• Home
  • News
  • Blusukan ke Adiankoting, JTP FRENDS Sangat Prihatin dan Sedih
KSP Makmur Mandiri
Jumat, 13 April 2018 18:54:00

Blusukan ke Adiankoting, JTP FRENDS Sangat Prihatin dan Sedih

BAGIKAN:
Jeje Tobing
Bertemu dan berdialog dengan warga
Laporan Jeje Tobing

Musim kampanye dalam ajang Pilkada Taput yang akan dilangsungkan pada bulan Juni 2018 mendatang, oleh JTP FRENDS dimanfaatkan dengan acara kunjungan langsung kepada warga Taput, meski harus berjibaku untuk sampai ke dusun terpencil yang sama sekali belum bisa dilalui kendaraan roda empat.

Kamis, 12 April 2018, JTP FRENDS dan rombongan, mengawali blusukan di Desa Banuaji II, Dusun Sitarealaman dan Nahornop dimana di kedua Dusun ini JTP FRENDS disambut baik dan hangat. Selanjutnya rombongan tiba di Adiankoting, Ibukota Kecamatan, untuk melayat di rumah duka, salah seorang keluarga Marga Hutabarat yang meninggal dunia.
Rombongan, kemudian meneruskan lawatan ke wilayah Kecamatan Adiankoting yang meliputi Desa Pagaran Lambung Satu, Dua, Tiga dan Empat. Dusun yang ada dalam wilayah ke-Empat Desa tersebut, mulai dari Dusun Sidari, Sitapayan Surumatinggi, Kobun, Siupar, Parlobu-lobuan dan Sitorngom tak luput dikunjungi oleh Kandidat dan rombongan.

Sewaktu berada di Dusun Parlombu-lobuan, nampak raut wajah JTP sangat prihatin dan menghiba melihat kondisi dan keadaan di Dusun tersebut, yang sama sekali belum dimasuki Lisrik dan akses jalan ke wilayah itupun cukup parah dan banyak ancaman, karena kondisi jalan yang hancur ditambah lagi jurang yang menganga di pinggir jalan.

"Bagaimana mungkin anak ini mau pintar dan  meraih cita citanya jika lampu listrik belum ada dan sarana sekolah tidak layak," papar JTP dalam bahasa daerah, sambil meraih seorang anak di Dusun Siupar.

" Ai hira naso merdeka dope hami Amang, jala dibagasan haholoman dope hami" papar seorang Ibu sepuh mengeluh dalam bahasa Batak (kami belum merdeka pak dan kami masih berada dalam keterbelakangan dan kegelapan).

"Saya sedih melihat keadaan ini Inang," papar JTP dengan mimik muka memelas dan sendu.
"Dan karena kondisi yang beginilah maka saya merasa terpanggil untuk memperbaiki keadaan, itu sebabnya saya berani mengambil resiko untuk mencalonkan diri dan saya harus merelakan atau melepas jabatan di kepolisian. Jika saya tetap jadi Kapolres maka saya tak memiliki kuasa untuk memperbaiki keadaan yang terbelakang ini. Saya baru bisa mengambil keputusan penting untuk merubah keterbelakangan, hanya jika saya terpilih jadi Bupati," terang JTP dengan mantap.(*)
  BeritaTerkait
  • Ulos Warisan Budaya Bangso Batak Jadi Media Diplomasi Kebudayaan

    2 tahun lalu

    Jakarta (Pelita Batak) : Yayasan Pencinta Danau Toba (YPDT) memandang perlu dan penting untuk mengangkat kembali ulos menjadi warisan leluhur bangsa Batak untuk dilestarikan. Karena itu, di Sekretariat YPDT di Cawang, Jakarta Timur, YPDT mengadakan disku

  • Yayasan Pencinta Danau Toba (YPDT) Gelar Diskusi Kamisan: Dulu, Ada Doa Khusus untuk Tenun Ulos Batak

    2 tahun lalu

    Jakarta(Pelita Batak): Ulos adalah salah satu kekayaan warisan leluhur bangsa Batak. Kondisi warisan leluhur tersebut makin tergerus oleh minimnya minat kita mencintai ulos. Generasi muda makin tid

  • Ephorus HKBP: Cafe Remang-Remang Marak di Tapanuli Utara

    2 tahun lalu

    Tarutung (Pelita Batak): Ephorus Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Pdt Willem TP Simarmata MA meminta pihak berwenang munutup semua kafe remang-remang di Kabupaten Tapanuli Utara, karena sudah s

  • Wali Kota Jenguk Bayi Malang Ditinggal Orang Tuanya di RSUD dr Pirngadi

    2 tahun lalu

    Medan (Pelita Batak) :Wali Kota Medan, Drs H T Dzulmi Eldin S MSi menjenguk bayi berusia dua bulan yang diduga dibuang orang tuanya di RSUD dr Pirngadi Medan, Selasa (6/10/2016). Bayi malang berjenis kelamin laki-laki ini ditemukan oleh salah seorang pe

  • Prihatin Tragedi Bom di Surabaya, Sihar Ajak Jaga Pluralisme

    satu bulan lalu

    Medan (Pelita Batak):Calon Wakil Gubernur (Cawagub) Sumatera Utara Sihar Sitorus turut berduka dan mengutuk keras atas tragedi ledakan bom di sejumlah gereja di Kota Surabaya, Minggu (13/5/2018) pagi.

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2018 Pelita Batak Online. All Rights Reserved. Design by. ariewebnet