• Home
  • News
  • Bupati Taput Tegaskan, Wilayah Muara Bersih dari Keramba
KSP Makmur Mandiri
Minggu, 09 September 2018 08:11:00

Bupati Taput Tegaskan, Wilayah Muara Bersih dari Keramba

3 Lembaga Teliti Air Danau Toba
BAGIKAN:
Medan (Pelita Batak):
Bupati Taput Nikson Nababan  mengatakan di daerah Muara sudah zero keramba. Pembersihan keramba sudah dilakukan pemerintah daerah sejak 2 tahun yang lalu.

"Kerambah di taput 2 tahun lalu kami rapat, di Muara sudah tidak ada keramba," papar Nikson pada Rapat Koordinasi (Rakor) Perkembangan Kawasan Pariwisata Danau Toba, Jumat (7/09) yang dipimpin Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut B. Pandjaitan.

Hal ini menanggapi paparan lembaga penelitian tentang kondisi danau Toba yang membutuhkan pengaturan keramba yang bisa merubah kualitas air danau.

Dalam pertemuan itu, Menko Luhut menggandeng 3 lembaga untuk meneliti kualitas air di Danau Toba yaitu World Bank, LIPI, dan Perum Jasa Tirta. 

"Semua program pembangunan di bawah koordinasi Kemenko Bidang Kemaritiman selalu dikerjakan dan berpijak pada hasil penelitian. Oleh karena itu, hasil penelitian oleh World Bank, LIPI, dan Jasa Tirta agar menjadi pijakan bagi kita bersama dalam rangka menjaga kelestarian lingkungan di Kawasan Danau Toba" arahan Menko Luhut setelah mendengar paparan dari ketiga lembaga tersebut. 

"Ini akan saya follow up dan akan saya perintahkan ke pada pemda untuk bersinergi dengan pemerintah pusat untuk menangani permasalahan ini," respon Menko Luhut terhadap data kualitas air Danau Toba di berbagai titik koordinat lintas 10 Kabupaten yang mengelilinginya.

Salah satu rekomendasi peneliti adalah perlunya dilakukan konservasi hutan karena adanya penebangan terus menerus di hulu. 

"Kita harus melakukan konservasi, penanaman pohon jangan dilakukan di musim kemarau, ini harus terintegrasi, disiapkan dengan benar yaitu penanaman harus di musim hujan. Hal ini penting tujuannya agar tidak menganggu Danau Toba karna penebangan," tuturnya.

Dari segi regulasi, Menko Luhut meminta kepada pihak terkait untuk melakukan sinkronisasi peraturan terkait penebangan pohon. 

"Harus ada replanting serta pohon apa yang ditanam kembali," ungkapnya di sela-sela rapat koordinasi  yang di selenggarakan di ruang rapat kampus IT Del, Kabupaten Tobasa.

Selain masalah konservasi, keberadaan keramba di Danau Toba harus dikendalikan. LIPI menjelaskan keramba yang di perbolehkan maksimal 1.925 petak dan untuk keramba perusahaan harus dikurangi sampai 70%.

Hal ini terkait dengan pendapat LIPI bahwa dibutuhkan waktu 75 tahun untuk Danau Toba membersikan dirinya sendiri. Tapi pembersihan tidak akan selesai jika proses pengotoran terus dilakukan.

Lebih jauh LIPI menjelaskan jika danau tersebut oligroponik dengan memenuhi standar kualitas air tertentu, maka akan cocok menjadi destinasi dunia.

Tidak berhenti pada penertiban semata, Menko Luhut meminta ada solusi terkait nasib masyarakat pengelola kerambah.

"Kita mau komperhensif penelitiannya ini," terang Menko Luhut yang memberi waktu ke para bupati untuk menyusun rencana peralihan profesi tersebut.

Misalnya untuk dipersiapkan program pembibitan di kawasan Danau Toba melibatkan Kementerian Pertanian.

Turut serta Pemerintah daerah dalam rapat koordinasi ini yaitu Bupati Samosir, Bupati Simalungun, Bupati Humbang Hasundutan, Bupati Tapanuli Utara, Bupati Karo, Bupati Dairi, Bupati PakPak Barat, dan Bupati Toba Samosir. (Biro Informasi dan Hukum Kemenko Bidang Kemaritiman|TAp)
  BeritaTerkait
  • Rencana Pembangunan Kawasan Danau Toba dan Peluang Masyarakat Adat Diseminarkan di Parapat

    3 tahun lalu

    Parapat (Pelita Batak): KSPPM, BAKUMSU, CAPPA dan Sajogyo Institute bekerjasama dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Kemen LHK) dan Kantor Staf Presiden (KSP) menyelenggarakan seminar

  • Menko Luhut Panjaitan Tegaskan Sapu Bersih KJA di Danau Toba

    3 tahun lalu

    Keramba ikan tidak boleh ada lagi di Danau Toba. Karena itu bisa merusak kualitas air. Begitu juga Toba Pulf jangan sampai merusak lingkungan di sekitar Danau Toba. Karena itu, masyarakat juga kita harapkan meningkatkan kesadaran akan pentingnya perlindun

  • Gubernur Sumut Apresiasi Masyarakat Taput Sambut Program Pengembangan Danau Toba

    3 tahun lalu

    Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Ir H Tengku Erry Nuradi MSi mengapresiasi masyarakat Tapanuli Utara (Taput) yang dinilai merespon positif pengembangan Danau Toba menjadi kawasan wisata bertaraf internsional dengan membangun hotel dan menyiapkan convention

  • Persiapan Festival Danau Toba di Taput Dimantapkan

    3 tahun lalu

    Tarutung (Pelita Batak) :Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara (Taput) terus bersiap dan mematangkan segala kelengkapan untuk pelaksanaan Festival Danau Toba (FDT) tahun 2016. Dimana Taput menjadi tuan rumah Festival Danau Toba (FDT) 2016, yang akan diselen

  • 'Pro Tio' Hadir, Nikson Nababan : Momentum Menuju Kemandirian Taput

    3 tahun lalu

    Tarutung (Pelita Batak) : Nikson Nababan, Bupati Tapanuli Utara menegaskan, peluncuran produk air minum mineral kemasan “Pro Tio” yang diproduksi dari sumber air Ugan di Kecamatan Tar

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2019 Pelita Batak Online. All Rights Reserved. Design by. heriweb