• Home
  • News
  • Desainer Torang Sitorus Hadirkan Koleksi Busana Muslim Khas Batak
Jumat, 03 Februari 2017 10:12:00

Desainer Torang Sitorus Hadirkan Koleksi Busana Muslim Khas Batak

BAGIKAN:
suara.com
Model mengenakan tudung kepala khas perempuan Batak
Jakarta(Pelita Batak): Koleksi busana muslim yang anggun dan modern dengan nuansa Batak meriahkan panggung Indonesia Fashion Week (IFW) 2017. Belasan model mengenakan tudung kepala khas perempuan Batak. Mereka hadir membawakan koleksi 'The Passamot' karya Torang Sitorus.
 
Untuk pertama kalinya, lelaki berdarah Batak ini menghadirkan koleksi busana muslim yang anggun dan modern. Kali ini, koleksi tersebut menampilkan kain kebanggaan masyarakat Sumatera Utara, yakni Ulos Passamot.
 
"Sebelumnya saya tidak memproduksi baju muslim. Tapi, berhubung di Medan kelompok hijaber itu luar biasa, saya melihat peluang ini. Saya mau bisnis baju muslim tapi mesti dari tenun," katanya dalam konferensi pers 'Tenoen Etnik' di Jakarta Convention Center (JCC), Rabu 1 Februari 2017.
 
Torang mengaku menampilkan Ulos Passamot karena terinspirasi dari adat perkawinan Batak. Berdasarkan budaya Batak, orang tua pengantin perempuan biasanya memberikan Ulos Passamot kepada orang tua pengantin lelaki. Ini sebagai wujud terima kasih lantaran telah merelakan anaknya untuk hidup berdampingan dengan sang putri.
 
Kain ini juga sebagai wujud berkat dan doa dalam suasana suka. Menurut Torang, jika hal ini hanya berputar di adat, maka akan sulit berkembang dunia luar. Karenanya, dia sengaja mengangkat Ulot Passamot masuk ke industri mode.
 
Ke-16 koleksinya didominasi dengan warna-warna lembut, namun tegas, seperti beige, burgundy, dark grey dan maroon dengan motif yang sangat artistik. Warna dan cutting dalam koleksi 'The Passamot' ini begitu menyatu dalam kesederhanaan dan kesakralan ulos.
 
"Ulos cenderung keras, tebal dan kaku karena untuk adat. Tantangannya saya harus mengubah kebiasaan itu. Untuk menjadikan ulos sebagai busana ready to wear, saya harus mengubah kebiasaan penenun ulos agar bisa menenun lebih halus," ujarnya menjelaskan.(R2/suara.com)
  BeritaTerkait
  • Edward Hutabarat Gelar Fashion Show Unik Bermakna

    2 tahun lalu

    Desainer papan atas Tanah Air Edward Hutabarat mencoba mengingatkan bangsa ini bahwa Indonesia kaya akan warisan budaya dan alam yang memesona. Namun, warisan tersebut kini seolah hanyalah 'sisa-sisa' peradaban karena kurang mendapat apresiasi d

  • Kolaborasi Batik Zaskia Sungkar dan HJ Maharani

    tahun lalu

    Medan (Pelita Batak) :Penyanyi sekaligus aktor peran, Irwansyah bersama sang istri, Zaskia Sungkar mengunjungi Maharani Collection di Jalan Sei Rotan Medan, Sabtu (17/12). Kedatangan pasangan selebritis ini untuk melihat koleksi Batik Medan dan Songket De

  • Songket Medan Menarik Perhatian Pecinta Fashion

    8 bulan lalu

    Medan (Pelita Batak) :Setelah sukses mengangkat Batik Medan sehingga menjadi terkenal dan sangat diminati banyak masyarakat tidak hanya Kota Medan maupun nusantara, kini Ketua Dekranasda sekaligus Ket

  • Warga Medan Harus Pakai Batik Medan & Songket Deli

    2 tahun lalu

    Seluruh busana hasil rancangan Hj Rita ini bisa diperoleh di Maharani Galeri Batik Medan dan Songket Deli. Tidak hanya busana batik Medan dan songket Deli, galeri ini juga memajangkan hasil produk unggulan UMKM Kota Medan, seperti kursi rotan, tutup lampu

  • Erry Harapkan Kabupaten/Kota Gencar Promosikan Kerajinan Daerah

    tahun lalu

    Medan (Pelita Batak) :Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Ir H T Erry Nuradi MSi bersama Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Sumut Ny Evi Diana Erry secara resmi membuka Gebyar Kerajinan Daerah yang digelar di Merdeka Walk, Lapangan Merdeka Med

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2018 Pelita Batak Online. All Rights Reserved. Design by. ariewebnet