batang Angkola, Minggu 4 Juni 2017 malam geger akibat perkelahian dua remaja bukan warga setempat yang mengakibatkan Muslim Nasution (17) tewas

  • Diduga Akibat Sakit, Gepeng Tanpa Identitas Ditemukan Tewas di Emperan Toko, Padangsidimpuan

    tahun lalu

    Padangsidimpuan (Pelita Batak) : Seorang gelandang dan pengemis (gepeng) tanpa identitas ditemukan tewas di depan emperan salah satu toko yang sudah kosong disamping Toko Swalayan Rahmat Syariah Jalan

  • Sempat Telepon Ke Istri, " Jaga Anak Anak Kita" Pesan Terakhir Aiptu M Sigalingging Korban Pembunuhan Penyerang Mapoldasu

    tahun lalu

    Padangsidimpuan (Pelita Batak) : Kabar meninggalnya Aiptu Martua Sigalingging (49) korban tewas Minggu 25 Juni 2017 dini hari  akibat diserang teroris saat melaksanakan tugas di Mapoldasu membuat

  • Mianna br Manalu, Gelisah Sebelum Suaminya Tewas di Mapolda Sumut

    tahun lalu

    Padangsidimpuan (Pelita Batak) :Teror dan penyerangan yang terjadi di Mapolda Sumut dan menewaskan Aiptu Martua Sigalingging (49) Minggu 25 Juni 2017 dini hari, meninggalkan kisah pilu bagi keluargany

  • Keluarga Ipda (Anumerta) M Sigalingging Minta Pelaku Dihukum Berat

    tahun lalu

    Padangsidimpuan (Pelita Batak) : Tragedi penyerangan Mapoldasu oleh terduga teroris SP cs telah mengakibatkan seorang bhayangkari harus kehilangan suami dan ayah bagi 9 (Sembilan) anak Ipda (Anumerta)

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2018 Pelita Batak Online. All Rights Reserved. Design by. ariewebnet