• Home
  • News
  • DPD RI Dorong Swasembada Daging Sapi Lewat Budidaya Integrasi Sawit-Sapi di Sumut
KSP Makmur Mandiri
Selasa, 04 Desember 2018 07:01:00

DPD RI Dorong Swasembada Daging Sapi Lewat Budidaya Integrasi Sawit-Sapi di Sumut

BAGIKAN:
Tap|pelitabatak
Wakil Ketua DPD RI Parlindungan Purba SH MM, Kadis Ketahanan Pangan Dan Peternakan Ir Dahler Lubis MMA diabadikan bersama peserta rapat
Medan (Pelita Batak):
Konsumsi daging per kapita masyarakat Indonesia mengalami peningkatan setiap tahunnya. Berdampak kepada kebutuhan akan ketersediaan daging sapi terus meningkat. Untuk itulah, Anggota DPD RI Asal Pemilihan Sumut Parlindungan Purba SH MM mendorong pemerintah provinsi Sumut meningkatkan produksi daging sapi dengan integrasi farming di lahan perkebunan Sawit-Sapi.

Seperti hasil evaluasi Ditjen PKH dan Puslitbangnak pada tahun 2012 menyebutkan integrasi Sapi-Sawit dapat meningkatkan populasi ternak 14-87 % per tahun, skala usaha ternak juga meningkat menjadi 3-5 ekor dari sebelumnya yang hanya 1-2 ekor. Bukan saja bagi ternak, namun produksi TBS meningkat sekitar 30% per ha/panen serta meningkatkan kesuburan sawit.

Demikian disampaikan Parlindungan Purba SH MM dalam pertemuan di Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Provsu, Senin (3/12/2018). "Sumut harus mampu swasembada daging sapi, karena potensi lahan perkebunan yang kita miliki disini," kata Parlindungan dalam pertemuan yang dihadiri Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Provsu Ir. Dahler, M.MA, Direktur Pakan Ditjen PKH Kementan Widayati, pakar pakan Prof Hasnudi, para Tim Teknis Dewan Ketahanan  Pangan Sumut Prof Bilter Sirait, A Efendi Lubis, Mulkan Harahap, Direktur Operasional RPH Medan drh Manaon Nasution, Ketua KPPU Medan Ramli Simanjuntak, perwako BUMN (PTPN 2, PTPN 3, PTPN 4) dan sejumlah instansi terkait.

Dijelaskan bahwa payung hukum yang mengatur integrasi Sawit-Sapi juga jelas, diantaranya UU no. 18 tahu. 2009 juncto no.41 tahun 2014 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan pada bab. II pasal 2 ayat (1) "peternakan dan kesehatan hewan dapat diselenggarakan melalui integrasi dengan budidaya tanaman pangan, hortikultura, perkebunan, perikanan, kehutanan atau bidang lain"; Perpres 40 tahun 2013 tentang Budidaya Hewan Peliharaan pada pasal 4 ayat (1), pasal 5 ayat (1), pasal 8 ayat (1,2,3) serta budidaya hewan peliharaan yang dilaksanakan secara terintegrasi dapat diselenggarakan oleh BUMN, BUMD, atau perusahaan swasta. Serta Permentan 105 tahun 2014 tentang Integrasi Usaha Perkebunan Kelapa Sawit dengan Usaha Budidaya Sapi Potong.

Untuk itulah, lanjut Parlindungan, bahwa program swasembada daging sapi dan pangan lainnya di Sumut akan mendukung visi dan misi gubernur Edy Rahmayadi-Musa Rajeckshah menuju Sumut Bermartabat. "Kita akan dorong terus, bapak Kadis dan akan saya bawa ke Jakarta masukan dan informasi dari daerah agar ada tindak lanjutnya," katanya.

Sementara itu, Widayati selaku Direktur Pakan Ditjen PKH Kementan mengatakan bahwa konsumsi daging sapi/kerbau 2,5 kg/kapita/tahun. Dengan jumlah penduduk tahun 2018 265.015 ribu jiwa sehingga total perkiraan total kebutuhan daging sapi/kerbau untuk nasional 662.540 ton. "Kebutuhan daging sapi/kerbau di natal dan tahun baru sebesar 55.305 ribu ton, sementara stok bulan Desember 2018 dari produksi dalam negeri 35.845 ton, setara sapi lokal 233.503 ekor, ditambah impor berupa sapi bakalan dan daging sapi/kerbau 30.679 ton. Maka kebutuhan daging sapi aman dan surplus 11.219 ton," katanya.

Pemerintah pusat melalui kementerian pertanian telah melakukan upaya peningkatan populasi dan produktifitas sapi potong lewat penerapan kerjasama kelompok peternak dengan perkebunan. Dengan rentang tahun 2011 s/d 2016 populasi sapi integrasi Sawit-Sapi mencapai 19.452 ekor dengan 928 kelompok peternak.

Dijelaskan Widayati, dari tiga provinsi yang diberikan bantuan indukan sapi pada tahun 2016 Sumut per 2 November 2018 menunjukkan angka yang tidak menyenangkan yang hanya bertumbuh 16.33% (1.206 menjadi 1.403), dibanding Aceh Tamiang 26,93% (497 menjadi 608 ekor), dan Riau 38,90% (987 menjadi 1.371 ekor). Ada berbagai faktor yang ditemukan di kelompok penerima manfaat sesuai hasil monitoring dan evaluasi yang dilakukan.

Melihat kenyataan ini, Widayati mengatakan bahwa banyaknya program bantuan sapi kepada masyarakat masih belum mempertimbangkan aspek saling memberi manfaat. "Apa tanggungjawab penerima manfaat, bagaimana jaminan ketersediaan pakan bagi ternak yang dibagikan, itu harus diperhatikan ke depan. Karena kebutuhan pakan sekitar 57% dari seluruh biaya peternakan," katanya.

Integrasi Sapi-Sawit juga mendapat tantangan di lapangan termasuk penolakan dari pihak perkebunan yang menduga adanya penyebaran jamur Ganoderma oleh sapi. "Munculnya Ganoderma bukan karena sapi ada di lahan sawit, namun sudah ada terlebih dahulu di lahan itu. Saat sapi ada, jamur bisa menempel di kaki sapi dan terbawa kemana-mana. Maka kita sangat mendorong integrasi Sapi-Sawit, namun tidak digembalakan tapi dikandangkan," kata pakar Prof Hasnudi. Juga dikatakannya, agar perkebunan menyediakan lahan untuk digunakan peternak sehingga sapi tidak digembalakan. "Harus ada kerjasama dari perkebunan dengan warga peternak," tambahnya.

Sementara itu, Kadis Ketahanan Pangan dan Peternakan Provsu Ir Dahler Lubis MMA mengatakan, pihaknya sangat terbantu dengan perhatian yang diberikan DPD RI melalui Wakil Ketua Komisi II Parlindungan Purba. Untuk mengejar ketersediaan dan swasembada daging sapi, dirasa perlu meningkatkan pemanfaatan lahan perkebunan dalam konsep integrasi Sapi-Sawit di Sumut. "Mengajak sapi Brahman cross yang diberikan kementerian di Sumut dan mengalami pertumbuhan lambat, kita sudah tinjau. Sapinya masih ada, dan masih terus bertumbuh, akan kita perhatikan itu," katanya.

Dinas akan menyiapkan 500 ribu stek rumput dalam polibag yang akan diberikan kepada peternak sebagai bibit pakan ternak. "Kita juga harus perhatikan dari sisi ketersediaan pakan di lapangan, disamping kita upayakan integrasi yang mana pakan bersumber dari perkebunan sawit berupa pelepah dan yang lainnya dari perkebunan," kata Dahler.(TAp)
  BeritaTerkait
  • Rakor UPSUS SIWAB, Gubernur Targetkan Swasembada Daging

    2 tahun lalu

    Medan (Pelita Batak) : Pemerintah Provinsi Sumut berupaya untuk mengejar target swasembada daging di Sumut. Hal ini bukan tidak mungkin mengingat Sumut memiliki sumber daya alam yang baik. O

  • Kementan Apresiasi Sumut Dorong Populasi Sapi Dan Kerbau

    tahun lalu

    Medan (Pelita Batak):Menteri Pertanian melalui Direktorat Jendral (Dirjen) Peternakan dan Kesehatan Hewan mengapresiasi upaya-upaya yang dilakukan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dalam mendorong pe

  • Rendang Kangkung Ala Gubsu Pada Peringatan Hari Pangan Sedunia

    tahun lalu

    Labuhanbatu (Pelita Batak) :Rendang daging, ayam dan telur mungkin sudah biasa didengar. Namun, kaliini, Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Tengku Erry Nuradi mencoba memasak rendang kangkung.Tengku Erry

  • Isu Pedagang Bebas Jual Daging Beku Ilegal, Parlindungan Purba Temui Dirjen Peternakan Hari Ini

    9 bulan lalu

    Medan (Pelita Batak):Senator asal Sumut Parlindungan Purba SH MM merespon pemberitaan di media di Kota Medan, pada Senin 5 Maret 2018 "Pedagang Benas Jual Daging Beku Ilegal" di TribunMedan.com.  

  • Dirjen PKH Klarifikasi Keberadaan Daging Beku Ilegal di Medan

    9 bulan lalu

    Medan (Pelita Batak):Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Kementerian Pertanian RI drh I Ketut Diarmita MP menyatakan tidak ada daging beku ilegal beredar di Medan. Hal itu sesuai dengan data d

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2018 Pelita Batak Online. All Rights Reserved. Design by. heriweb