• Home
  • News
  • Calon DPR RI Edison Manurung : Saya Mau Merakyat, Maju Sejahterakan dan Cerdaskan Masyarakat
KSP Makmur Mandiri
Kamis, 08 November 2018 09:38:00

Calon DPR RI Edison Manurung : Saya Mau Merakyat, Maju Sejahterakan dan Cerdaskan Masyarakat

BAGIKAN:
Maria
Edison Manurung

Tobasa (Pelita Batak): Edison Manurung  calon legislatif untuk RI Dapil 2 Sumatera Utara menilai dengan sistem demokrasi perwakilan yang berlaku di Indonesia saat ini, rakyat setuju menyerahkan pengelolaan negara ini di pundak para anggota Dewan. 

"Keputusan- keputusan penting, termasuk penyusunan konstitusi,penganggaran dan pengawasan  yang diambil para wakil rakyat tersebut akan sangat menentukan masa depan bangsa. Karena itu, seharusnya para wakil rakyat diambil dari jiwa-jiwa terbaik dari bangsa ini dan yang sudah berkarya sebelumnya untuk bangsa ini," katanya dalam wawancara bersama awak media di Porsea, Rabu 7 November 2018.

Dikatakannya beberapa pertanyaan timbul dalam benak hingga saat ini belum terjawab antara lain sudahkah jiwa-jiwa terbaik bangsa ini yang mengisi posisi penentu masa depan bangsa tersebut? Kenyataannya, beberapa tahun terakhir, sosok wakil rakyat, khususnya DPR, terpuruk dan menjadi sorotan publik. Kinerja anggota DPR dinilai buruk dan bermasalah secara etika, mulai dari kunjungan ke luar negeri yang tidak jelas pertanggungjawabannya hingga pengadaan fasilitas kerja yang mewah. Lebih memprihatinkan lagi adalah keterlibatan sejumlah anggota Dewan, yang hampir merata dari semua partai politik, dalam kasus korupsi.

Berpijak dari kenyataan itu, Pemilihan Umum 2019 diharapkan dapat menghasilkan para legislator yang lebih baik, yang betul-betul bekerja untuk kepentingan bangsa di atas kepentingan lainnya. Namun, sudahkah persiapan ke arah tersebut dilakukan, baik oleh partai politik maupun rakyat yang akan memilih wakilnya nanti di DPRD Tobasa, DPRD Sumatera Utara dan DPR RI. 

Melihat perilaku parpol, relatif belum ada perubahan yang signifikan dalam sistem perekrutan calon anggota legislatif (caleg) mereka. Di beberapa parpol, kaderisasi dilakukan secara instan dengan membekali kader atau simpatisan, antara lain dengan visi misi parpol dan tugas kepartaian, dalam sebuah forum seperti seminar.

Kalangan elite parpol mengakui, cara itu belum cukup untuk menciptakan kader yang sebenarnya. Karena itu, tak heran jika kader yang dihasilkan banyak yang belum siap menjadi pejabat politik. Ditambah lagi, realitas politik di Indonesia saat ini, orang masuk ke parpol umumnya orang yang mempunyai uang dan ambisi kekuasaan.

Dengan kondisi seperti itu, ditambah dengan pola perekrutan bakal caleg dengan membuka pendaftaran caleg kepada umum yang dilakukan sejumlah parpol, bisa dipastikan masih jauh dari harapan akan muncul caleg-caleg yang kompeten. Banyak tudingan bahwa mereka yang mendaftar tersebut pada umumnya hanyalah pencari kerja karena memang banyak yang belum pernah berkecimpung di bidang politik atau sosial kemasyarakatan.

Sejumlah parpol yang menggelar perekrutan calon secara terbuka beralasan calon yang mendaftar diseleksi secara ketat sehingga yang terseleksi sudah memenuhi kualifikasi sebagai caleg. Parameter yang dipakai antara lain tingkat pendidikan calon yang sebagian besar sarjana (S-1), bahkan S-2 dan S-3. Pendidikan ini dipercaya menjadi parameter untuk mengukur integritas dan etika para calon dan salah satu penentu untuk membuat kualitas Dewan lebih bagus.

Relatif tidak ada parpol yang mensyaratkan mereka yang mendaftar berpengalaman di bidang sosial kemasyarakatan. Atau dengan kata lain, mereka "terlatih" atau mempunyai jam terbang tinggi dalam kegiatan yang langsung bersentuhan dan untuk kepentingan masyarakat. Diyakini, ini merupakan salah satu ukuran untuk melihat kompetensi mereka dalam memperjuangkan kepentingan masyarakat.

Meskipun para incumbent atau petahana tersebut mencalonkan diri lagi, ini bukan jaminan bahwa mereka pasti berkompeten. Rakyat tetap harus cermat memilih karena bagaimanapun mereka adalah hasil dari pemilu yang tidak bisa dikatakan bersih dari kecurangan dan manipulasi, secara umum jangan mengandalkan popularitas dan uang untuk "membeli" suara rakyat dengan berbagai cara.

Harapannya kedepan  jangan ada lagi modus seperti pada Pemilu 2014 yaknj pembelian suara dilakukan dengan memberi uang atau materi berlebihan kepada calon pemilih dari yang sudah ditetapkan KPU  sebelum pemungutan suara atau pada masa kampanye.

Ditanya bagaimana impiannya terkait kecerdasan pemilih kecerdasan rakyat masih rendah untuk dapat memilih para wakil mereka. Rakyat cenderung memilih calon-calon yang populer karena "merasa" mengenal para calon tersebut, terutama melalui media massa. Rakyat juga cenderung memilih calon yang telah memberi "sesuatu", entah berupa uang atau bantuan lainnya. Selain itu, rakyat cenderung memberikan suara mereka kepada caleg dengan nomor urut kecil, terbukti 95 persen anggota DPR periode 2014-2019 menempati nomor urut kecil.

Untuk itu diminta parpol dalam menjalankan proses kaderisasi harus berjalan baik, apalagi mendidik pemilih untuk cerdas. Demikian juga pemerintah, upaya yang dilakukan harus optimal. Juga media massa, ketika masih ada media massa yang berafiliasi dengan parpol atau caleg, atau bahkan milik petinggi parpol, harapan memperbaiki negeri ini masih jauh.

Untuk dirinya sendiri sebagai calon legislatif DPR RI dapil 2 Sumut dirinya mengatakan siap bertarung dengan mengandalkan pengalamannya puluhan tahun bekerja di direktorat keuangan, bagaimana perencanaan dan penganggaran untuk pembangunan serta lingkup keuangan sudah saya kuasai berkat pengalaman yang dia dapatkan  selama puluhan tahun bekerja di kementerian keuangan. 

"Bersama rakyat saya akan mampu majukan dan cerdaskan daerah ini sehingga sejahtera. Selanjutnya memang tergantung dari rakyat karena sedikit banyak rakyatlah yang menentukan para wakilnya di DPR/DPRD DPR RI, diharapkan rakyat mencermati para calon wakilnya agar dapat memilih yang terbaik, yang tidak sekadar populer atau yang telah memberi keuntungan sesaat, kalau masyarakat memberikan kepercayaan pada saya mudah mudahan apa yang saya miliki termasuk pengalaman dan pengetahuan saya akan saya sumbangkan buat kemajuan daerah asal saya ini," ujar staf khusus Ketua DPD RI  ini. 

Ditambahkanya dirinya berharap banyak peran serta masyarakat dalam memperbaiki sistem dan kemajuan daerah ini. 

"Rakyat juga sebaiknya ikut mengawasi berjalannya proses pemilu, terutama setelah pemungutan suara, karena banyak kecurangan terjadi pada periode tersebut. Bagaimanapun rakyat juga yang akan dirugikan jika para calon yang terpilih hanya mengejar jabatan dan kekuasaan," pungkasnya. (Maria)

  BeritaTerkait
  • Syamsul Arifin Tak Lupa 'Warkop Jurnalis'

    tahun lalu

    Medan (Pelita Batak) :Setelah mengembalikan formulir Bakal Calon (Balon) di kantor DPD PDI-P Sumut, Gubernur Sumut periode 2008-2013, H Syamsul Arifin SE bersilaturahmi ke Warkop Jurnalis Jalan Agus S

  • Bima Sakti Simanjuntak Pimpin N4J Tobasa

    4 bulan lalu

    Balige (Pelita Batak):Ketua Umum DPP Nusantara Untuk Jokowi (N4J), Dr RE Nainggolan MM melantik dan mengukuhkan kepengurusan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) N4J Kabupaten Tobasa, Jumat (24/08/2018). Selur

  • Djoss Jiarah ke Makam Leluhur Nairasaon

    10 bulan lalu

    Sibisa (Pelita Batak) :Bakal Pasangan Calon (Bapaslon) Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Djarot Saipul Hidaya dan Sihar Sitorus melaksanakan jiarah di makam leluhur Nairasaon, di Desa Sibisa, Kecamatan

  • Ini Pendapat Ephorus Emeritus HKBP Pdt JR Hutauruk tentang Pdt Robinson Butarbutar

    2 tahun lalu

    Sipoholon (Pelita Batak) :<br></br> Emeritus Ephorus HKBP (Periode 1998-2004) Pdt Dr JR Hutauruk meminta kepada seluruh warga jemaat dan para calon untuk tetap menjaga semangat kedamaian serta persatuan HKBP dalam melaksanakan Sinode Godang d

  • Ini isi Lengkap Nota Keberatan Ahok di Pengadilan

    2 tahun lalu

    Jakarta Pelita Batak): Bapak Ketua Majelis Hakim, dan Anggota Majelis Hakim yang saya muliakan, Sdr. Jaksa Penuntut Umum yang saya hormati, Penasihat Hukum dan Para Hadirin yang saya hormati, &

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2018 Pelita Batak Online. All Rights Reserved. Design by. heriweb