• Home
  • News
  • DPD RI Mendukung Perdamaian Dunia
KSP Makmur Mandiri
Kamis, 20 September 2018 20:12:00

Parlindungan Purba SH MM

DPD RI Mendukung Perdamaian Dunia

BAGIKAN:
IST|pelitabatak
Parlindungan Purba SH MM bersama peserta lainnya saat menghadiri World Alliance of Religions Peace Summit (WARP) pada tanggal 17-19 September 2018 di Incheon Korea Selatan
Medan (Pelita Batak):
Demikian disampaikan oleh Parlindungan Purba SH MM saat menghadiri World Alliance of Religions Peace Summit (WARP) pada tanggal 17-19 September 2018 di Incheon Korea Selatan. Acara ini dihadiri oleh ratus ribuan pemuda dan tokoh agama dari 350 organisasi di 120 negara yang bergerak di bidang perdamaian. Acara ini membahas beragam konflik global yang harus segera dituntaskan. 

Acara ini adalah ke empat kalinya di Korea Selatan yang diselenggarakan oleh Heavenly Culture, World Peace, Restoration of Light (HWPL) yang terdaftar di ECOSOC PBB, International Women's Peace Group (IWPG), International Peace Youth Group (IPYG) yang semua berkantor di Korea Selatan. 

Kegiatan WARP Summit September 2018 ini adalah acara perdamaian yang dilaksanakan pertama kali pada tahun 2014 untuk merealisasikan perdamaian dunia dan menghentikan peperangan. Pada peringatan ke empat ini mengambil tema "Kolaborasi untuk Pembangunan Perdamaian : Membangun Komunitas Damai Melalui DPCW (Declaration of Peace and Cessation of War atau Deklarasi Internasional yang mampu mencegah terjadinya perang dan mencapai perdamaian dunia)" yang di hadiri oleh lebih dari 2000 orang dari setiap bidang yaitu tokoh Politik seperti Mantan Presiden Rumania, Hungaria, Kroatia, Ekuador, dll serta Perdana Menteri Tuvalu, Bosnia, Menteri-menteri lain, Tokoh  Hukum, Pendidikan, Agama, Wanita, maupun Pemuda. Jumlah peserta yang menghadiri Acara tersebut sebesar 200,000 orang dari dalam Negeri maupun dari Luar Negeri.

Topik pembicaraan dalam acara ini adalah tentang peran dan tanggung jawab pemimpin global untuk penghentian perang dengan memberikan solusi mendasar untuk penghentian perang; Tindakan kooperatif untuk mengembangkan DPCW menjadi dokumen yang mengikat secara hukum; Tindakan kooperatif untuk mencapai unifikasi damai Semenanjung Korea; Kerja sama HWPL untuk "Proyek Perdamaian Dunia".

DPCW menegaskan kembali prinsip persamaan kedaulatan nasional dan mendorong Negara untuk mempromosikan perdamaian internasional dan berkonsultasi dengan negara-negara lain tentang premis rasa saling menghormati, persamaan hak semua orang dan hak penentuan nasib sendiri. Juga, itu menyebutkan semua elemen yang dapat menyebabkan perang dan konflik dan mencoba untuk mencegahnya berkembang. Berdasarkan deklarasi ini, HWPL membuat kegiatan perdamaian yang benar-benar mengakhiri perang.

"Kita hidup udara yang sama, bumi yang sama, kita harus bangun perdamaian", ujar Chairman HWPL Mr. Man Hee Lee, Jumat (19/9). Dalam kesempatan ini Mr. Man Hee Lee juga menegaskan bahwa konferensi yang berlangsung dari 17-20 September ini bukanlah sarana untuk mencari posisi atau keuntungan dalam pemerintahan maupun politik, tapi betul-betul demi perdamaian. Ketua HWPL Mr. Man Hee Lee berharap tidak ada lagi senjata dan perdamaian dapat dimulai dari keluarga.

Perwakilan dari Negara Indonesia Parlindungan Purba, Wakil Ketua Komite II DPD RI, yang mewakili Ketua DPD RI Bapak Oesman Sapta Odang, juga menghadiri sesi-sesi yang diadakan dalam acara tersebut. Parlindungan mengatakan DPCW yang terdiri dari 10 Artikel dan 38 klausa ini sangat diperlukan di Negara Indonesia untuk membangun perdamaian dalam negeri sendiri maupun perdamaian Internasional. 

Hadir dari Indonesia Pimpinaan perguruan tinggi dan tokoh-tokohmasyarakat dan keagamaan seperti Ali Muntarif UIN Jkarta, Abdul Rahim Kopertais 8 Makassar, Elza Syarif, Zainul Fuad UIN Medan.  

"Konten dari DPCW ini adalah konten yang luar biasa karena menyebarkan Perdamaian dengan mengembangkan Pendidikan Perdamaian serta menjadi solusi untuk menhentikan peperangan yang terjadi di dunia," jelas Parlindungan.

Parlindungan menyampaikan  akan berusaha untuk membantu mempromosikan DPCW ini kepada tokoh-tokoh pemerintah di Indonesia supaya DPCW yang terdiri dari 10 Artikel dan 38 Klausa ini dapat diajukan ke PBB.

"Nilai Universal dalam pertemuan ini sanga t sesuai dengan nilai dan semangat yang terkandung dalam UUD 1945. Kita akan mengusulkaan agar konten dan pesan  DPCW ini bisa dikembangan di dalam kurikulum sekolah," jelas Parlindungan.(TAp|*)
  BeritaTerkait
  • Ini Ulasan Firman Jaya Daeli Pada Seminar Sekolah Lemdik-Sespimti Polri

    2 tahun lalu

    Jakarta (Pelita Batak) : Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dalam hal ini Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) dari aspek sistem ketatanegaraan (Sistem Konstitusi UUD 1945 dan Sistem Legislasi/Tap MPR RI) pada hakekatnya mengandung dan men

  • Sambutan Ketua Umum GMKI dalam Perayaan Natal Nasional GMKI di Samarinda

    2 tahun lalu

    Salam sejahtera bagi kita semua, Bapak-Ibu dan Saudara-saudari yang kami hormati, kelahiran Yesus di dunia tidak hanya menjadi milik umat Kristen saja, melainkan merupakan milik peradaban manus

  • Pembumian Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika serta Penguatan NKRI dan UUD 1945

    2 tahun lalu

    Indonesia Raya selalu berdiri kuat dan semakin bergerak kokoh dari dahulu, kini, dan seterusnya karena memiliki ideologi Pancasila dan konstitusi UUD 1945, yang mengakui, melindungi, memfasilit

  • Pesta Pembangunan Gedung Sekolah Minggu HKBP Karya Pembangunan Sukses

    2 tahun lalu

    pesta pembangunan gedung sekolah minggu HKBP Karya Pembangunan resort Sei Agul berlangsung sukses dan hikmat. Kadep Koinonia Pdt Welman P Tampubolon STh dalam kotbahnya mengajak jemaat lebih takut akan Tuhan dengan menjalankan segala perintahNya.

  • Teologi dan Bahasa Figuratif: "Pendeta Representasi Figur Kristus"? (Bagian Terakhir)

    tahun lalu

    Oleh: Pdt. Dr.  J.R. Hutauruk3. Refleksi: OrdinasiSeperti apa sosok atau figur  'pendeta' yang  disebut-sebut sebagai 'representasi figur Kristus'?, mari kita coba m

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2018 Pelita Batak Online. All Rights Reserved. Design by. heriweb