• Home
  • News
  • Daebak ! Inilah Sepuluh Aplikasi Kota Pintar di Kota Seoul Metropolitan
Jumat, 02 Februari 2018 18:48:00

Daebak ! Inilah Sepuluh Aplikasi Kota Pintar di Kota Seoul Metropolitan

BAGIKAN:
Flemming Panggabean
Smart City Korea
Ditulis ulang: Flemming PANGGABEAN


Smart City atau kota pintar  merupakan sebuah konsep perkotaan yang sudah banyak diterapkan di negara maju di dunia seperti Denmark, Belanda, Dubai, Amerika Serikat, Jepang, Singapura, Korea Selatan. Konsep ini didukung oleh fondasi infrastruktur teknologi informasi yang canggih untuk mempermudah kehidupan dan memberikan manfaat positif kepada masyarakat di kota tersebut.  Perancangan konsep kota pintar juga biasanya ditujukan untuk meningkatkan kualitas hidup orang-orang yang tinggal di dalam kota, mengingat kebutuhan manusia yang sudah tidak dapat dipisahkan lagi dengan pengetahuan yang penyebarannya sangat cepat dan mudah didapatkan di era digital berkat kehadiran internet.

Konsep kota pintar sendiri banyak mendapat perhatian di kalangan akademisi maupun para pemimpin negara di dunia yang berlomba lomba menjadikan kota-kota di negaranya menjadi lebih cerdas dan lebih optimal di dalam melayani masyarakat.  Namun, definisi yang paling sesuai untuk konsep kota pintar pada dasarnya adalah sebuah kota yang secara strategis memanfaatkan atau menggunakan faktor utama yaitu teknologi informasi dan komunikasi sebagai infrastruktur untuk meningkatkan keberlanjutan pertumbuhan kota dan memperkuat fungsi dan peranan pemerintah perkotaan dan sambil memberikan jaminan kepada masyarakatnya kebahagiaan dan kenyamanan.

Kota Seoul merupakan ibukota negara Korea Selatan dengan jumlah populasi penduduk lebih dari 10 juta orang. Kota Seoul pun sudah beberapa kali menjadi tuan rumah peristiwa peristiwa besar dunia seperti olimpiade dunia, piala dunia FIFA, G-20 Summit. Secara tegas, kota Seoul memposisikan dirinya sebagai kota yang sudah menerapkan konsep kota pintar dalam memberikan pelayanan terhadap masyarakat publik, sistem transportasi dan kenyamanan publik. Namun demikian, pemerintah Seoul masih merasakan kurang optimal dalam memberikan peningkatan hal hal yang terkait dengan peningkatan kualitas hidup yang dirasakan oleh penduduk kota Seoul. Oleh karenanya, sejak tahun 2015 lalu,  pemerintah Seoul ini menerapkan Smart Seoul 2015, yaitu semakin lebih banyak lagi menerapkan teknologi pintar (smart technologies) yang lebih fokus terhadap relasi orang dengan orang, serta yang bisa memberikan hubungan kolaborasi atau kerja sama antara pemerintah dan penduduknya.

Pada konsep ini, pemerintah ingin mencetak pahlawan-pahlawan di dalam sebuah konsep kota pintar yang tidak lain adalah penduduk di kota itu sendiri, yang akan saling berbagi informasi, pengetahuan, dan pengalaman dengan dasar kepercayaan yang didukung oleh infrastruktur sistem teknologi informasi dan komunikasi yang sudah maju pesat.

Berikut ini merupakan 10 aplikasi dari konsep smart city yang dapat kita temukan di kota Seoul, Korea Selatan:

Smart Devices untuk semua
Adalah sebuah konsep untuk meningkatkan akses penduduk terhadap smart devices dan mengajarkan pengguna baru tentang bagaimana pengoperasiannya. 

Konsep ini sudah didahului oleh program sebelumnya yaitu Wifi gratis yang dipasang oleh pemerintah di tempat tempat umum seperti taman, gedung perkantoran, transportasi umum seperti bis, subway dengan koneksi internet yang berkecepatan tinggi.  

Konsep smart devices untuk semua ini sudah dimulai sejak tahun 2012, dengan mendistribusikan smart devices atau gadgets bekas terhadap mereka yang berpenghasilan rendah dan kelompok lain yang membutuhkan. Singkatnya siklus hidup produk (product life cycle) smart devices ini telah membuat sebagian konsumen ingin selalu membeli smart devices atau gadgets keluaran terbaru. 

Bagi mereka yang suka membeli barang-barang smart devices keluaran terbaru, disarankan untuk mendonasikan barang lama milik mereka kepada perusahaan penyedia yang nantinya akan diperiksa kualitas oleh pabrik yang memproduksinya.  

Dari sini, nantinya barang-barang ini akan didistribusikan terhadap mereka yang berpenghasilan rendah dan kelompok lain yang membutuhkan. Sebagai imbalannya terhadap konsumen yang sudah bersedia mendonasikan produk lama nya, akan diberikan insetif pengurangan pajak sebesar USD 50-100 untuk setiap smart device yang didonasikan.  Hal lain yang sudah dilakukan melalui konsep Smart Devices untuk semua ini adalah memberikan pengajaran dengan smart ICTs sejak tahun 2009, melalui institusi institusi pendidikan swasta baik itu kepada kelompok imigran atau pendatang, individu berpenghasilan rendah, serta kelompok orang orang tua (senior citizens) yang baru pertama kali menggunakan smart devices 

U-Seoul Net
Adalah sebuah konsep yang dibangun pada tahun 2003 dengan membuat suatu jaringan kabel fiber optic melalui terowongan subway untuk menghubungkan gedung-gedung perkantoran umum pemerintah.  Hal ini ditujukan agar memudahkan pertukaran data dan informasi administatif di antara kantor pemerintahan. Jaringan yang dibangun sepanjang 192 km ini juga dibangun untuk mengatasi batasan-batasan yang dialami penduduk untuk mengakses website pemerintah  dan pelayanan administrasi yang dapat dilakukan oleh penduduk melalui smart devices yang mereka miliki.  

Dengan didukung oleh pelayanan Wifi gratis, masyarakat dapat memiliki akses penuh kapan saja dan dimana saja terhadap website pemerintah dan memberikan kemampuan kepada pemerintah metropolitan untuk mengatur lalu lintas arus data dalam jumlah besar yang berasal dari berbagai smart devices tersebut.  Contoh lain dari penerapan U-Seoul Net ini adalah instalasi kamera CCTV sebanyak 30,000 unit yang terkoneksi dengan website Pemerintah Seoul metropolitan. 

Smart Network Center
Adalah sebuah proyek yang memperbolehkan pegawai pemerintah untuk bekerja di sebuah tempat yang diberi nama Smart Work Center yang terletak lebih dekat kepada rumah tempat tinggal mereka. Di Smart Network Center mereka diperbolehkan untuk mengakses  fasilitas groupware dan sistem telekonferens tanpa mengurangi kinerja kerja mereka. 

Proyek ini dimulai pertama sekali pada tahun 2011 dan sejak diluncurkan, proyek ini telah menarik minat banyak komunitas internasional dan mendapat respons positif dari pegawai pemerintah sendiri.  Pemerintah metropolitan sendiri telah melakukan survey terhadap pegawainya terkait manfaat dari Smart Network Center.

Hasilnya sekitar 79 persen pegawai pemerintah percaya bahwa proyek ini sangat bermanfaat sekali dalam memberikan pelayanan dan sebagai harapan mereka untuk kedepannya, sekitar 91 persen semakin berminat untuk bekerja dari Smart Network Center. 

Community Mapping
Adalah sebuah konsep dimana masyarakat diberikan ruang dan kesempatan untuk berpartisipasi di dalam administrasi pemerintahan. Dengan didukung oleh teknologi informasi dan komunikasi seperti sistem informasi geografis dan M. Seoul Platform serta social media, masyarakat akan dapat menangkat isu-isu yang terjadi di sekitar lingkungan mereka atau yang ada di komunitas masyarakat.

Community Mapping ini mengandalkan sistem P2P atau yang dikenal dengan sistem peer-to-peer (komunikasi dua arah) melalui website pemerintah. Melalui Community mapping ini, diharapkan masyarakat lebih memberikan perhatian terhadap kondisi sekitarnya, serta mendorong dan memberdayakan masyarakat untuk mengembangkan solusi lewat kolaborasi nya dengan pemerintah melalui sistem peer-to-peer.

Smart Metering Project
Adalah sebuah proyek yang pada dasarnya bertujuan untuk mengurangi konsumsi energi di perkotaan sekitar 10 persen. Proyek Smart Metering ini dimulai pada tahun 2012 dengan memasangnya pada 1,000 rumah tangga. 

Alat ini dapat memberikan informasi dan laporan konsumsi listrik, air dan gas yang sifatnya real-time. Dengan demikian, penduduk kota ataupun perkantoran dapat memonitor pola konsumsi energi rumahtangganya dan menyesuiakan pemakaian energi untuk tujuan menghemat biaya penggunaan energi.

U-Seoul Safety Service
Adalah sebuah konsep yang menggunakan layanan berbasis lokasi (Location Based Service) dan teknologi CCTV untuk memberitahukan pihak yang berwenang dan anggota keluarga yang sedang dalam kondisi emergensi, misalnya anak-anak, orang cacat, orang tua yang sudah lanjut, atau penderita penyakit alzhemer yang apabila terdeteksi berada di luar dari area aman atau dalam keadaan bahaya atau emergensi, maka dengan menekan tombol emergensi yang dipasang pada smart device akan memberikan sinyal atau tanda emergensi dan dikirimkan kepada penjaga, polisi atau pun pemadam kebakaran dan pusat pengendalian CCTV. 

Untuk dapat menggunakan layanan U-Seoul Safety, maka masyarakat perlu melakukan registrasi di alat yang bisa dibawa kemana saja.  Namun bagi mereka yang berpenghasilan rendh atau kelompok yang rentan, pemerintah metropolitan memberikan secara gratis layanan ini atau dengan memberikan diskon yang bertujuan agar semakin banyak penduduk yang menggunakan layanan ini. Pemerintah metropolitan berharap sampai akhir tahun 2014 sekitar 40,000 orang terdaftar pada layanan ini.

M-Seoul
Adalah aplikasi yang menggunakan teknologi mobile web and aplikasi mobile untuk menyediakan kepada penduduk kota 62 jenis layanan unik berupa informasi seperti letak lokasi perkantoran, toilet umum, rumah sakit, supermarket, stasiun bis terdekat. Layanan lainnya seperti informasi tempat tinggal real-estate, informasi pencarian kerja, dan pemberitahuan tentang kegiatan kegiatan ang terkait dengan kebudayaan. 

Aplikasi ini dapat dimanfaatkan masyarakat untuk memberikan saran dan masukan kepada pemerintah untuk peningkatan kota, untuk berpartisipasi pada voting yes/no dan bertukar informasi seputar kota melalui sosial media seperti informasi tinggal dengan aman Seoul, informasi darurat lain seperti cuaca buruk, salju, taifun atau kebakaran.

U-Shelter
Adalah halte pemberhentian atau tempat menunggu bis yang didukung oleh infrastruktur sistem informasi dan komunikasi yang disertai dengan layanan pintar (smart service).

Pada U-Shelter ini terdapat layar dimana kita bisa memantau keberadaan bis dan berapa lama lagi akan datang menghampiri halte. Layanan pintar lainnya yaitu peta digital, pencarian alamat atau tujuan serta informasi perkiraan cuaca, serta layanan untuk mengecek sisa balance di kartu bis. Pada U-Shelter juga terpasang kamera CCTV untuk memantau dan mengamati situasi kepadatan penumpang di halte.

Virtual Store
Adalah sebuah contoh dari penerapan bisnis model B2B dan B2C yang menggunakan smart device dan jaringan sosial media. Toko Virtual ini bisa ditemukan di papan billboard di jalan-jalan, pemberhentian bus, stasiun subway, universitas dengan menggunakan barcode atau QR code untuk identifikasi item atau barang yang hendak dibeli.

Dengan menggunakan aplikasi pembaca barcode atau QR code  yang dipasang pada telepon pintar (smart phone), konsumen dapat membeli barang selagi dalam perjalanan dan kemudian menerima kiriman barang yang dibeli di rumah. Dengan demikian, masyarakat dapat membeli banyak dalam kuantitas banyak atau sistem grosir, tanpa harus mengalami ketidaknyamanan membawa plastik belanjaan yang banyak. Salah satu supermarket yang sudah menerapkan aplikasi ini adalah Homeplus Virtual Store pada tahun 2011. 


Online Reservation System for Public Service

Adalah sebuah layanan yang memperbolehkan masyarakat untuk mencari informasi, memesan dan membayar layanan umum secara cepat. Sistem layanan ini terdaftar di lebih dari 150 instansi di bidang pendidikan, infrastruktur, pariwisata dan budaya, serta komoditas dan layanan kesehatan. 

Pemerintah Kota Metropolitan Seoul dan mitra nya sampai mendekati akhir tahun 2012 sudah menawarkan lebih dari 30,000 jenis layanan umum ini yang berbasis pada sistem pemesanan online dan terintegrasi. 

Sepuluh aplikasi di atas merupakan ringkasan dari laporan tentang konsep kota pintar yang dapat diunduh secara gratis di laman situs Pemerintah Kota Seoul Metropolitan.(*)

Penulis Mahasiswa Doktor Teknologi Manajemen
National Chung Hsing University, Taiwan (Republic of China)
Penulis sempat selama 6 bulan pernah tinggal di Seongnam, Selatan Kota Seoul untuk melakukan riset tentang Industri Medical Tourism Korea Selatan.
  BeritaTerkait
  • Pemko Medan Terus Berbenah Jadikan Medan Smart City

    4 bulan lalu

    Medan (Pelita Batak):Pemko Medan saat ini terus berbenah untuk menjadikan Kota Medan sebagai smart city (kota pintar). Sudah banyak yang dilakukan Pemko Medan guna mewujudkannya, selain pemanfaatan E-

  • Menko Luhut Pandjaitan Makin Optimistis

    3 bulan lalu

    Danau Toba (Pelita Batak):Menko Bidang Kemaritiman Luhut B Pandjaitan makin optimis, di Rakor Dewan Pengarah Badan Otorita Pariwisata Danau Toba dan Badan Otorita Borobudur, 10 Januari 2018. Didamping

  • Memperkuat Smart Cities

    tahun lalu

    Medan (Pelita Batak): Sistem tarif transportasi kota (Muni Fare) di San Fransisco baru saja di-hack, dan ternyata penyusup itu meng-install ransomware ke dalam sistem, dan meminta uang tebusan untu

  • Munas APEKSI 2016 Dibuka DIrjen Otda Sumarsono

    2 tahun lalu

    Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Republik Indonesia, Tjahjo Kumulo SH diwakili Direktur Jendral Otonomi Darah (Dirjen Otda), Dr Sumarsono MDM membuka Musyawarah Nasional (Munas) V Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) tahun 2016 di Abadi Con

  • Ingin Gadget Android Anda Lebih Awet dan Tahan Lama, Ini Tipsnya

    2 tahun lalu

    PelitaBatak.com - Anda tentu memiliki gadget yang Anda sayangi, kali ini akan dibagikan tips atau cara supaya Gadget android Anda bisa lebih tahan lama alias Awet dengan cara-cara yang benar. Android adalah salah satu sistem yang sudah banyak digunakan, b

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2018 Pelita Batak Online. All Rights Reserved. Design by. ariewebnet